Spirit Jepang adalah spirit Universitas Darma Persada (Unsada) Jakarta. Nilai-nilai dalam monozukuri dimasukkan dalam muatan pendidikan guna memperkaya kearifan lokal dan ilmu yang dipelajari untuk mencapai keunggulan setelah 25 tahun universitas tersebut berdiri.
Visi tersebut disampaikan Rektor Universitas Darma Persada Jakarta, Dr. Oloan P. Siahaan, M.Eng,MAEP yang baru dilantik 27 Juli 2011 lalu dalam perbincangan dengan SH, beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya.
Monozukuri, jelas doktor ekonomi lulusan Universitas Indonesia, dalam bahasa Jepang asli atau yamato kotoba, selain digunakan untuk mendeskripsikan teknologi dan proses yang terintegrasi antara pengembangan, produksi, dan pengadaan, juga mengandung arti intangible qualities seperti craftsmanship serta dedikasi yang tinggi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus.
Konsep monozukuri ini, lanjut alumnus Kyoto University dalam bidang metalurgi, juga mengandung makna keunggulan, keahlian dan keterampilan, jiwa, semangat, dan kebanggaan dalam menciptakan dan memproduksi barang dengan sangat baik dan memerlukan pemikiran kreatif. “Jadi Monozukuri bukan sekedar pengulangan tanpa pemikiran, tapi memerlukan pemikiran yang kreatif,”pungkasnya.
Nilai-nilai tersebut lanjut dia akan dimasukkan dalam muatan pendidikan guna memperkaya kearifan lokal Unsada dan memperkaya ilmu yang dipelajari dalam mencapai keunggulan.
Oloan Siahaan juga menambahkan, program strategis lain yang dimasukkan dalam kurikulum baru guna menambah nilai tambah dan daya saing lulusan UNSADA adalah semacam program link to work yang akan dimulai dengan pertama, program pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara optimum di dalam pengelolaan universitas, di dalam proses belajar mengajar dan terutama di dalam muatan kemahiran dan penguasaan lulusan Unsada dalam teknologi tersebut.
Kedua, program trilingual yaitu program pendidikan dan pelatihan agar setiap lulusan mampu berkomunikasi dan mampu memahami komunikasi mengenai bidang disiplin masing-masing minimum dalam tiga bahasa termasuk dua bahasa asing (Jepang dan Inggris). Ketiga, program magang yang akan dilakukan secara reguler agar setiap lulusan dapat lebih mengenal pekerjaan dan lingkungan yang akan dimasuki setelah lulus dengan demikian lebih mudah mempersiapkan diri.
Saat ini menurut alumnus Boston University, sedang dilakukan penyusunan program pengembangan Unsada 2011-2015 yang merupakan program permulaan pelaksanaan rencana srategis Unsada, yang akan diawali dengan program konsolidasi dan capacity building yang sudah mulai dilakukan, antara lain perapihan dan pembersihan kampus dengan kampanye 5S yaitu Seiri (ringkas/pemilahan), Seiton (rapih/penataan), Seiso (resik/pembersihan), Seiketsu (rawat/pembakuan) dan Shitsuke (rajin/pembiasaan).
Program utama konsolidasi dan capacity building yang sedang disusun dan akan dilakukan secepat mungkin adalah perbaikan proses belajar-mengajar, peningkatan usaha pemasaran dan public relation, perbaikan pengelolaan SDM, perbaikan administrasi dan pengelolaan keuangan, administrasi akademik, dan perbaikan proses internal lainnya.
Dalam konteks monozukuri, Oloan Siahaan ingin membawa Unsada sebagai keunggulan yang akan dibangun, yang akan melibatkan semua disiplin, termasuk pendidikan budaya serta peranannya dalam pembangunan masyarakat semakin disadari perlunya. Dalam pelaksanaannya, kerja sama erat antara Unsada dan masyarakat dan Pemerintah Jepang semakin nyata diperlukan, dimana kerja sama ini dapat dilakukan dalam konteks penggalangan persahabatan kedua negara.
Selain itu kata dia, Unsada juga akan tetap memrogramkan pemanfaatan teknology ICT dan eco friendly technology menuju satu e–campus. Interkonektivitas antara pimpinan, pengurus, pendidik dan mahasiswa Unsada melalui teknologi internet merupakan keharusan bagi lembaga pendidikan tersebut.
Proses belajar mengajar secara modern juga menurut Oloan Siahaan harus dilengkapi dengan kampus yang memiliki sarana dan prasarana teknologi yang mendukung guna mempersiapkan UNSADA yang unggul.
Sahabat Baik
Dalam pidatonya ketika dilantik menjadi Rektor Unsada Jakarta periode 2011-2015, pada Rabu (27/7) lalu, Oloan Siahaan juga menandaskan berdirinya perguruan tinggi tersebut merupakan perwujudan ungkapan rasa terima kasih keluarga besar Persada kepada negara dan masyarakat Indonesia yang telah memberikan kesempatan untuk menggali ilmu dan pengalaman di Jepang, dan sekaligus ungkapan terima kasih terhadap pemerintah dan masyarakat Jepang yang telah bersedia menerima dan mendidiknya.
Oleh sebab itu dalam melaksanakan fungsinya, Unsada merasa berkewajiban untuk selalu menggalang persahabatan kedua negara dan masyarakat, dan dengan tangan terbuka mengundang masyarakat dan pemerintah Jepang untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Unsada, demi lebih kokohnya persahabatan Indonesia – Jepang yang berkesinambungan.
Oloan Siahaan sepakat dengan pendapat guru besar Wharton School, Dr Peter Lorange yang mengatakan bahwa kampus modern harus berwujud proactive and entrepreneurial campus, dan dituntut untuk dikelola secara professional agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Oloan Siahaan juga menambahkan tantangan perubahan yang dihadapi Unsada saat ini adalah persaingan antar kampus dalam menarik calon mahasiswa terbaik, persaingan untuk merekrut tenaga pengajar yang berkualitas, juga persaingan menarik minat para pendukung dana untuk membantu dan mengembangkan mutu pendidikan.

Universitas yang didirikan pada 6 Juli 1986, 25 tahun yang lalu oleh sekumpulan pemuda-pemudi Indonesia yang pernah belajar di Jepang dan tergabung dalam organisasi Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) dengan badan penyelenggaranya Yayasan Melati Sakura memiliki empat fakultas (Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Kelautan, Fakultas Ekonomi) dengan 15 program studi, dan Program Pascasarjana Energi Terbarukan.
Dalam upaya meningkatkan pendidikan, Unsada kata Oloan Siahaan, juga menjalin kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi dan lembaga lain, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerjasama luar negeri yang telah dilaksanakan adalah kerjasama dengan Takushoku University di Jepang, Kansai University of International Studies di Jepang, Fujian Teachers University di Fuzhori, Osaka University of Economic di Jepang, dan Jinan University di Cina.
Beberapa fasilitas beasiswa yang tersedia di kampus Unsada adalah beasiswa Yayasan Mitra Bambang Suryosunindar, Yayasan Beasiswa Jakarta, beasiswa Departemen Pendidikan Jepang (Monbukagakusho), beasiswa Peningkatan Akademik (PPA), beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), beasiswa Yayasan Supersemar dan beasiswa JASSO (Japan Student Sevice Organization). Khusus bagi lulusan program S-1 yang berprestasi dan ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3) dapat disalurkan melalui beasiswa Monbukagakusho. Selain itu, dia juga akan melakukan reevaluasi fakultas yang ada dan program-program pendidikan, serta aktif memantau pasar untuk memperoleh gambaran kebutuhan pasar yang sesuai dengan falsafah Unsada itu sendiri. Langkah-langkah diatas diyakini akan membawa Unsada menjadi a great university!
Jiwa Utama Saya adalah Pendidik
Meski berlatar belakang sebagai pengusaha, Oloan P. Siahaan sejatinya adalah seorang pendidik. Maklum, ayah Oloan Siahaan adalah seorang guru yang turut mempengaruhi dan menjiwai kehidupan Rektor Unsada Jakarta itu.

Ditanya soal latar belakang dirinya sebagai pengusaha yang terjun ke dunia pendidikan, Oloan Siahaan rupanya punya argumentasi. Dia bercerita ketika menjalankan bisnisnya di bawah bendera PT Cemara Siko Engineering Indonesia, dirinya mendidik para engineer agar menjadi engineer yang benar-benar profesional. Maklum, perusahaan yang didirikannya bersama seorang teman Jepangnya dan joint dengan perusahan-perusahaan Jepang merupakan wujud idealismenya dalam mendidik engineer profesional. Jadi, ada idealisme di dalam pendidikan yang tetap terbangun disamping aspek bisnis. Jauh sebelumnya Oloan Siahaan juga pernah menjadi dosen paruh waktu di jurusan metalurgi Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Oloan Siahaan juga mengatakan saat ini manajemen perguruan tinggi telah berubah arah dan harus dikelola secara profesional untuk menjawab kebutuhan masa depan. Meminjam istilah ekonomi, Oloan Siahaan mengatakan perguruan tinggi itu doing the right things sebagai pendidik. Sementara sebagai pengusaha harus doing things right and end result. Kombinasi itu dimiliki Oloan Siahaan dan ketika dirinya dipercayakan memimpin kampus Unsada, dia pun mampu mengkombinasikan kedua-duanya.
“Itu kombinasi yang indah. Dalam hubungan pengusaha dengan perguruan tinggi, saya melihat ada kemiripan, cuma bagaimana caranya mensinergikan saja,”ujar suami Prof. Miranda S. Goeltom, SE, MA, Ph.D, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu.
Sebagai pendidik, terpenting menurutnya adalah mendidik dan mengajar dengan sepenuh hati. Saat ini Oloan Siahaan melihat sudah jarang ditemui guru maupun dosen mengajar dengan hati. Jadi, ketika memimpin Unsada, Oloan Siahaan bertekad mengajak dan mengingatkan para dosen untuk mengajar dengan hati.
Oloan Siahaan juga gelisah dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kurangnya perhatian pemerintah pada masyarakat membuat Indonesia tidak maju dalam pendidikan seperti halnya dengan negara Finlandia yang masyarakatnya sudah maju dalam pendidikan.
“Kekayaan Indonesia itu sumber daya manusianya, bukan sumber daya alam. Sumber daya alam yang ada mestinya digunakan untuk memajukan pendidikan Indonesia. Saya agak gelisah melihat bangsa dan ini mengetuk hati saya sehingga saya semakin terpanggil mendedikasikan diri sebagai pendidik,”ujarnya menegaskan.
Pria yang memiliki hobi bermain bowling, golf, tenis, badminton serta suka membaca dan mendengar musik ini mengaku tidak akan pernah pensiun sebagai pendidik. Bahkan diakuinya dirinya akan terus mendidik cucu-cucunya.
Sesibuk apapun pria yang memiliki filosofi hidup “I want to fullfill my God given destiny” ini mengaku masih tetap memperhatikan anak-anaknya.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Dr. Oloan P. Siahaan, MEng, MAEP
Jabatan : Rektor Universitas Darma Persada Jakarta
Chairman PT Cemara Siko Engineering Indonesia
PENDIDIKAN
1961-1965 : Kyoto University – B.Sc/Metallurgical Engineering
1965-1967: Kyoto University –M.Sc/Metallurgical Engineering
1985-1988: Boston University – MAEP
Juni 2000 : Universitas Indonesia Jakarta—Doktor Ekonomi, Disertasi : Efisiensi Teknik Unit Usaha BUMN: Analisa Data Panel Usaha Industri Indonesia, 1981 – 1991
PENGALAMAN DAN JABATAN
Juli 2011- sekarang: Rektor Universitas Darma Persada Jakarta.
Chairman PT Cemara Siko Engineering Indonesia
1995- 2011 : Presiden Direktur PT Cemara Siko Engineering Indonesia
2005 – 2010 : KADIN, Ketua Komite Tetap – kerjasama ekonomi multilateral dan perdagangan luar negeri
1970-1994 : PT Aneka Tambang (Persero)
1989 – 1994 : Direktur Pengembangan PT Aneka Tambang (Persero)
1980 – 1985 : Kasubdit Pengembangan Nikel
1978 – 1980 : Wakil Kepala Proyek – Bintan Alumina
1972 – 1978 : Kepala biro Peleburan fero-nikel, Pomala
1970 – 1972 : Staf Perencanaan Kantor Pusat PT Aneka Tambang
1967 – 1970 : Inspektur Pembantu – Departemen Perindustrian
1967 – 1972 : Dosen termodinamika dan non-ferous metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
Sumber: Harian sore Sinar Harapan