Selasa, 27 Januari 2026

Jurus Menggugah Semangat Kebangsaan Mahasiswa


  • Penulis Farida Denura
  • Jumat, 30 Maret 2012 | 00:00
  • | Fokus
 Jurus Menggugah Semangat Kebangsaan Mahasiswa
Mahasiswa digugah kesadarannya akan identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Berbagai kegiatan bertema kebangsaan digelar di kampus untuk terus memperkuat identitas bangsa, mulai dari lomba karya tulis hingga rangkaian acara commyouthnalism.

Sambut hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2011, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom)  Universitas Budi Luhur Jakarta menyelenggarakan acara Communication Days, mengusung tema “Communication Youth and Nationalism” dengan serangkaian acara berbasis pendidikan, pengetahuan, dan hiburan.
   
Acara berskala nasional yang berlangsung sejak 25-28 Oktober 2011 ini mengundang pululan mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia yang juga merupakan finalis lomba karya tulis ilmiah bertema “Globalisasi Pemuda dan Identitas Bangsa”.
    
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Jakarta, Liza Dwi Ratna Dewi, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Fikom Universitas Budi Luhur terhadap kondisi bangsa terutama kaum muda yang saat ini mengalami krisis identitas.
    
Namun di tengah kondisi tersebut lanjut Liza, mahasiswa sebagai masa depan bangsa memberikan sebuah harapan bagi bangsa. Hal tersebut dikarenakan sejak dini Fikom Universitas Budi Luhur sudah mendoktrinkan mahasiswanya untuk selalu menghargai budaya Indonesia, menghargai kembali nilai-nilai budaya lokal.
    
Akibatnya, kata Liza, mahasiswa terdorong untu menggelar lomba karya penulisan ilmiah bertema “Globalisasi Pemuda dan Identitas Bangsa” yang ditawarkan melalui dimana cukup banyak mendapat respon para mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dari 120 karya ilmiah yang dikirim, tepilih 18 karya ilmiah sebagai karya finalis dimana mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  

Sementara pimpinan Media Group, Surya Paloh dalam orasinya yang disampaikan di hadapan civitas akademika Universitas Budi Luhur, Jakarta menilai satu ironi sedang terjadi di tengah-tengah bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang berdaulat, Indonesia masih mencari-cari jati diri belum berdaulat sepenuhnya di bidang politik dan belum berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di bidang ekonomi. Sepanjang bangsa ini masih memiliki ketergantungan yang begitu besar dengan pihak-pihak lain. Bukan atas dasar kesetaraan duduk sama tegak berdiri sama tinggi. Dengan utang pinjaman yang begitu luar biasa dari waktu ke waktu. Itu memberitahukan dengan jelas yang harus kita yakini, kita belum berdaulat sepenuhnya di bidang politik. Selain itu, ciri-ciri tidak berdikarinya Indonesia adalah dengan membanjirnya produk impor di kehidupan masyarakat.

Surya Paloh juga mengatakan pemuda Indonesia harus diwarisi budaya-budaya nasional yang penuh dengan kearifan. Budaya ini bisa dikembangkan menjadi kepribadian Indonesia. Ia menilai karakter pemuda yang khas yakni spontan, berani, dan jujur dapat menjadi modal tersendiri bagi komunikasi politik bangsa. Sayangnya, Surya Paloh merasa kebanyakan pemuda tidak terlalu memahami nasionalisme sehingga spiritnya terancam.
    
Sementara budayawan, Sujiwo Tedjo,  berharap orang Indonesia bisa mengadaptasi budaya dengan lebih bijaksana, seperti halnya alat musik terompet yang merupakan produk barat , di Indonesia diolah menjadi musik tanjidor. Budaya asing yang masuk kata dia, hendaknya jangan ditelan secara mentah-mentah. Akan tetapi harus disesuaikan dengan budaya Indonesia.
    
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Budi Luhur, Jakarta, Dr. M. Hartun Sunjata, M.Sc berpesan kepada para mahasiswa untuk bangun dan terus memperkuat identitas bangsa Indonesia. Dengan demikian bangsa Indonesia tidak akan habis ditelan derasnya arus globalisasi.
    
Ketua Communication Days 2011 atau dikenal Comdays 2011, Christoporus Bayu menjelaskan dalam rangkaian acara terebut, finalis lomba karya tulis ilmiah akan melakukan presentasi baik secara individu maupun kelompok di depan para juri.
    
Mahasiswa dari berbagai kota tersebut juga akan menghadiri seminar nasional bertema “ICT Dinamika dan Problemátika dalam Identitas Bangsa. Sedangkan pada puncak acara, yang berlangsung Jumat 28 Oktober 2011, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, tambah Bayu, diadakan deklarasi ulang sumpah pemuda dengan format Paskibra SMA Negeri 6, Tangerang Selatan, dipimpin Danang Sasongko, selaku Ketua BEM Universitas Budi Luhur dan diikuti segenap mahasiswa universitas tersebut.
    
Acara commdays juga dimeriahkan dengan penampilan band-band dan pentas budaya mahasiwa. Semuanya tak lain, kata Bayu, untuk menggugah kembali kesadaran akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia serta membangkitkan kembali rasa nasionalisme para mahasiswa.

Nasionalisme dalam Karya Tulis
Puluhan mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia merupakan finalis lomba karya tulis ilmiah yang hadir dalam seleksi penulisan karya ilmiah bertema “Globalisasi Pemuda dan Identitas Bangsa. Mereka hadir menyemarakkan Communication Days 2011 bertajuk “Communication Youth and Nationalism” yang diselenggarakan BEM Fikom Universitas Budi Luhur Jakarta.
    
Mereka berjumlah 18 orang dari berbagai perguruan tinggi yang akan melakukan presentasi baik secara individu maupun kelompok di depan para juri.
    
Seperti dijelaskan Koordinator Dewan Juri, Nawiroh Vera, yang juga Dosen Fikom, karya tulis ilmiah tersebut memang diarahkan ke pemuda ada hubungannya dengan globalisasi. Dari informasi yang disebar, terdapat 120 paper yang diterima dari berbagai perguruan tinggi seluruh indonesia yang kemudian diseleksi menjadi 18 karya ilmiah finalis.
    
Penjurian yang dilakukan kata Vera dinilai dari tema dan sistematika yang dimuat dan teknis penulisan sesuai dengan tema, globalisasi dan identitas bangsa yang kemudian dipilih tiga terbaik sebagai pemenang setelah mereka mempresentasikan karya tulis dan tanya jawab.
    
Hasil penjurian memilih tiga pemenang. Pemenang pertama diraih Firstya Evi d, Angga Setiawan, Liliek Handoko dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang dengan karya tulis berJUDUL “Upaya Pemertahanan Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Bangsa dalam Mengarungi Era Globalisasi”. Pemenang kedua diraih Erlangga Ryansha, Muhammad Wildan Mukholad dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor dengan karya tulis berJUDUL “ Peran Pemuda dalam Menjaga Kelestarian Kebudayaan Tradisional akibat Arus Globalisasi”. Sementara pemenang ketiga diraih oleh Isdiyono, Ela Sri Handayaningsih, Firdaus Malaya Dewi dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta dengan karya tulis berJUDUL “Penerapan Gaya Kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) dalam Menggerakan Organisasi Pemuda Kampung Berbasis Gotong Royong”. Pemenang tambah Vera, masing-masing mendapat hadiah Rp 2,5 juta dan sertifikat.
    
Lomba karya tulis ilmiah ini menurut  Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Jakarta, Liza Dwi Ratna Dewi, S.Sos, M.Si merupakan pilot project Fikom Budi Luhur yang akan dikembangkan sehingga bisa go international.


Penulis : Farida Denura

Fokus Terbaru