Selasa, 27 Januari 2026

Erasmus+ 2025: Peluang Beasiswa ke Eropa tanpa Kuota Negara, Semua Ditentukan Kualitas Mahasiswa


  Erasmus+ 2025: Peluang Beasiswa ke Eropa tanpa Kuota Negara, Semua Ditentukan Kualitas Mahasiswa Counsellor/Head of Cooperation, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Thibaut Portevin pada acara Pra-Keberangkatan Penerima Beasiswa Erasmus+ di Jakarta, Sabtu (26/7/2025). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

JAKARTA, SCHOLAE.CO — Peluang mahasiswa Indonesia untuk meraih beasiswa ke Eropa melalui program Erasmus+ terbuka luas tanpa batasan kuota per negara. Hal ini ditegaskan oleh Thibaut Portevin, Counsellor/Head of Cooperation dari Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia dalam acara pelepasan penerima beasiswa Erasmus+ di Jakarta, Sabtu (26/7/2025).

Menurut Thibaut, faktor utama yang menentukan jumlah penerima beasiswa dari suatu negara adalah kualitas pelamarnya, bukan sistem kuota nasional. "Jumlah mahasiswa Indonesia yang dikirim ke Eropa sepenuhnya bergantung pada kualitas pelamarnya sendiri. Kami tidak menetapkan kuota per negara," jelasnya.

Mahasiswa Indonesia Dinilai Dinamis dan Kompetitif

Ia menambahkan, tren peningkatan jumlah mahasiswa internasional di Eropa semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Thibaut optimistis bahwa minat dan daya saing mahasiswa Indonesia akan terus meningkat, mengingat kreativitas dan semangat belajar yang tinggi.

"Banyak universitas di Eropa yang sangat terbuka terhadap mahasiswa internasional, dan pelamar dari Indonesia termasuk yang dinamis dan kreatif. Ini peluang besar," ungkapnya.

Beasiswa Erasmus+ dan Prioritas Uni Eropa di Indonesia

Program Erasmus+ merupakan bagian dari Strategi Global Gateway Uni Eropa, yang mendorong investasi di sektor pendidikan tinggi dan penelitian, sekaligus mempererat kerja sama dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Uni Eropa juga akan menggelar Pameran Pendidikan Tinggi Eropa di Yogyakarta dan Jakarta. "Kami melihat antusiasme besar dari universitas-universitas Indonesia. Ini menjadi momentum baik untuk memperluas kemitraan antara EU dan Indonesia dalam bidang pendidikan," tutur Thibaut.

260 Warga Indonesia Raih Beasiswa Erasmus+ Tahun 2025

Pada tahun akademik 2025, sebanyak 260 mahasiswa dan dosen asal Indonesia berhasil meraih beasiswa Erasmus+. Dari jumlah tersebut, 73 orang merupakan penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM), menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 secara global dalam jumlah penerima EMJM terbanyak.

Penerima EMJM akan menempuh studi pascasarjana lintas negara selama dua tahun di berbagai universitas anggota Uni Eropa. Sementara itu, 187 lainnya menerima beasiswa pertukaran jangka pendek, untuk keperluan studi, pengajaran, atau pelatihan.

Menariknya, pertukaran ini bersifat dua arah. Sebanyak 75 mahasiswa dan akademisi dari Eropa juga akan datang ke Indonesia melalui program yang sama.

Sejak program ini diluncurkan pada 2004, hampir 3.000 mahasiswa dan dosen Indonesia telah menikmati manfaat dari beasiswa Erasmus+, menjadikannya salah satu skema beasiswa internasional paling bergengsi dan terbuka.

Editor : Farida Denura

Beasiswa Terbaru