Loading
Momen kunjungan Naira dan keluarga ke Heidelberg University yang dikenal memiliki fakultas kedokteran terbaik di Eropa untuk membangun semangat lebih dalam menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama di masa depan. (Foto-Foto: Dok. Pribadi)
NAIRA Amadea Senoaji adalah murid
kelas 10 Sekolah Cikal-Amri Setu. Ia
merupakan salah satu pelajar Indonesia terpilih yang baru saja menyelesaikan
Future Doctors program yang diselenggarakan oleh Harvard Student Agency
berkolaborasi dengan Learn with Leaders pada Oktober 2021.
Melekat dengan profesi dokter yang
dijalankan oleh keluarganya sejak kecil, Naira yang memiliki ketertarikan
dengan program sains seperti kimia dan biologi pun merasa ingin melanjutkan
peran menjadi seorang dokter di masa depan dan bermanfaat bagi sesama manusia.
"Papaku dan kakekku merupakan
dokter. Dari dulu, profesi dokter itu telah melekat di aku dan dari kecil aku
memang sudah ingin menjadi seperti papa dan kakek. Selain itu, aku pun juga
merasa memiliki kemampuan yang baik di bidang sains, khususnya, kimia dan
biologi." cerita Naira.
Kekuatan motivasi Naira untuk mengasah
kemampuannya di bidang kedokteran pun mendapat dukungan dan kesempatan dengan
mengikuti kegiatan seleksi Future Doctors
Program, serta terpilih menjadi salah satu pelajar Indonesia.
"Program ini mencari murid yang
punya passion dan keinginan yang kuat di bidang kedokteran. Dalam proses
seleksi, aku diminta menyerahkan motivation letter dengan pertanyaan dasar,
kenapa ingin jadi dokter? beberapa minggu kemudian aku mendapat kabar lolos dan
diundang untuk interview. Proses aplikasinya lancar dan singkat."
tuturnya.
Sebagai orang tua, dr. Purnawan
Senoaji, Sp.OG-KFM, menceritakan kelekatan Naira dengan cerita dan peran
Ayahnya yang berdedikasi di bidang kesehatan dan berdaya bagi sesama.
"Sedari kecil Naira selalu kami
tanamkan kepekaan sosial dengan dimulai pengamatan-pengamatan sederhana
terutama di lingkungan sekitar. Kebetulan Ayahnya bekerja di bidang kesehatan,
kami selalu memberikan cerita bagaimana seorang dokter itu dapat berbuat banyak
untuk kemanusiaan khususnya di bidang kesehatan, misalnya menolong seseorang
yang lost of hopes dan bisa mengubah dunia seseorang dengan membantu kesembuhan
pasiennya." cerita dr. Purnawan.
Ketika ditanyakan mengapa ingin
berdaya, Naira pun menjawab bahwa selama menjadi manusia yang memiliki potensi
dan kapasitas, maka penting untuk menjadi manusia yang bermanfaat.
"Menurut aku jelas, penting
menjadi manusia yang bermanfaat apalagi kita punya kapasitasnya. Kalau aku
punya kemampuan, resources, support dan keinginan kuat, untuk apa aku pendam
untuk diri sendiri. Secara natural, aku suka membantu orang lain karena membantu dan menolong orang lain itu
menyenangkan. Aku mencari profesi
menjadi orang berdaya dan tetap bermakna buat diri sendiri. Di mana aku punya
kesempatan menjadi orang yang bisa berdaya bagi masyarakat sekitar, inovasi di
masa depan juga." tuturnya.
Belajar dan Berkolaborasi Bersama
Naira Amadea Senoaji adalah murid kelas 10 Sekolah Cikal-Amri Setu.
Naira pun juga menceritakan beberapa
keseruan proses belajar yang dilaksanakan bersama dengan fasilitator mahasiswa
senior fakultas kedokteran Harvard University. Mewakili Indonesia, Naira pun
bertemu dengan pelajar seusianya dari beberapa negara lain seperti Amerika
Serikat, India, Filipina, Ghana dan sebagainya.
"Untuk programnya sendiri
berlangsung selama 4 hari secara virtual. Hari pertama, kami belajar bersama
fasilitator murid senior di Harvard. Di sana pukul 9 pagi, di Indonesia pukul 8
malam. Kami belajar mengenai genetika,
imunologi, kimia organik dan di akhir sesi kita mengerjakan proyek akhir
mengenai penyakit bawaan dan membuat laporannya secara berkelompok." ucap
Naira dengan antusias.
Pengembangan Potensi dan Dukungan
Cikal
Sebagai kepala Sekolah Cikal-Amri
Setu, Siti Fatimah menyatakan kebanggaannya pada Naira Amadea Senoaji dan juga
menyampaikan bahwa Sekolah Cikal-Amri Setu akan senantiasa mendukung Naira dan
murid lainnya melalui program yang berbasis kompetensi dan personalisasi untuk
dipilih dan mengasah minat bakat, serta dukungan mengikuti berbagai kegiatan
nasional hingga internasional.
"Tentu saja kami ikut bangga dan
senang dengan pencapaian Naira sebagai bagian dari perjalanan karir
pendidikannya. Di awal sesi wawancara dengan Naira, kami sudah melihat bahwa
Naira adalah murid yang memiliki kemampuan untuk terus berkembang. Kami
mendukung hal-hal yang dibutuhkan Naira untuk terus berkembang melebihi batas
dirinya saat ini." ucap Siti Fatimah saat dihubungi oleh Tim Cikal.
Di Sekolah Cikal, Naira pun merasa
mendapat dukungan yang luar biasa melalui program, dan dukungan dari pihak
sekolah.
"Aku merasakan dukungan yang kuat
sekali terlebih dalam dukungan mengikuti kegiatan eksternal yang membutuhkan
rekomendasi dari sekolah dalam hal ini rekomendasi konselor sekolah."
ucapnya.
Di akhir cerita, orang tua Naira pun
berharap Naira dapat semakin menikmati proses belajar dan mengembangkan
potensinya tak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk masyarakat lebih luas
melalui dukungan Sekolah Cikal dan program yang dihadirkan sekolah.
"Kami sebagai orang tua sangat
senang mendapat cerita dari Naira bahwa ia sangat menikmati belajar di Cikal.
Naira merasa sangat diberikan ruang untuk pengembangan potensi minat dan bakat
dan dikasih kesempatan untuk menuangkan ide, pola pikir serta mengembangkan
kemampuan akademik maupun non akademik. Harapan kami sebagai orang tua, Naira
bisa enjoy di sekolah Cikal, bisa mengembangkan potensi diri dengan maksimal
bisa berbuat sesuatu yg berarti khusus nya untuk dia sendiri, sekolah cikal dan
lingkungan lebih luas lagi di masa
datang." tutup dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG-KFM.