Selasa, 27 Januari 2026

Ragil Pratiwi, Kisah Anak Guru Matematika yang Berhasil Tembus Imperial College London


  • Penulis Farida Denura
  • Rabu, 22 April 2015 | 00:00
  • | Beasiswa
 Ragil Pratiwi, Kisah Anak Guru Matematika yang Berhasil Tembus Imperial College London Ragil sedang membawakan presentasi karya ilmiah di Indonesian Petroleum Association an International Petroleum Industry Convention and Exhibition beberapa waktu yang lalu. (Foto-Foto: Dok.Pri)
Ragil Pratiwi atau biasa disapa Tiwi lahir di Banyuwangi, 19 Oktober 1990, merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakaknya semua laki-laki sehingga membuat dia sedikit agak tomboy. Ayahnya seorang guru Matematika dan bekerja sebagai peternak ayam untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, sedangkan ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan memiliki toko makanan didepan rumahnya sehingga ibunya selalu bisa merawat dan menjaga anak anaknya dengan baik.

Tiwi lahir dari keluarga sederhana yang memiliki mimpi besar untuk meraih gelar Doktor di Eropa. Sejak di bangku sekolah Tiwi sering mendapatkan juara kelas. Semasa SMA, Tiwi sangat senang berpetualang, namun keinginannya untuk berpetualang sering tidak diizinkan oleh orang tuanya, maklum Tiwi anak terakhir perempuan. Dari situlah muncul keinginan Tiwi untuk mengambil jurusan Teknik Geologi untuk lebih mengenal bumi, dan akan sering berpetualang. Akhirnya saat kelas 3 SMA, Tiwi mengambil Ujian Masuk Tahap 1 Universitas Diponegoro (Undip) dengan mengambil jurusan Teknik Geologi dan pilihan kedua jurusan Oceanorgrafi. Alhamdulillah pilihan pertama Tiwi lolos, dan melanjutkan pendidikannya di jurusan tersebut.

Semasa Kuliah
Tiwi merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Beberapa organisasi yang diikuti Tiwi antara lain: Kepala Departemen Akademik American Association of Petroleum Geologist (AAPG) UNDIP Student Chapter. Anggota Tim Riset Geologi “GeoReseach Magmadipa”,Staff Departemen PSDM HMTG “MAGMADIPA” UNDIP, Anggota Bela Diri Silat “Merpati Putih” kolat UNDIP, Anggota Forum Kaderisasi Fakultas Teknik UNDIP. Selain itu, dalam bidang akademik, Tiwi pernah mengikuti beberapa kompetisi, antara lain: Juara 1 Lomba Pemetaan Geologi “Geology Open Challenge” di Universitas Jenderal Soedirman tingkat Nasional tahun 2012. Juara 2 Lomba Mahasiswa Berprestasi UNDIP

Tiwi juga merupakan Asisten Dosen dan praktikum di Geologi, dan Teknik Perencaan Wilayan dan Kota UNDIP. Beberapa penelitian dan jurnal ilmiah yang sudah Tiwi terbitkan antara lain: Ragil, P., Nugroho, H., Widiarso, D.A., Lesmana, R., “Structural Geology and Tectonism Influence in Predicting Coalbed Methane Potential of Seam Pangadang-A, in "Dipa" Field, South Sumatera Basin,” Proceeding of 38th Indonesian Petroleum Association (IPA) Annual Convention and Exhibition, May 21th - 23th, 2014, IPA14-G-247. Pratiwi, R., Kurniawan, W., Nugroho, H. “Preliminary Study of Underground Coal Gasification (UCG) Potential in Muara Wahau Area, Kutai Basin,” Proceeding of 38th Indonesian Petroleum Association (IPA) Annual Convention and Exhibition, May, 2013, IPA13-SG-005.

Pratiwi, R., Kurniawan, W., Nugroho, H. “Kutai Basin : A Prospect of UCG in Indonesia,” Proceeding of Conference of Indonesian Student in Korea (CISAK), Daejon, South Korea, July 2013. Pratiwi, R., Kurniawan, W. Nugroho, H., “Preliminary Study of Underground Coal Gasification Potential in Muara Wahau Area, Kutai Basin,” Proceeding of 37th Indonesian Petroleum Association (IPA) Annual Convention and Exhibition, May 14th - 23th, 2013, IPA13-SG-005. Pratiwi, R., Shima, J., Lumbantoruan. R., “The Turbidite Deposit Characteristics of Miocene Kerek Formation Based on Outcrops and Description of Petrography in Kalibade River, Bawen Area, Semarang, Central Java” Proceeding of 41th Indonesian Geologist Association Annual Convention and Exhibition), September 18th – 20th 2012, PITIAGI-SS-12.

Setelah Lulus
Setelah lulus, Tiwi bekerja disalah satu perusahaan servis oil and gas, PT. Geoservices. Selain itu, saat ini, dia juga masih aktif beroganisasi dan menulis, di organisasi Forum Geosaintis Muda Indonesia, (FGMI) web: fgmi.iagi.or.id sebagai Tim Media dan Jurnalistik. Tim ini menulis majalah FGMI yang diterbitkan setiap 3 bulan dan diberi nama : JENDELA GEOSAINTIS.

Pengalaman di Imperial College London
Setelah bekerja selama satu tahun, Tiwi merasa masih kurang dalam hal keilmuan petroleum yang dia geluti, sehingga dia merasa perlu untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Tiwi memang bukan berasal dari keluarga yang berbahasa Inggris, namun orang tuanya selalu mendukung dia untuk mengambil kursus Bahasa Inggris selama 6 tahun sejak SMP hingga SMA.

Setahun lalu, Tiwi mengambil kursus IELTS kelas malam di salah satu tempat kursus di Jakarta. Sehingga setelah selesai bekerja, dia langsung berangkat ke tempat les. Selama bulan Agustus hingga Desember 2014, Tiwi mengurus kelengkapan untuk persyaratan beasiswa, seperti mengurus surat rekomendasi dari dosen di Semarang, motivation letter/personal statement letter, dan beberapa dokumen lainnya.

Setelah selesai mengurus les IELTS, Tiwi mengambil Tes IELTS pada bulan Januari 2015, Alhamdulillah nilai memenuhi syarat untuk mendaftar universitas di Inggris. Kemudian Tiwi mendaftar di beberapa kampus, dan dia diterima di Imperial College London, University of Manchester, University of Aberdeen dan University College London. Akhirnya Tiwi memilih Imperial College London karena beberapa pertimbangan.

Setelah mendapatkan Letter of Acceptance dari Imperial College London, dan Tiwi diizinkan untuk mengambil master degree di Imperial, Tiwi mendaftar beasiswa LPDP pada bulan Januari 2015. Setelah mengikuti tahap seleksi administrasi, seleksi leaderless group discussion, dan seleksi wawancara, Tiwi lolos dari sekitar 2000 pendaftar menjadi 250 mahasiswa yang akan menerima beasiswa LPDP program master degree luar negeri.

Tiwi berencana untuk berangkat ke London pada akhir bulan September, dan memulai kuliah pada 3 Oktober 2015. Tiwi bercita – cita untuk menjadi profesional dalam bidang oil and gas, serta berbagi ilmu dengan menjadi dosen terbang di UNDIP, serta cita–cita jangka panjang untuk Indonesia adalah membangun konsultan dan perusahaan jasa dalam bidang oil and gas yang berskala internasional, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja untuk banyak orang dan bermanfaat untuk mereka.

Seperti dikisahkan Ragil Pratiwi kepada scholae.co, Rabu (22/4/2015)
Penulis : Farida Denura

Beasiswa Terbaru