Selasa, 27 Januari 2026

260 Mahasiswa dan Dosen Indonesia Raih Beasiswa Erasmus+ 2025 untuk Studi ke Eropa


 260 Mahasiswa dan Dosen Indonesia Raih Beasiswa Erasmus+ 2025 untuk Studi ke Eropa 260 Mahasiswa dan Dosen Indonesia raih beasiswa Erasmus+ 2025 untuk studi ke Eropa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO – Sebanyak 260 mahasiswa dan dosen dari Indonesia meraih kesempatan emas untuk melanjutkan studi dan pengembangan akademik di Eropa lewat program beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa pada tahun akademik 2025.

Beasiswa ini memungkinkan para penerima untuk menempuh pendidikan pascasarjana, mengikuti program pertukaran, serta pelatihan akademik di berbagai universitas ternama di Eropa. Indonesia menunjukkan capaian membanggakan dengan menempati posisi ke-8 secara global dalam jumlah penerima Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM)—program beasiswa unggulan di bawah payung Erasmus+.

73 Mahasiswa Raih Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM)

Dari total penerima, 73 orang berhasil lolos dalam skema EMJM, yang memungkinkan mereka menempuh program master selama dua tahun di dua atau lebih negara anggota Uni Eropa. Program ini mencakup berbagai bidang studi dan dirancang untuk memperkuat kompetensi global peserta.

187 Penerima Beasiswa Jangka Pendek Erasmus+

Sementara itu, sebanyak 187 mahasiswa dan dosen lainnya menerima beasiswa jangka pendek untuk program pertukaran, mengajar, atau pelatihan akademik di kampus-kampus mitra di Eropa. Tak hanya itu, sebanyak 75 akademisi dan pelajar dari Eropa juga akan datang ke Indonesia dalam skema pertukaran serupa.

Sejak peluncuran perdana program Erasmus+ pada 2004, tercatat hampir 3.000 pelajar dan akademisi Indonesia telah menjadi penerima manfaat beasiswa ini.

Uni Eropa: Investasi untuk Masa Depan Indonesia

Menurut Thibaut Portevin, Counsellor/Head of Cooperation Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, pendidikan tinggi dan penelitian menjadi fokus penting dalam Strategi Global Gateway Uni Eropa.

“Kami bangga mendukung masa depan Indonesia melalui Program Erasmus+. Para penerima beasiswa adalah calon pemimpin yang akan menciptakan dunia yang lebih hijau, inklusif, dan digital,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama jangka panjang antara Eropa dan Indonesia, terutama dalam ranah pendidikan dan inovasi.

Komitmen Indonesia untuk Internasionalisasi Pendidikan

Dari pihak pemerintah Indonesia, Dr. Yulita Priyoningsih dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan bahwa kerja sama ini turut mendorong mobilitas akademik internasional dan memperkuat jaringan pendidikan global Indonesia.

Suara Penerima Beasiswa: Membangun Jembatan Antarbudaya

Salah satu penerima beasiswa, Noer Risky Ramadhani, mengungkapkan rasa bangganya mewakili Indonesia di kancah internasional.

“Kami akan membawa semangat Indonesia ke ruang kelas Eropa. Kami ingin menjadi agen perubahan, menjembatani perbedaan budaya, dan menginspirasi komunitas kami saat kembali nanti,” tuturnya.

Ajang Pra-Keberangkatan dan Dukungan Alumni

Dalam acara Pre-Departure Briefing Erasmus+ 2025, para penerima beasiswa mendapatkan pembekalan dari alumni dan perwakilan Uni Eropa. Organisasi Erasmus Mundus Student and Alumni Association (EMA) Indonesia juga hadir memberikan dukungan serta berbagi pengalaman agar para peserta siap menghadapi tantangan studi lintas negara dan budaya.

Editor : Farida Denura

Beasiswa Terbaru