Selasa, 27 Januari 2026

Mengejar Beasiswa Unggulan


  • Penulis Farida Denura
  • Kamis, 01 Maret 2012 | 00:00
  • | Fokus
 Mengejar Beasiswa Unggulan DR. AB Susanto, M.Sc Koordinator Beasiswa Unggulan

Beragam beasiswa ditawarkan pemerintah maupun swasta bagi mahasiswa. Peminatnya dari berbagai kalangan, mulai dari yang tak mampu hingga yang berpunya.

Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan masyarakat menjadi salah satu penentu kemajuan suatu bangsa. Data menunjukkan, semakin tinggi persentase masyarakat terdidik, akan semakin tinggi indeks daya saing global yang dicerminkan kemampuan daya beli masyarakat, pendidikan, kesehatan masyarakat, pemerintah yang akuntabel, dan mekanisme pasar yang sehat.

Renny R Budijanto PhD, kandidat dari Faculty of Education, University of Canberra Australia yang juga penerima Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud mengatakan pada 2010, merujuk data Global Competitive Index (GCI), Indonesia berada pada urutan ke-44 dari 125 negara.

Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, Indonesia masih berada di urutan ke-5 dari 7 negara. Indeks daya saing Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand, meskipun lebih baik dari Filipina dan Vietnam.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan daya saing global. Tidak hanya unggul dan mendalami keahlian di bidangnya masing-masing, tetapi sumber daya manusia Indonesia diharapkan memiliki pemahaman kebangsaan yang komprehensif, memiliki integritas, kredibilitas, dan daya juang prima, serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mengutamakan kreativitas dalam menghadapi persaingan global yang
semakin tajam.    

Di lain pihak, pendidikan masih dirasa suatu hal yang mewah bagi rakyat, terutama jika dikaitkan dengan pendidikan tinggi. Jangankan untuk rakyat kelas bawah, masyarakat kelas menengah pun masih akan sangat terbeban dengan biaya yang harus ditanggung untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Bekal pandai saja memang tidak cukup untuk bisa menembus komunitas perguruan tinggi. Mengantisipasi masalah tersebut pemerintah melalui Kemendikbud mencanangkan Misi 5K untuk meningkatkan layanan pendidikan yang mengacu pada ketersediaan, keterjangkauan, kualitas mutu, kesetaraan, dan kepastian, untuk masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan di mana diwujudkan dalam bentuk

Program Beasiswa Unggulan (PBU) yang disediakan bagi seluruh lapisan masyarakat luas, termasuk mpeneliti, wartawan, tokoh, penulis, molahragawan, atau profesi lainnya. Lebih lanjut Budijanto mengatakan, PBU memungkinkan masyarakat luas untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi, baik jenjang S-1, S-2, dan S-3.

Program ini juga memberi dukungan dalam bentuk lainnya kepada masyarakat luas, seperti pembiayaan workshop, pembiayaan untuk mengikuti kompetisi ke luar negeri, keikutsertaan dalam konferensi internasional, pembiayaan Pendidikan tinggi masih dirasa se­suatu yang mewah bagi rakyat.

Program Beasiswa Unggulan (PBU) memungkinkan masyarakat luas dapat mengenyam pendidi­kan tinggi, baik jen­jang S-1, S-2, dan S-3, shortcourse, dan lain-lain. Dikatakan Budijanto, PBU tidak hanya memberikan pembiayaan studi di dalam negeri, namun juga mendorong masyarakat Indonesia melakukan studi di luar negeri, bahkan salah satu skema yang ditawarkan adalah juga memberi dukungan finansial bagi masyarakat luar negeri untuk melakukan studi di perguruan tinggi di Indonesia.

Koordinator PBU dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN), Kemendikbud, DR AB Susanto, MSc, menambahkan, PBU cukup banyak membantu S-3, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sementara Kepala Biro PKLN Ananto Kusuma Seta, PhD, mengemukaan target PBU adalah mencetak SDM unggul dan menebarkan SDM yang berkualitas. Para penerima diharapkan meningkatkan prestasinya, mengingat mahasiswa mendapatkan biaya kuliah, biaya buku, dan biaya hidup sampai lulus.

Ragam Beasiswa
Ananto menambahkan, beberapa PBU yang ditawarkan adalah Beasiswa Unggulan Program Sarjana, Beasiswa Unggulan Program Magister, Beasiswa Unggulan Program Doktor,Beasiswa Tunjangan Kreativitasyang diperuntukkan bagi siswa-siswi pemenang kejuaraan tingkat internasional dalam berbagai bidang (vokasi, olahraga, seni, dan sains), Beasiswa Mahasiswa Asing (Palestina dan lain-lain), program khusus untuk mahasiswa asing dan diutamakan untuk negara Palestina, dan lain-lain. Program ini digunakan untuk menstimulus program studi yang menyelenggarakan gelar ganda dan kembaran.

Selain itu, tersedia beasiswa unggulan khusus untuk studi lanjut bagi olahragawan berprestasi tingkat nasional dan internasional, serta pemenang olimpiade sains, seni, dan iptek. Beasiswa unggulan khusus untuk peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan, dan tokoh. Beasiswa kemitraan alumni digunakan untuk pembinaan alumni program beasiswa unggulan jenjang pendidikan sarjana (S-1) atau sederajat, magister (S-2) dan doktor (S-3). Beasiswa Akuntasi Pemerintahan merupakan program khusus untuk bidang kajian akuntasi pemerintah. Ini diperlukan untuk mendukung terciptanya pemerintah yang akuntabel (good governance).

Beasiswa dari pemerintah lainnya adalah Beasiswa BUMN Peduli, yang belum lama ini memberikan beasiswa kepada 277 mahasiswa UGM. BRI juga memiliki program beasiswa.

Beasiswa lainnya seperti dikutip dari Pusat Data dan Analisa Tempo edisi 16 tahun 2011, juga khusus untuk beasiswa dalam negeri, seperti Beastudi Etos, beastudi yang diperuntukkan bagi mahasiswa berpotensi namun memiliki keterbatasan ekonomi di sembilan wilayah dan 10 PTN di Indonesia.

Adapun yayasan Supersemar, yayasan yang mengucurkan dananya ke seluruh provinsi Indonesia, sejak berdiri hingga sekarang. PT Thiess Contractors Indonesia juga sejak 2004 menawarkan Undergraduate Program, program beasiswa dengan ikatan dinas bagi mahasiswaIndonesia.

Beasiswa lainnya yang ditawarkan pihak swasta adalah beasiswa dari Yayasan Toyota dan Astra, yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa S-1 dari 50 perguruan tinggi terpilih di seluruh Indonesia. BCA Finance, sejak 2009 memberikan dana beasiswa kepada 20 mahasiswa berprestasi senilai total Rp 360 juta.

Pada 2010 beasiswa diberikan ke 35 mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi senilai Rp 420 juta. Bank lainnya yang memberikan beasiswa adalah Rabobank melalui Rabobank Undergraduate Scholarship untuk mahasiswa S-1 IPB. Unilever memiliki program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa PTN sejak 1950. Yayasan Karya Salemba Empat juga memberikan beasiswa.

Sementara Eka Tjipta Foundation memberikan beasiswa bagi mahasiswa S-1 dalam negeri yang berprestasi tetapi mempunyai keterbatasan finansial. Eka Tjipta Foundation bekerja sama dengan PT SMART Tbk memberikan beasiswa kepada mahasiswa di Universitas Keguruan dan Ilmu Pendidikan maupun mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. GE Foundation Scholar-Leaders Program merupakan program beasiswa yang ditawarkan kepada para mahasiswa S-1 di Indonesia, yang diberikan mulai semester tiga sampai delapan. Sementara Tanoto Foundation merupakan yayasan yang memiliki kepedulian pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan pengembangan sektor pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Sampoerna Foundation menawarkan beasiswa program Master of Business Administration (MBA) pada sekolah bisnis, ternama di Amerika, Prancis, Inggris, atau Singapura.

Sumber: Harian Sore Sinar Harapan


Penulis : Farida Denura

Fokus Terbaru