Loading
Muhammad Rasya Thalhah Nabil Lubis, atau yang akrab disapa Rasya. Murid kelas 1 SMP Sekolah Cikal Panen Prestasi sepak bola Sejak Kecil. (Foto: Dok. Sekolah Cikal)
USIA bukanlah halangan untuk
mengasah hobi dan meraih prestasi di bidang apa saja, salah satunya di bidang
olahraga, seperti halnya Muhammad Rasya Thalhah Nabil Lubis atau yang akrab
disapa Rasya (13). Murid kelas 1 SMP Sekolah Cikal ini telah sukses meraih
puluhan prestasi dalam dan luar negeri yang diperolehnya di olahraga sepak bola
sejak kecil.
Dari Player Escort Inter
Milan, hingga Kapten Tour De Spain Madrid
Dalam sesi wawancara khusus dengan
Tim Humas Cikal pada (8/5), Rasya dan orang tuanya berbagi cerita awal mula
impian Rasya terus berkembang di dunia sepak bola, yakni saat Rasya terpilih
menjadi salah satu Player Escort dalam laga persahabatan FC Internazionale
Indonesia Tour tahun 2012 di Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Waktu itu aku menjadi Player
Escort untuk FC Inter Milan. Itu jadi awal momen aku semakin suka dengan sepak
bola, aku jadi turut merasakan bagaimana serunya bermain bola, merasakan
lingkungan menjadi pemain sepak bola, seperti bisa main di stadion besar,
banyak yang menyaksikan. Dari sanalah, aku semakin ingin bermain bola.” tutur
Rasya dengan antusias.
Menjadi seorang Player Escort
ternyata tidak sembarangan, Rasya dalam hal ini terpilih dari Akademi sepak
bola yang ia ikuti. Setelah terinspirasi dari momen menjadi Player Escort FC
Inter Milan, Rasya pun terus mengembangkan kompetensinya di bidang sepak bola
hingga mewakili Indonesia pada kegiatan Liga Madrid, Tour The Spain 2019 dengan
meraih juara 3 sebagai kapten Tim.
Puluhan Prestasi Saat Masih 13
Tahun
Seiring bergabung dalam
akademi sepak bola, dan tetap bersekolah, Rasya terus mengukir prestasi sepak
bola di berbagai kompetisi dalam dan luar negeri.
Beberapa prestasi terbaiknya
di antaranya adalah Splash youth soccer 2018, Tournament IJSL 2018, Junior
Leagues Football, ACS, 4rd place, Tournament Sepakbola GMSV CUP IX, 3rd place,
JSSL Singapore 2017, Java Soccer Academy, AIA scouting talent to Phuket
Thailand 2019, dan capaian Liga madrid, Tropia Cup, 3rd place, Tour The Spain
2019 sebagai kapten tim, dan puluhan prestasi lainnya.
Ia merasa bahagia atas
prestasi yang diperolehnya dari semangatnya untuk terus berlatih dan terus
memberikan kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan negara, dan bersyukur Sekolah
Cikal memberikan peluang untuk tetap berlatih seraya bersekolah.
“Aku tergabung di dua sekolah,
akademi sepak bola ASIOP dan juga Sekolah Cikal, latihanku 3 kali seminggu. Aku
senang sekali Sekolah Cikal memberikanku izin dan dukungan untuk tetap latihan
sepak bola, dan tentunya aku bahagia sekali bisa memperoleh banyak piala,
medali, dan berprestasi di luar negeri serta membawa nama baik Indonesia di
luar. Aku dapat banyak pengalaman. ” tutur Rasya.
Menurut Rianty Novira Siregar
atau yang disapa Ryrie, Ibunda dari Rasya, dengan ketertarikan Rasya yang terus
berkembang di sepak bola, sebagai orang tua ia bersyukur Sekolah Cikal tidak
sungkan memberikan dukungan penuh pada Rasya mengembangkan potensi dan
karakternya.
“Komunikasi di Sekolah Cikal
itu berlangsung 3 arah, yakni anak, orang tua, dan sekolah. Kami bersyukur
Alhamdulillah Sekolah Cikal selalu mendukung dan memudahkan Rasya yang memang
passionnya di sepak bola untuk tetap berlatih. Semoga kami dan Cikal bisa
menciptakan kerjasama yang baik untuk penuhi kebutuhan anak.” ucap Ryrie.
Olahraga sebagai Gaya hidup
Menyenangkan
Menurut sang Ayah, Muhammad
Yusuf Sahriza Lubis, sejak usia dini Rasya telah diperkenalkan olahraga sebagai
gaya hidup yang menyenangkan, dan olahraga pun diperkenalkan sebagai cara untuk
mengembangkan kompetensi dan kemampuan selain pendidikan di sekolah.
“Sebagai keluarga, kami
berprinsip bahwa proses pendidikan itu tidak hanya akademik, selain itu kami
yakini juga bahwa anak itu harus kuat jasmani dan rohani. Oleh karena itu, kami
perkenalkan Rasya dan kedua adiknya sejak usia dini pada olahraga sebagai gaya
hidup yang menyenangkan tanpa pernah kami paksa. Mereka dapat mencoba beragam
olahraga, menikmati yang dijalani, hingga akhirnya Rasya menemukan sepak bola
sebagai bidang olahraga yang disukai.” tuturnya.
Dari dukungan Keluarga dan Sekolah yang
diperoleh Rasya, yang masih duduk di SMP Sekolah Cikal Setu, ia semakin yakin
dengan minatnya dan menyatakan memiliki impian menjadi pesepakbola
Internasional yang akan membanggakan dan mengharumkan nama keluarga, sekolah,
dan tentunya Indonesia di masa depan.
“Aku memiliki impian menjadi
pesepakbola Indonesia yang bermain di laga Internasional saat usia 15-16 tahun.
Untuk meraih impian itu tentunya harus terus berlatih, dan kerja keras raih
mimpi. Walau kalah dan susah dalam prosesnya, tapi di sanalah aku bisa belajar.
Dari sana, bisa terus berlatih sama-sama. Prinsipku, untuk meraih cita-cita
harus hadapi susahnya dahulu baru mudahnya.” tutup Rasya dengan penuh semangat
saat wawancara.
Di momen pandemi ini, Rasya
pun tetap berlatih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sambil tetap
belajar secara daring dengan pendampingan orang tuanya untuk mempersiapkan
banyak peluang di depan.
Semoga terus berprestasi dan
membanggakan Indonesia ya Rasya! (*)