JAKARTA - Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, sehingga setiap orang berhak untuk meneruskan jenjang pendidikannya. Namun, banyak anak Indonesia yang terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi dan mengubur mimpi mereka. Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan, SCG kembali menghadirkan “SCG Sharing the Dream” sebuah program beasiswa yang mengedepankan nilai-nilai moral anak-anak Indonesia.
Melalui program Sharing the Dream, SCG membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk meraih kembali mimpi mereka. Program ini dibuka bagi para pelajar menengah atas yang memiliki apresiasi terhadap keluarga mereka dan berkontribusi dalam masyarakat, namun kesulitan melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi. Tahun ini, SCG menyediakan 350 beasiswa, yang tersebar di Jakarta, Bogor, Cileungsi, Karawang, Tangerang Selatan, Sukabumi, dan Bayah.
“Salah satu filosofi bisnis SCG adalah mengenai tanggung jawab sosial. SCG Sharing the Dream adalah salah satu program CSR perusahaan yang merefleksikan filosofi ini. Program ini ditujukan untuk memperbaiki pengembangan kualitas sumber daya manusia di ASEAN dengan memberikan bantuan pendidikan untuk para pelajar berprestasi yang kesulitan melanjutkan sekolah. Kami berharap program ini dapat membantu memenuhi kebutuhan para pelajar di ASEAN dan mendukung mereka untuk terus mengejar mimpi mereka,” kata Nantapong Chantrakul, Country Director SCG Indonesia dalam siaran pers yang diterima scholae.co, Kamis (11/6/2015).
Di Indonesia, hampir 40 persen dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam laporan tahun 2012, UNICEF menyebutkan 42% anak-anak di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat terpaksa putus sekolah. Faktor budaya dan ekonomi merupakan beberapa penyebab anak putus sekolah.
Data ini tentunya sangat disayangkan mengingat jenjang SMA merupakan bagian penting bagi anak untuk mencapai mimpi mereka. Jenjang ini bukan hanya merupakan pendidikan formal bagi mereka, tapi juga mempersiapkan anak untuk menyambut kehidupan dunia yang sebenarnya. Di masa SMA, siswa/siswi diajar untuk melatih kemampuan mereka dalam berinteraksi, mendengarkan serta memproses informasi yang mereka dapatkan.
Selain melaksanakan program SCG Sharing the Dream untuk membantu mengurangi angka anak putus sekolah, SCG ingin mendorong semua pihak, termasuk sektor swasta, untuk mendukung prioritas pemerintah dalam mengatasi isu anak putus sekolah dengan memberikan dukungan atas pendidikan yang berkelanjutan untuk para pelajar dari keluarga kurang mampu, agar dapat menciptakan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia, serta di kawasan ASEAN.
Program Sharing the Dream merupakan kontribusi perusahaan untuk menciptakan dampak jangka panjang pada aspek sosial dan ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia. Program regional ini telah dimulai sejak tahun 2007 dan hingga saat ini telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 5.000 pelajar berprestasi di Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Myanmar. Di Indonesia, Sharing the Dream telah diselenggarakan untuk tahun ketiga sejak 2013. SCG kembali bekerja sama dengan Ancora Foundation untuk menyediakan bantuan pendidikan kepada 25 sekolah terpilih di daerah sekitar SCG beroperasi di Indonesia.
Pendaftaran beasiswa dibuka sejak 18 Mei 2015 dan akan ditutup pada 25 Juni mendatang. Pendaftar dapat mengumpulkan esai bertema “Kepemimpinan”. Para penerima beasiswa akan diumumkan pada tanggal 19 Agustus 2015 dan sejumlah 350 siswa/siswi tersebut akan menerima bantuan biaya pendidikan senilai total Rp 700 juta beserta peralatan sekolah.
“SCG Sharing the Dream merupakan upaya kami untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan kaum muda. Melalui program ini, SCG dan seluruh anak perusahaan bersama dengan seluruh karyawan didorong untuk berpartisipasi dalam pembangunan sosial berkelanjutan yang sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. SCG berharap dapat menjembatani kesenjangan pendidikan dan membantu memajukan generasi muda Indonesia,” tambah Nantapong.
Tentang SCG
SCG, merupakan salah satu konglomerat terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: SCG Cement - Building Materials, SCG Chemicals, dan SCG Paper. Dengan lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 51.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan saat ini dan masa depan konsumen yang inovatif.
Dengan keyakinan pada potensi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk mendukung pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, SCG terus memperluas operasinya dalam mengejar menjadi pemimpin bisnis yang berkelanjutan di kawasan ASEAN sesuai dengan visi SCG. Baru-baru ini, Grup telah berinvestasi di beberapa proyek di seluruh kawasan ASEAN di antaranya adalah pabrik semen greenfield pertama yang terintegrasi di Indonesia dan Myanmar, akuisisi Prime Group Joint Stock Company, produsen keramik terkemuka di Vietnam, dan akuisisi PT Primacorr Mandiri dan Indoris Printingdo, produsen kemasan terkemuka di Indonesia.
SCG mulai mengoperasikan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1995 dan secara bertahap telah memperluas investasi dalam berbagai macam bisnis seperti PVC, ubin keramik, dan joint venture dengan mitra lokal dalam bisnis bahan bangunan. Saat ini, SCG memiliki sekitar 6.500 karyawan di Indonesia dan 24 perusahaan di berbagai industri termasuk semen dan bahan bangunan, kimia, dan manufaktur kertas. (PR)