YOGYAKARTA - Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan meluncurkan 1.000 beasiswa unggulan untuk mahasiswa program
sarjana, pascasarjana, dan doktoral di seluruh Indonesia dengan anggaran
sebesar Rp94 miliar.
"Seribu beasiswa unggulan itu dialokasikan
untuk mahasiswa, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta," kata
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
Musa Yosef di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia di sela peluncuran
beasiswa unggulan, anggaran Rp94 miliar itu tidak hanya dialokasikan
bagi penerima beasiswa yang baru, tetapi juga mahasiswa lama tahun
ajaran 2010/2011.
"Meskipun sempat mengalami penurunan, program
yang digulirkan sejak 2006 itu selalu mengundang peminat dan terserap
sepenuhnya," katanya.
Ia mengatakan peminat dari Pulau Jawa
mendominasi penerima beasiswa unggulan tersebut. Beasiswa diberikan
untuk menutup pembayaran biaya pendidikan atau Sumbangan Pengembangan
Pendidikan (SPP) mahasiswa selama kuliah.
"Untuk mahasiswa yang
kuliah di luar negeri dalam program `double degree`, beasiswa juga
mencakup untuk pemenuhan kebutuhan biaya hidup selama kuliah," katanya.
Menurut dia, tahun ini 1.000 penerima beasiswa merupakan hasil seleksi
dari sekitar 10.000 calon yang diseleksi. Untuk mendapatkan beasiswa
tersebut mahasiswa disyaratkan mempunyai Indeks Prestasi (IP) minimal
3,25 dan TOEFL 500.
Beasiswa unggulan itu, kata dia, tidak hanya
membuka kesempatan bagi mereka yang memiliki nilai akademik bagus,
tetapi juga bagi yang memiliki prestasi di bidang olahraga dan seni.
Ia mengatakan perguruan tinggi yang mengajukan mahasiswa untuk
mendapatkan beasiswa unggulan itu memiliki akreditasi minimal B dan
sedang mengembangkan program "double degree" di kampusnya.
"Jumlah penerima beasiswa maupun besarannya tergantung dari
masing-masing perguruan tinggi. Bisa saja satu universitas berbeda
dengan yang lain dalam penerimaan jumlah beasiswa tersebut," kata Musa.