Loading
Sonia Molina, siswi SD Lentera Harapan Kupang. (Net)
BELUM lama ini kita diperkenalkan dengan anak jenius dari Provinsi Nusa Tenggara Timur –NTT-, Nono, yang disebut sebagai bocah ajaib yang berhasil meraih juara dalam kompetisi matematika internasional yang mampu mengalahkan 7.000 siswa lain dari berbagai negara di dunia.
Dengan peraihannya yang begitu fenomenal itu pun menjadi viral di medsos, lalu diundang datang ke Jakarta dan berbagai kalangan bertemu dengan si bocah, termasuk diundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk bertemu sampai ikut menguji kecerdasan Nono dalam hal berhitung.
Sekarang muncul lagi lewat video yang lagi viral, yakni bocah jenius lain dari NTT juga. Sebuah provinsi yang selama ini dikenal masuk dalam kategori provinsi miskin dan masih cukup banyak anak yang kurang gizi alias stunting. Dia adalah bocah cantik, Sonia Molina, siswi SD Lentera Harapan Kupang. Siswi jenius dan fenomenal ini siap mengguncang dunia dalam lomba aritmatika Olimpiade yang hendak diselenggarakan di Australia pada Juli 2024.
Nono yang melakukan metode berhitungnya dengan alat peraga sempoa, dan dipertontonkan ke kita dengan mempermainkan jari-jarinya, sedangkan Sonia kelihatan lebih cepat lagi cara berhitungnya dengan mempermainkan jari-jarinya juga dengan sangat lincah dan sangat cepat.
Kita hanya terkagum-kagum melihat video yang memertontonkan kejeniusann gadis cilik yang baru berusia 9 tahun dalam berhitung dengan mempermainkan jari-jemarinya dengan sangat lincah dan super cepat tersebut.
Olimpiade Aritmatika adalah sebuah kompetisi yang tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam berhitung, tetapi juga kekuatan mental yang luar biasa. Dalam program ini anak-anak dilatih atau diajarkan untuk melakukan penghitungan matematika secara mental tanpa menggunakan kalkulator atau alat peraga bantu lainnya.

Sonia Molina, siswi SD Lentera Harapan Kupang, bersama ibunya. (Tangkapan layar).
Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kemampuan berhitung, tetapi juga melatih konsentrasi, memori dan kecepatan berpikir.
Itulah yang telah dielajari dan diasah oleh Sonia melalu program matematika yang dikembangkan oleh Universal Megabrain Center –UMC-, Universal Concept of Mental Arithmetic System–UCMAS.
Diharapkan Sonia mampu menyabet gelar juara di ajang bergengsi Olimpiade ini, sehingga anak jenius dan ajaib ini bukan saja mengharumkan nama NTT, tetapi juga nama Indonesia di kancah internasional.
Semoga Sonia dan Nono, juga anak-anak jenius lainnya bisa menginspirasi anak-anak negeri ini untuk bisa menjadi anak-anak Indonesia hebat.
Adapun prestasi Sonia Molina adalah