Selasa, 27 Januari 2026

Gudangnya Profesional Perikanan yang Kompeten


  • Penulis Farida Denura
  • Selasa, 27 Maret 2012 | 00:00
  • | Sosok
 Gudangnya Profesional Perikanan yang Kompeten Ketua STP, Dr Aef Permadi, MSi

Perubahan yang cepat dalam bisnis dan industri perikanan menuntut Sekolah Tinggi Perikanan (STP) terus berbenah diri. Berbagai fasilitas ditingkatkan dan kerjasama dengan universitas luar negeri pun di kembangkan guna menyandang predikat sebagai kampus teaching factory.

Sekolah bersimbol Jalanidhitah Sarva Jivitam ini merupakan satu-satunya sekolah tinggikedinasan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Tahun ini, tepatnya 7 September, genap berusia 50 tahun.

Keberadaan STP sendiri seperti disampaikan Ketua STP, Dr Aef Permadi, MSi kepada SH pertengahan Januari lalu, sudah cukup lama. Berdiri pada 7 September 1962, sekolah setingkat perguruan tinggi ini memulai perjalanannya dengan nama Akademi Usaha Perikanan (AUP). Berlokasi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan kemudian berubah menjadi Diklat AUP pada tahun  1979. Dan, pada tahun 1993 berubah nama lagi menjadi STP.

Di bawah kepemimpinan pria kelahiran Kuningan, 1 Maret 1961 ini, STP ini berkembang pesat dengan membuka program-program studi baru hingga program pascasarjana. Untuk program diploma empat, STP memiliki Program Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), Teknologi Permesinan Perikanan (MP), Terknologi Akuakultur (TAK), Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (TPS) dan Penyuluhan Perikanan. Sementara program pasca sarjana dibuka dua peminatan yaitu kebijakan publik pembangunan perikanan dan konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan.

Untuk mendukung program studi tersebut, kata Aef, STP menyediakan berbagai fasilitas. Fasilitas dibedakan menjadi fasilitas utama dan pendukung. Fasilitas utama seperti kapal latih untuk beberapa fungsi, laboratorium kimia, pengolahan ikan dan unit pendingin, laboratorium biologi, hidrologi, workshop alat tangkap, simulator penangkapan dan navigasi, instalasi pembuat es, fasilitas Basic Safety Training dan unit latihan lapangan.

Fasilitas lainnya seperti pelatihan perikanan lapangan, stasiun pelatihan perikanan ini adalah unit lapangan STP dengan luas kurang lebih 20 hektar. Stasiun di terletak di Serang, Banten meliputi indoor hatchery, tambak, cold storage, skala kecil, workshop mekanik, kapal inboard perumahan dosen, aula gedung kantor, asrama mahasiswa, ruang rekreasi, fasilitas olahraga dan mushola.  Selain itu, juga memiliki kapal riset canggih yang dilengkapi berbagai alat canggih dan modern.

Dengan segala fasilitas yang ada maka STP bertekad mendidik taruna dan taruninya untuk memiliki kematangan dari segi ilmu dan pengetahuan.

Guna mengenal kehidupan nyata dari nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, serta sistem agribisnis perikanan yang berjalan di desa tersebut, STP memiliki program kemitraan dimana saat ini telah dilaksanakan program desa mitra dan industri mitra.

Dikatakan Aef, STP mempunyai kualifikasi yang dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan kesempatan baru dalam menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia bisnis dan industri perikanan. Sebab, jumlah 155 SKS yang diterima taruna dibagi dalam dua unsur, 40 persen teori dan 60 persen praktek.

Prospek lulusan STP terbuka bagi perusahaan dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka berkarir di pengawasan , industri penangkapan dan budidaya, industri pengelolaan dan pemasaran, serta penelitian terapan penyuluhan ilmu pengetahuan dan teknologi dan lingkungan juga menjadi wirausaha di bidang kelautan dan perikanan.

Teaching Factory
Sebagai gudangnya profesional di bidang kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai penyelenggara akan mengembangkan keilmuan terapan perikanan melalui kampus teaching factory. Kampus tersebut selain di Jakarta, Serang dan Bogor juga di kampus  Karawang dan Wakatobi.  

Dengan memiliki teaching factory maka para mahasiswanya akan dididik dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori. Sehingga dengan begitu para lulusannya bisa langsung mengetahui apa yang akan diperbuat mereka di tengah-tengah masyarakat.

Mengutip data Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin), Sulistyo Mudho, tahun 2011 sebanyak 130 orang lulusan STP telah direkrut langsung untuk bekerja di berbagai industri perikanan dan memulai debutnya sebagai wirausaha.  

Dijelaskan Aef, sejak berdiri hingga tahun 2011, STP telah meluluskan 8.080 orang yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dengan sebaran 30 persen pegawai negeri sipil, wiraswasta/swasta 27 62 persen, swasta 35 persen dan melanjuktkan pendidikan 5 persen dan lainnya 3 persen.

Menurut Aef, STP juga menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri dalam negeri seperti IPB, Universitas Hasanudin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Riau, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro dan lainnya. Sementara dengan luar negeri, STP menjalin kerjasama dengan Australia Maritime College (AMC), Australia dan Pukyong National University, Korea Selatan.

Aef menambahkan peran alumni sangat penting dan strategis bagi. Secara formal tahun lalu pra alumni telah membentuk jaringan bisnis alumni yang dapat membantu taruna-taruni yang sedang menempuh pendidikan selain memberikan sumbangan untuk fasilitas pendidikan dan kebutuhan asrama.

Saat ini alumni AUP hingga STP tercatat berjumlah sekitar 8000 orang, telah menjadi tenaga teknis di lapangan, baik di pemerintahan pusat dan daerah, swasta, maupun usaha sendiri. Ada yang menjadi pelaut perikanan, di dalam negeri maupun di luar negeri terutama Jepang, Korea, dan sebagian di Eropa.

Meski taruna-taruni dididik ditempah dengan pembinaan fisik dan mental melalui sistem pembinaan kedisiplinansemi militer, namun kata Aef, STP mengharamkan adanya kekerasan pada taruna-taruni. Hal ini dimaksudkan untuk membekali para taruna-taruni dengan disiplin yang tinggi serta karakter yang kuat. Sistem ini juga dirasa bermanfaat dalam rangka mengembangkan sikap kepemimpinan dan kapabilitas ilmu pengetahuan. Para taruna dan taruni pun  selama belajar tinggal di asrama yang saat ini menampung sebanyak 1300 mahasiswa.

Jatuh Cinta pada Perikanan
 

Ketua Sekolah Sekolah Tinggi Perikanan, Dr Aef Permadi, Msi merupakan sosok seorang pria yang mendedikasikan seluruh karier dan kehidupannya pada bidang perikanan dan kelautan. Selepas sekolah menengah atas, pria kelahiran Kuningan, 1 Maret 1961 ini memilih melanjutkan kuliah di bidang pertanian, namun ketika mengikuti tes masuk, pria ini rupanya diterima di Ahli Usaha Perikanan (AUP) yang kini berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Perikanan (STP).

Ditanya alasan menjadi pendidik, Aef yang ayahnya juga berasal dari keluarga pendidik ini mengatakan dunia pendidikan merupakan suatu pekerjaan yang menyenangkan. Melalui dunia pendidikan, Aef dapat berbagi ilmu kepada para taruna-taruni. Aef mengaku puas ketika melakukan kunjungan ke daerah, alumni hasil didikannya telah menjadi orang dan masih mengenal dirinya.


Kombinasi sifat kebapaan dan jiwa pendidik pria yang telah 29 tahun mendedikasikan dirinya sebagai pendidik melekat erat dalam dirinya. Aef sangat memperhatikan taruna-taruni yang heterogen. Berkunjung, mengontrol dilakukannya layaknya seorang ayah terhadap anaknya.

Didukung istri yang juga seorang pendidik di STP, Aef merasa klop dalam menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi STP. Bagi Aef, mendidik para taruna-taruni merupakan sebuah ibadah.

“Ketika melepas mereka melalui wisuda, saya merasa bangga terhadap mereka. Rasa senang pun muncul ketika pas berkunjung ke daerah dan bertemu dengan mereka,”ujarnya.   

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama                         : Dr  Aef Permadi, MSi.                                                              
Tempat/ tangggal lahir    : Kuningan, 1 Maret 1961
Jabatan                       : Ketua Sekolah Tinggi Perikanan

Pendidikan
Diploma Tiga, Diklat Ahli Usaha Perikanan (AUP), Jakarta, 1983
Diploma Empat, Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, 1988
Strata Satu, Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor, 1996
Strata Dua, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, 1999
Strata Tiga, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, 2008

Keahlian
Pengolahan hasil perikanan dan Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan.

Penulis : Farida Denura

Sosok Terbaru