Selasa, 27 Januari 2026

Angelinus Vincentius: Unipa Songsong Status Universitas Negeri


  • Penulis Farida Denura
  • Kamis, 02 April 2015 | 00:00
  • | Sosok
 Angelinus Vincentius: Unipa Songsong Status Universitas Negeri Rektor Unipa, Ir. Angelinus Vincentius, M.Si bersama istri dan dua anaknya. (Foto-Foto: Dok. Pri)
Universitas Nusa Nipa Maumere atau sering disebut Unipa Maumere telah berusia 10 tahun. Di usianya ke-10 Unipa Maumere terus berbenahi diri guna menyongsong status baru menjadi Universitas Negeri Nusa Nipa atau Universitas Negeri Pertama di Pulau Flores.

Apa yang dipersiapkan Unipa guna menyongsong status baru tersebut. Berikut ini Aris Ninu, Wartawan Pos Kupang di Sikka mewawancarai Rektor Unipa Maumere, Ir. Angelinus Vincentius, M.Si.

Unipa Maumere sekarang bisa dikatakan sebagai Perguruan Tinggi baru tapi terbesar di Flores dengan berbagai fakultas unggulan. Anda sebagai rektor yang baru, apa program atau rencana Anda untuk terus mengembangkan Institusi ini?

Universitas Nusa Nipa kini memasuki usianya yang ke-10, dan telah memiliki 7 fakultas dan 18 program studi yang semuanya telah terakreditasi. Jumlah mahasiswa aktif yang sedang menempuh pendidikan di Unipa sebanyak 2.634 orang. Unipa sudah 6 kali menyelenggarakan wisuda sarjana & diploma & profesi, dengan total lulusannya sebanyak 1.917 orang sarjana & profesi Ners & ahli madya.

Dalam rangka pengembangan Universitas Nusa Nipa ke depan, Visi – Misi – Program Kerja saya sebagai Rektor, bermula dari kesadaran akan nama Nusa Nipa (Pulau Ular), nama asli Pulau Flores yang memiliki makna yang dalam. Karena itu, Unipa Maumere secara moral wajib menjadikan dirinya sebagai bagian dari Pulau Flores dengan segala kekayaan nilai-nilai kebudayaannya untuk memperkaya kebudayaan Nasional.

Oleh karena itu, Unipa Maumere harus bisa menjadi Universitas Unggul yang terdepan dalam pengembangan kawasan, menjadi tuan di negeri sendiri” yang berwawasan Global untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Adapun program kerja yang menjadi prioritas pada masa kepemimpinan saya (Ir. Angelinus Vincentius, M.Si.) adalah: di Bidang Pendidikan, akan meningkatkan status akreditasi masing-masing Program Studi, mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional dosen, mempertinggi kualitas optimal perkuliahan, meningkatkan kualitas sarana prasarana program akademik terutama laboratorium dan perpustakaan, memperkuat pendidikan karakter dan jiwa inovatif dan entrepreneurship; Penetapan standar kompetensi lulusan, penetapan bidang garapan program studi yang merupakan keunggulan kompetitif program studi yang bersangkutan, mengoptimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal. Semuanya ini demi mewujudkan Universitas Nusa Nipa sebagai Center of Excellent (pusat keunggulan) dalam menyediakan layanan pendidikan secara utuh, lengkap dan terpadu.

Di Bidang Penelitian, dan bidang Pengabdian pada Masyarakat, program kerja prioritas adalah restrukturisasi LPPM Unipa sebagai wadah pengembangan penelitian dosen/mahasiswa, wadah kerja sama dengan berbagai pihak, dan pengabdian pada masyarakat.

Di Bidang Kemahasiswaan Unipa Maumere mempunyai prioritas untuk meningkatkan partisipasi, kepedulian dan kegairahan mahasiswa untuk mempertinggi kualitas proses akademis dan output akademis, memperluas ruang kreatif mahasiswa melalui unit-unit Kegiatan Mahasiswa maupun himpunan mahasiswa program studi.

Di Bidang Kerja Sama, program kerja Rektor, yakni revitalisasi dari setiap kerjasama yang sudah ada, memperkuat Ikatan Alumni Universitas Nusa Nipa Maumere, intensifkan kegiatan Publikasi semua Karya dan Prestasi Universitas Nusa Nipa.

Sedangkan di Bidang Administrasi dan Ketatausahaan Rektor Unipa Maumere memprioritaskan proses Alih Status Unipa Maumere menjadi Perguruan Tinggi Negeri pertama di Flores. Selain itu meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi dan ketata-usahaan yang sehat, taat azas, modern dan profesional dengan mengedepankan pencapaian service excellent (pelayanan prima) cepat, tepat, beretika”, melalui sinkronisasi dan update database menuju Sistem Informasi dan Administrasi terbaru; peningkatan pendidikan dan pelatihan; peningkatan profesionalisme tenaga non kependidikan; dan peningkatan kualitas dan fungsi infra struktur teknologi informasi dan komunikasi.

Kini semakin banyak perguruan tinggi di NTT, bahkan ada cabang Universitas Nusa Cendana di Bajawa – Ngada. Apa kiat Anda agar masyarakat di Flores khususnya di Maumere tetap memilih Unipa sebagai pilihan utama bagi siswa SMA / SMK di Flores melanjutkan pendidikan ?

Kami sadar bahwa dalam era persaingan yang amat keras dalam segmen layanan pendidikan tinggi dewasa ini, hanya Perguruan Tinggi berkualitas saja yang dapat bertahan. Program kerja sebagaimana yang saya sampaikan di atas, sasaran utamanya adalah pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) secara paripurna.

Unipa mulai menerapkan kurikulum yang mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) guna menyongsong MEA 2015.

Upaya peningkatan daya saing juga dengan mengantisipasi datangnya turbulensi Desember 2015, dimana semua dosen harus berpendidikan minimal Magister (S2), kini Unipa sudah memiliki 68 orang Magister dan 2 orang Kandidat Doktor, dan sebelum Desember 2015 semua dosen Unipa diharapkan sudah S2 (on going). Upaya lainnya adalah peningkatan fasilitas pendukung dan infrastruktur akademik, laboratorium, perpustakaan, dan sedang mengupayakan Rusunawa (rumah susun penginapan mahasiswa) dari berbagai sumber pembiayaan.

Di samping itu, Unipa yang kini telah memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang telah ber-Badan Hukum, telah siap dengan berbagai Pusat Studi, untuk memberikan kontribusi pemikiran ilmiah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, juga wadah untuk meningkatkan aktifitas dosen dan mahasiswa meneliti.

Unipa juga telah mendapatkan donatur yang akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa berprestasi, tidak hanya prestasi akademik tetapi juga prestasi olah raga, musik, karya inovatif dan kreatif mahasiswa yang mendapatkan juara atau penghargaan.

Dengan demikian maka setiap mahasiswa yang belajar di Unipa diharapkan bisa menggunakan semua peluang yang sudah disiapkan oleh Pimpinan dan Team Unipa dengan sebaik-baiknya.

Apakah ada rencana menambah atau membuka jurusan baru atau program studi baru?
Unipa merencanakan untuk membuka program studi baru, yaitu S1 Kebidanan, S1 Pendidikan Matematika, dan S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Banyak lembaga pendidikan tinggi di Kupang sudah menjalankan program pendidikan S2 atau S3. Kapan Unipa memulai program itu?

Unipa akan membuka jenjang S2 Manajemen, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Pada tahap awal Unipa akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi lain yang sudah menyelenggarakan program tersebut dan berakreditasi B. Hal ini dimaksudkan agar pada tahap awal kebutuhan akan tenaga dosen dapat teratasi, sambil Unipa mempersiapkan tenaga dosen sendiri yang dimulai dari sekarang.

Untuk Fakultas Ilmu Kesehatan, apakah juga ada rencana untuk membuka program Ners bagi mahasiswa jurusan keperawatan? Karena selama ini sarjana keperawatan terpaksa harus ke Bali, Makassar atau Jawa hanya untuk setahun Ners ini.Apa tanggapan Anda ?

Unipa Maumere adalah Perguruan Tinggi pertama di Provinsi NTT yang membuka program Ners. Pendidikan Profesi Ners di Unipa dimulai tahun 2009 sebanyak 23 orang, lalu berkembang terus sampai sekarang setiap tahun rata-rata meluluskan Ners 30 – 40 orang.

Berapa tenaga pengajar di Unipa, dan apakah sudah bisa dikatakan dari segi kualitas maupun kuantitas? Bagaimana dengan fasilitas yang ada di lembaga ini untuk mendukung praktek kuliah mahasiswa?

Jumlah tenaga pengajar (dosen) Unipa sekarang 178 orang, terdiri dari S1 sebanyak 108 orang, S2 sebanyak 68 orang, dan S3 (kandidat doktor) sebanyak 2 orang. Komposisi dosen seperti ini memang belum memenuhi persyaratan ideal. Karena itu maka Unipa telah mewajibkan semua dosen melanjutkan kuliah ke jenjang Magister, dengan pembiayaan dari Unipa, biaya sendiri, dan dari donatur lainnya (diupayakan on going sebelum Desember 2015).

Hal ini berdasarkan ketentuan UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa paling lambat Desember 2015, semua Dosen berpendidikan minimal S2 (disebut dengan istilah turbulensi Desember 2015”).

Fasilitas yang ada di Unipa cukup lengkap, seperti : tanah untuk bangunan kantor dan gedung kuliah / laboratorium / perpustakaan seluas 30.000 m², ruang kuliah dan sarana pelengkap memadai, Laboratorium Kesehatan Kritis, Laboratorium Informatika – Komputer, Laboratorium FKIP, Laboratorium Kesehatan A dan B, Laboratorium Psikologi, Laboratorium Pertanian, Laboratorium Teknik Sipil, Laboratorium Arsitektur, Laboratorium Perikanan (sedang dilengkapi), Laboratorium Bahasa Inggris (ELLIS), Ruangan CBT (satu-satunya yang ada di Kabupaten Sikka), Perpustakaan, di seluruh kawasan kampus adalah wilayah hot spot memudahkan mahasiswa melakukan browsing internet , sarana campus ministry, kantin kampus, dan fasilitas Unit kegiatan Mahasiswa seperti Paduan Suara yang pernah meraih Juara II silver medal pada Bali International Choir Festival, band kampus, klub diving, pencinta alam, fotografi, seni rupa, unit olah raga.

Apakah ada program beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu atau mahasiswa berprestasi di lembaga ini?

Setiap tahun Unipa menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang ekonominya kurang mampu (sumber pembiayaan dari Gubernur NTT), beasiswa prestasi dari donatur lainnya (untuk mahasiswa berprestasi, tidak hanya prestasi akademik tetapi juga prestasi olah raga, musik, karya inovatif dan kreatif mahasiswa yang mendapatkan juara atau penghargaan).

Kita tahu Universitas Timor di TTU yang dulunya dana operasionalnya dari Pemkab TTU, kini sudah menjadi Universitas Negeri. Apakah ada keinginan atau rencana Unipa menjadi negeri?

Usulan untuk alih status Unipa menjadi Perguruan Tinggi Negeri telah dimulai sejak tahun 2012, dan semua berkas telah diajukan ke DIKTI oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa bersama Pemerintah Kabupaten Sikka.

Terhadap usulan tersebut, DIKTI telah memberikan tanggapan dengan surat nomor : 9053/E.E2.2/KL/2014 tanggal 18 November 2014, yang meminta agar Unipa segera melengkapi berkas usulan tersebut dengan tambahan 5 (lima) hal administrasi seperti Berita Acara, Sertifikat Tanah, Surat Pernyataan Pemerintah Daerah, fotocopy SK, yang semua bahan tersebut kini sudah dilengkapi oleh Pihak Unipa dan segera diantarkan kembali kepada DIKTI.

Proses Unipa menjadi PTN telah berjalan jauh, diupayakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa bersama Pemerintah Kabupaten Sikka. Unipa kini menyongsong status barunya sebagai Universitas Negeri Nusa Nipa / UNNIPA” dan menjadi Universitas Negeri pertama di Flores.

Unipa kini sudah menjadi kebanggan masyarakat Sikka, apa jaminan Anda bahwa lulusan Unipa bisa bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan tinggi lain di NTT.

Unipa sedang menerapkan sistem pendidikan yang menghasilkan lulusan yang selain kapabel pada bidangnya juga memiliki kelebihan (nilai plus) yaitu fasih berbahasa Inggris dan terampil menggunakan IT.

Kurikulum Unipa dirancang dengan mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang bertujuan agar standar lulusan Unipa setara dengan lulusan dari negara-negara anggota MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).

Apa harapan Anda pada Pemerintah untuk bersama memajukan Unipa?

Unipa dengan spirit membara, tentunya ingin diterima sebagai Mitra. Unipa mempunyai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPA yang meskipun lembaga non profit namun mempunyai Badan Hukum Akta Notaris dan NPWP.

Di dalam LPPM terdapat banyak tenaga ahli berbagai bidang ilmu (sesuai dengan jumlah program studi yang ada di Unipa, sebanyak 18 program studi). Para ahli tersebut dikelompokkan dalam Pusat Studi masing-masing, yang siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah maupun pihak lainnya.
b. Dukungan Pemerintah dalam bentuk lainnya untuk Unipa.

Biodata:
Nama : Ir. Angelinus Vincentius, M.Si.
Tempat / Tanggal Lahir : Lela / 28 April 1969.
Jabatan : Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere.
Nama Isteri : Yuliana Onang da Lopez, STP.
Anak-anak : 2 orang putera, yaitu :
Yoseph Maxidiaz Corala Tonda / Joe dan Nicodemus Atibrata Ray Tonda / Ray

PENDIDIKAN FORMAL:
* S2 : Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB Bogor, lulus tahun 2003.
* S1 : Fakultas Perikanan IPB Bogor, lulus tahun 1992.
* SMA Negeri (I) Maumere, lulus tahun 1988 (prestasi : jumlah Nilai EBTA Murni (NEM) tertinggi se-Daratan Flores – Lembata ; NEM mata pelajaran FISIKA tertinggi     se-Daratan Flores – Lembata).
* SMPK Frater Maumere, lulus tahun 1985 (prestasi : jumlah NEM tertinggi se- Kabupaten Sikka).
* SDK Napungliti, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, lulus tahun 1982 (prestasi : penghargaan Murid Teladan II Kabupaten Sikka).

PENGALAMAN ORGANISASI :
* Ketua Biro Kesejahteraan Anggota, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor St. Joseph a Cupertino, tahun 1991 – 1992
* Anggota Aktif Senat Fakultas Perikanan IPB Bogor, tahun 1990 – 1992
* Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara Timur di Bogor (GAMANUSRATIM), tahun 1992 – 1993
* Sekretaris I OSIS SMA Negeri 1 Maumere, tahun 1987 – 1988
* Ketua Umum OSIS SMPK Frater Maumere, tahun 1984 – 1985.

PENGALAMAN JABATAN INSTANSI PEMERINTAH :
* Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian Spesialis (PPS) pada Kantor Wilayah Departemen Pertanian Provinsi NTT di Kupang, dengan tugas sebagai PPS Sub Sektor Perikanan pada Dinas Perikanan Provinsi NTT di Kupang selama 7 tahun (tahun 1993 – 2000)
* Kepala Seksi Penyuluhan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, tahun 2001
* Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Ekonomi, DKP Sikka, tahun 2003 – 2006
* Kepala Sub Dinas Pembinaan dan Pengembangan, DKP Sikka, tahun 2006 – 2009
* Kepala Bidang Pembinaan Usaha dan Pengelolaan Hasil, DKP Sikka, tahun 2009 – 2012
* Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan, DKP Sikka, tahun 2012 s.d. 5 Desember 2014.

Sumber: Harian Umum Pos Kupang.

Penulis : Farida Denura

Sosok Terbaru