Kurikulum di kampus Universitas Mpu Tantular (UMT) mendapat sentuhan semangat Mpu Tantular, yakni nasionalis kebangsaan. Diharapkan lulusannya lebih menonjolkan jiwa kebangsaan, jiwa nasionalis.
Nama Prof Dr Ratlan Pardede bukanlah nama asing bagi Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Sejak tahun 1988 Prof Ratlan yang telah bergabung pada tahun 1984 saat kampus didirikan, mulai menapaki karier sebagi Pembantu Dekan, Pembantu Rektor, Direktur Pasca Sarjana hingga pada bulan November 2011 diangkat menjadi Rektor. Boleh dibilang jabatan terakhir pria kelahiran Balige, 4 Juli 1962 ini sebagai Rektor karier.
Sebagai Rektor ke-7, Doktor lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 2005 ini bersama jajarannya giat menggaungkan semangat Mpu Tantular di kampus UMT.
“Kita tahu khan tahu lahirnya semboyan Bhineka Tunggal Ika yang terpampang melengkung pada sehelai pita yang dicengkram kedua kaki burung garuda lambang negara RI, terinspirasi dari buku Sutasoma karya gemilang Mpu Tantular. Jadi nasionalis kebangsaan itu yang mau kita angkat sekarang. Karena itu memperkokoh negara dan kita harapkan mahasiswa setelah lulus, yang ditonjolkan mereka adalah jiwa kebangsaan, jiwa nasional. Ini menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa sejak semester dua,”kata Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi dan Manajemen.
Melalui kepemimpinannya, Prof Ratlan kepada SH, Senin (17/6) di ruang kerjanya yang didampingi Ir Rodeyar Pasaribu, MS, Wakil Rektor Bidang Administrasi Akademik, dan Dr Sutan Djolen Sirait, Wakil Rektor Bidang Administrasi & Keuangan, mengatakan para mahasiswa dihadiahi mata kuliah “Membangun Karakter Bangsa Berjiwa Mpu Tantular”
Kurikulum di kampus ini kata dia mendapat sentuhan dari semangat Mpu Tantular. Rencananya, cerita dia pada September 2013 mendatang akan digelar lomba menulis narasi tentang Mpu Tantular yang dikaitkan dengan semangat pahlawan bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2013. Lomba ini diharapkan bisa didramakan dan akan diikuti seluruh mahasiswa. Akan diberikan beasiswa bagi pemenang satu, dua, tiga.
Untuk menggaungkan semangat kebangsaan tersebut, pihaknya juga menggandeng berbagai pihak seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK dirasa sangat penting karena yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia sekarang adalah para pemimpin yang harus bebeas korupsi. “Bagaimana bobroknya negara ini gara-gara koruptor sehingga kita mau bekerjasama dengan KPK. Selain tentunya juga mendukung mata kuliah Anti Korupsi yang diajarkan,”ujarnya.
Semangat Mpu Tantular juga dijabarkan dalam visi misi kepemimpinannya. Visi yang diemban ayah 3 putra dan 2 putri ini adalah menghasilkan lulusan berdaya saing internasional, berjiwa kewirausahaan dengan memiliki karakter kebangsaan Mpu Tantular. Ada 3 kata kunci yang hendak dijalanka dalam mewujudkan visi tersebut adalah berdaya saing internasional, entrepreneurship, dan berjiwa kebangsaan Mpu Tantular.
Lebih lanjut Prof Ratlan menjelaskan kata kunci pertama, berdaya saing internasional ditandai dengan roadmap yang hendak dijangkau sampai tahun 2027, mulai dari kampus berskala nasional, regional hingga internasional. Untuk tahap awal selama 2-5 tahun diharapkan universitas yang dipimpinnya memiliki nilai unggul dan sangat unggul.
“Itulah prioritas yang kita capai dulu untuk tahap awal ini. Mudah-mudahan di tahun 2027 kita memiliki universitas berdaya saing internasional. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan kualitas dan relevansi,”jelasnya.
Sementara kata kunci kedua adalah entrepreneurship. Indonesia menurut dia, hanya sekitar 0,8% jumlah penduduk yang berwirausaha. Sehingga Universitas Mpu Tantular mencoba menerapkan kurikulum yang link and match agar setelah lulus mereka bisa menciptkan dunia kerja sesuai dengan permintaan pasar. Kampus juga kata dia, telah mendirikan training center khusus kewirausahaan serta September 2013 nanti akan didirikan lagi Klinik Kewirausahaan bertepatan dengan Masa Penerimaan Mahasiswa Baru.
Ciri khas entrepreneurship di Universitas Mpu Tantular menurut dia adalah lebih menekankan aspek attitude dibandingkan pengetahuan dan keahlian. Hal ini sejalan dengan semangat Mpu Tantular sendiri.
Prof Ratlan kembali menegaskan, yang diinginkan dari para mahasiswa yang telah lulus adalah lulusan yang tetap berjiwa berkebangsaan. Karena tanpa jiwa itu, negara Indonesia akan bisa runtuh.
“Perlu suatu jiwa nasionalisme yang tinggi, bahwa kita memang betul-betul Indonesia, bukan liberalisme. Kita coba menganut nasionalisme yang sangat tinggi,”lanjutnya.
Berbasis 3 Komponen
Guna mencapai visi misi tersebut Prof Ratlan juga memperkenalkan program berbasis 3 komponen yang disebutnya Three Needs (3 kebutuhan). Pertama, student needs (kebutuhan akan mahasiswa), kedua employment needs (kebutuhan akan karyawan), dan ketiga lecturer needs (kebutuhan dosen). Ini merupakan program jangka pendek guna meminta masukan dari ketiga komponen guna mengidentfikasi permasalahan.
Untuk kebutuhan akan mahasiswa kata dia, pihaknya mencoba menciptakan Unit Pelayanan 1 Pintu (one gate services) dengan menghilangkan birokrasi pelayanan terhadap mahasiswa sehingga hanya di atu pintu dan di sana juga disediakan Buku Solusi sehingga bisa langsung dimonitor setiap hari dan dalam sehari permasalahan itu harus selesai. Ketika digelar student hearing, para mahasiswa menurut dia sangat puas pelayanan tersebut. Tentu, harus diperbaiki secara terus-menerus dalam rangka meningkatkan mutu.
Untuk Penerimaan Mahasiswa Baru, juga dipermudah hanya cuma sehari seluruh proses sudah selesai melalui one stop service dan juga PMB online. Di samping itu kebutuhan akan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar juga ditingkatkan.
Terhadap kebutuhan karyawan, setiap satu semester dilakukan pelatihan para karyawan. Sementara untuk kebutuhan dosen, para dosen diprioritaskan untuk melanjutkan studi S2 dan S3. Tentu hal ini juga didukung dengan adanya peluang beasiswa dari pemerintah maupun pihak kampus. “Kita benahi semuanya, karena Perguruan Tinggi itu tidak lepas dari tri darma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Kemasyarakatan.
Sarana dan prasarana menurut dia juga sangat mendukung terwujudnya visi misi yang diemban Prof Ratlan. Hal ini tentu sejalan dengan arus zaman yang terus bergerak maju. UMT lanjut5 dia, sejak awal sudah bersiap menjawab tantangan kemajuan ini dengan memenuhi program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan era sekarang ini.
Saat ini kata Prof Ratlan, UMT memiliki 8 Fakultas yaitu Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik Informatika & Komputer (FTIK), Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Maritim, Magister Hukum,Magister Manajemen, D3-Manajemen Informatika dan D3-Teknik Komputer.
Pengalaman menyelenggarakan pendidikan dilalui UMT dengan melakukan banyak perubahan fundamental yang dilakukannya yakni menjalin kerja sama dengan banyak pihak nasional dan internasional, dan telah meluluskan banyak pemikir dan praktisi di berbagai bidang.
Dosen berkualitas tambah dia, juga turut mendukung kemajuan UMT hingga rata-rata akreditasi setiap fakultas atau program studi terakresitasi A dan B. Selain itu, banyak pula prestasi yang ditorehkan UMT baik mahasiswa, dosen ataupun alumnus.
Buah perubahan yang dilakukan Prof Ratlan itu antara lain terjadi peningkatan hampir 70 % jumlah mahasiswa yang kuliah di kampus UMT dibanding sebelumnya karena program yang dicanangkan adalah program berorientasi mahasiswa dan kebutuhan pasar.
Melalui kepemimpinanya pula, Prof Ratlan ingin meletakkan dasar bagi kemajuan UMT. Ketika ditanya apa yang ingin diwariskan dan dikenang selama menjadi Rektor, Prof Ratlan mengaku ingin dikenang sebagai Rektor yang membangun UMT dan memperkenalkan semangat Mpu Tantular. (Farida Denura)
Filosofi Batak dan Semangat Sang Rektor

Pucuk pimpinan tertinggi di beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta dan sekitarnya dipimpin orang Batak. Bukan tanpa sebab jika mereka menduduki posisi prestisius sebagai Rektor di PTS-PTS tersebut.
Rektor Universitas Mpu Tantular, Jakarta, Prof Dr Ratlan Pardede dapat menjelaskan hal tersebut. Kepada SH, Senin (17/6) di ruang kerjanya, suami dari B. Rospinde Sinambela, SE ini menjelaskan bahwa orang Batak itu menganut filosofi Anakkonhi Do Hamoraon Di Au. (Anak merupakan kekayaan bagi saya. Orang tua merasa terhormat apabila anak-anak berhasil dalam pendidikan).
“Keberhasilan orang Batak, bukan semata harta. Tetapi dari pendidikan. Hampir semua orang Batak itu sesakit-sakitnya, demi untuk anak sekolah,”tegasnya.
Sehingga tak mengherankan banyak orang Batak yang berhasil dalam pendidikan dan juga berhasil menduduki pucuk pimpinan tersebut.
Prof Ratlan misalnya sejak berusia 2 tahun telah ditinggal ayahnya. Ibunya yang akhirnya membiayai dirinya hingga meraih gelar sarjana. Dengan bangga dia bercerita ke-8 bersaudara itu semuanya sukses dalam pendidikan sehingga yang memalukan kedua orangtuanya.
“Ibu saya tadinya pedagang. Bapak, wirausaha. Karena turunan dari orangtua adalah mengingingkan kami mengecam pendidikan setingginya sehingga hal itu juga saya turunkan ke anak-anak saya,”ungkapnya.
Pria yang mengaku suka berolahraga tenis saat ini juga menyekolahkan ke-8 putra-putrinya untuk meraih masa depan yang lebih bagus. Putra sulungnya, Davi Parsaoran Pardede (22) saat ini sedang mengenyam pendidikan di USU. Putra kedua, Niels Andrew Pardede (20) juga di USU, Putra ketiga, Enrico Samuel Pardede (17), duduk di bangku SMAN 2, Tangsel, Putri keempat, Meiranda Pardede (15), baru lulus SMPN 8, Tangsel, dan Putri kelima, Mikha Elisabeth Pardede (13), SMPN 8, Tangsel.
Semangat sang Rektor dalam memajukan pendidikan itu juga mendapat dukungan dari keluarganya. Untuk membagi waktu antara kerja dan keluarga, pria yang menganut filosofi tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan itu memilih libur dan bersama keluarga setiap Jumat dan Minggu.
“Hari Jumat dan Minggu saya prioritaskan untuk keluarga. Minggu, setelah pulang ibadah di gereja HKBP Vila Melati Serpong, saya akan memonitor pendidikan kelima anak saya,”cerita Prof Ratlan.
Prof Ratlan juga selalu menyempatkan diri seminggu dua kali berenang bersama anak-anak. Liburan bersama keluarga baik di dalam negeri dan maupun di luar negeri juga selalu dijadwalkan setiap tahun.
BIODATA
Nama : Prof Dr Ratlan Pardede
Tempat/Tanggal Lahir : Balige, 4 Juli 1962
Pendidikan : Institut Pertanian Bogor (IPB), Program Doktor (Prodi Ekonomi), lulus 2005.
Pekerjaan:
Peneliti di Universitas Mpu Tantular Jakarta
Dosen diperbantukan Kopertis di Universitas Mpu Tantular
Dosen Tetap Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mpu Tantular.
Jabatan Akademik :
Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi dan Manajemen, tahun 2007
Rektor Universitas Mpu Tantular, 2011 – 2015
Organisasi : Ketua Bidang Ilmiah dan Dokumentasi Aptisi Wilayah III
Sumber: Harian sore Sinar Harapan