Loading
DR. AB Susanto, M.Sc Koordinator Beasiswa Unggulan
Beragam beasiswa ditawarkan pemerintah maupun swasta bagi mahasiswa. Peminatnya dari berbagai kalangan, mulai dari yang tak mampu hingga yang berpunya.
Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan
masyarakat menjadi salah satu penentu kemajuan suatu bangsa. Data
menunjukkan, semakin tinggi persentase masyarakat terdidik, akan semakin
tinggi indeks daya saing global yang dicerminkan kemampuan daya beli
masyarakat, pendidikan, kesehatan masyarakat, pemerintah yang akuntabel,
dan mekanisme pasar yang sehat.
Renny R Budijanto PhD, kandidat
dari Faculty of Education, University of Canberra Australia yang juga
penerima Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud mengatakan pada 2010,
merujuk data Global Competitive Index (GCI), Indonesia berada pada urutan ke-44 dari 125 negara.
Jika
dibandingkan dengan negara ASEAN, Indonesia masih berada di urutan ke-5
dari 7 negara. Indeks daya saing Indonesia masih berada di bawah
Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand, meskipun lebih
baik dari Filipina dan Vietnam.
Peningkatan kualitas sumber daya
manusia menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan daya saing
global. Tidak hanya unggul dan mendalami keahlian di bidangnya
masing-masing, tetapi sumber daya manusia Indonesia diharapkan memiliki
pemahaman kebangsaan yang komprehensif, memiliki integritas,
kredibilitas, dan daya juang prima, serta memiliki kepercayaan diri yang
tinggi dan mengutamakan kreativitas dalam menghadapi persaingan global
yang
semakin tajam.
Di lain pihak, pendidikan masih dirasa
suatu hal yang mewah bagi rakyat, terutama jika dikaitkan dengan
pendidikan tinggi. Jangankan untuk rakyat kelas bawah, masyarakat kelas
menengah pun masih akan sangat terbeban dengan biaya yang harus
ditanggung untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Bekal pandai
saja memang tidak cukup untuk bisa menembus komunitas perguruan tinggi.
Mengantisipasi masalah tersebut pemerintah melalui Kemendikbud
mencanangkan Misi 5K untuk meningkatkan layanan pendidikan yang mengacu
pada ketersediaan, keterjangkauan, kualitas mutu, kesetaraan, dan
kepastian, untuk masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan di mana
diwujudkan dalam bentuk
Program Beasiswa Unggulan (PBU) yang
disediakan bagi seluruh lapisan masyarakat luas, termasuk mpeneliti,
wartawan, tokoh, penulis, molahragawan, atau profesi lainnya. Lebih
lanjut Budijanto mengatakan, PBU memungkinkan masyarakat luas untuk
dapat mengenyam pendidikan tinggi, baik jenjang S-1, S-2, dan S-3.
Program
ini juga memberi dukungan dalam bentuk lainnya kepada masyarakat luas,
seperti pembiayaan workshop, pembiayaan untuk mengikuti kompetisi ke
luar negeri, keikutsertaan dalam konferensi internasional, pembiayaan
Pendidikan tinggi masih dirasa sesuatu yang mewah bagi rakyat.
Program Beasiswa Unggulan (PBU)
memungkinkan masyarakat luas dapat mengenyam pendidikan tinggi, baik
jenjang S-1, S-2, dan S-3, shortcourse, dan lain-lain. Dikatakan
Budijanto, PBU tidak hanya memberikan pembiayaan studi di dalam negeri,
namun juga mendorong masyarakat Indonesia melakukan studi di luar
negeri, bahkan salah satu skema yang ditawarkan adalah juga memberi
dukungan finansial bagi masyarakat luar negeri untuk melakukan studi di
perguruan tinggi di Indonesia.
Koordinator PBU dari Biro
Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN), Kemendikbud, DR AB
Susanto, MSc, menambahkan, PBU cukup banyak membantu S-3, baik di dalam
maupun di luar negeri.
Sementara Kepala Biro PKLN Ananto Kusuma
Seta, PhD, mengemukaan target PBU adalah mencetak SDM unggul dan
menebarkan SDM yang berkualitas. Para penerima diharapkan meningkatkan
prestasinya, mengingat mahasiswa mendapatkan biaya kuliah, biaya buku,
dan biaya hidup sampai lulus.
Ragam Beasiswa
Ananto
menambahkan, beberapa PBU yang ditawarkan adalah Beasiswa Unggulan
Program Sarjana, Beasiswa Unggulan Program Magister, Beasiswa Unggulan
Program Doktor,Beasiswa Tunjangan Kreativitasyang diperuntukkan bagi
siswa-siswi pemenang kejuaraan tingkat internasional dalam berbagai
bidang (vokasi, olahraga, seni, dan sains), Beasiswa Mahasiswa Asing
(Palestina dan lain-lain), program khusus untuk mahasiswa asing dan
diutamakan untuk negara Palestina, dan lain-lain. Program ini digunakan
untuk menstimulus program studi yang menyelenggarakan gelar ganda dan
kembaran.
Selain itu, tersedia beasiswa unggulan khusus untuk studi
lanjut bagi olahragawan berprestasi tingkat nasional dan internasional,
serta pemenang olimpiade sains, seni, dan iptek. Beasiswa unggulan
khusus untuk peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan,
olahragawan, dan tokoh. Beasiswa kemitraan alumni digunakan untuk
pembinaan alumni program beasiswa unggulan jenjang pendidikan sarjana
(S-1) atau sederajat, magister (S-2) dan doktor (S-3). Beasiswa Akuntasi
Pemerintahan merupakan program khusus untuk bidang kajian akuntasi
pemerintah. Ini diperlukan untuk mendukung terciptanya pemerintah yang
akuntabel (good governance).
Beasiswa dari pemerintah
lainnya adalah Beasiswa BUMN Peduli, yang belum lama ini memberikan
beasiswa kepada 277 mahasiswa UGM. BRI juga memiliki program beasiswa.
Beasiswa lainnya seperti dikutip dari Pusat Data dan Analisa Tempo
edisi 16 tahun 2011, juga khusus untuk beasiswa dalam negeri, seperti
Beastudi Etos, beastudi yang diperuntukkan bagi mahasiswa berpotensi
namun memiliki keterbatasan ekonomi di sembilan wilayah dan 10 PTN di
Indonesia.
Adapun yayasan Supersemar, yayasan yang mengucurkan
dananya ke seluruh provinsi Indonesia, sejak berdiri hingga sekarang. PT
Thiess Contractors Indonesia juga sejak 2004 menawarkan Undergraduate Program, program beasiswa dengan ikatan dinas bagi mahasiswaIndonesia.
Beasiswa
lainnya yang ditawarkan pihak swasta adalah beasiswa dari Yayasan
Toyota dan Astra, yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa S-1 dari 50 perguruan
tinggi terpilih di seluruh Indonesia. BCA Finance, sejak 2009
memberikan dana beasiswa kepada 20 mahasiswa berprestasi senilai total
Rp 360 juta.
Pada 2010 beasiswa diberikan ke 35 mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi senilai Rp 420 juta. Bank lainnya yang memberikan beasiswa adalah Rabobank melalui Rabobank Undergraduate Scholarship untuk mahasiswa S-1 IPB. Unilever memiliki program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa PTN sejak 1950. Yayasan Karya Salemba Empat juga memberikan beasiswa.