Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere terletak cukup strategis di jantung Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis, geoekonomi, geopolitik dan geospasial, Unipa Maumere merupakan “kampus rakyat” yang berada di Bumi Sikka/Nian Sikka. Memasuki usianya yang ke-9, Unipa Maumere telah mengukir berbagai prestasi baik dalam menyiapkan SDM yang berkualitas maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Sejak tahun 2007, Unipa Maumere telah mendapatkan kepercayaan dari Ditjen Dikti Kemendikbud untuk mengelola dana Hibah Kompetisi Pengembangan Kapasitas dan Daya Saing Perguruan Tinggi.
Unipa Maumere berdiri sejak tahun 2005 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69/D/0/2005 tanggal 26 Mei 2005 bertekad ikut serta bersama komponen bangsa lainnya untuk berpartisipasi membangun komunitas intelektual yang mampu menguasai dan terampil memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk mendukung terwujudnya warga masyarakat serta bangsa, yang adil dan makmur berlandaskan moralitas yang baik melalui 7 Fakultas yaitu Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan 18 Program Studi (Prodi), yakni : Prodi S1 Keperawatan, Prodi D3 Keperawatan, Prodi Profesi Ners, Prodi Agribisnis, Prodi Agro Teknologi, Prodi Informatika, Prodi Teknik Sipil, Prodi Teknik Arsitektur, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Psikologi, Prodi Manajemen Sumber Daya Air, Prodi Managemen, Prodi Akuntansi, Prodi PGSD, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Kimia, Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Fisika.
Unipa Maumere kini sedang berada di jalur transisi menuju ke perubahan status dari PTS menjadi PTN. Proses ini sudah dimulai sejak awal digagas oleh para pendiri agar Unipa Maumere menjadi sebuah universitas negeri di Pulau Flores. Gagasan itu kembali menguat pada tahun 2011, yaitu dengan adanya audiensi Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP, Ketua Pembina Yayasan, Drs. Alexander Longginus, Ketua Pengurus Yayasan, Drs. Sabinus Nabu, yang difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Sikka, Melchias Markus Mekeng bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh pada tanggal 14 Desember 2011 di Jakarta. Selanjutnya pada tanggal 27 Agustus 2014 Ketua Pengurus Yayasan, Drs. Sabinus Nabu bersama dengan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diwakili oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti, Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE.,Ph.D di Jakarta. Pada kesempatan itu diserahkan Naskah Akademik atau Studi Kelayakan mengenai penegerian Universitas Nusa Nipa dan secara umum berkas diterima dan dinyatakan cukup lengkap untuk selanjutnya dievaluasi guna diambil langkah-langkah strategis selanjutnya di dalam proses perubahan status Unipa Maumere menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dalam upaya mengelola Universitas Nusa Nipa Maumere juga memperhatikan faktor-faktor penunjang seperti ketenagaan dosen dan tenaga kependidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana penunjang belajar yang secara bertahap mulai dilengkapi seperti laboratorium dan peralatannya pada semua program studi yang ada, fasilitas ruang kuliah dan auditorium yang layak untuk aktivitas akademis para mahasiswa, sebab dasar pemikirannya adalah public goods hendaklah menjadi public good dan public utility mestilah menjadi public utilized. Semuanya ini menghantar Unipa Maumere pada posisi penting sebagai institusi pendidikan tinggi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kepulauan Flores dan sekitarnya.
Mengapa Unipa Maumere mendapatkan posisi yang strategis dan dibutuhkan di wilayah kepulauan Flores ini? Pertama, untuk melayani orang-orang kecil di daerah kepulauan yang tidak mampu secara ekonomi. Pelayanannya dapat dilihat dari rendahnya uang kuliah bila dibandingkan dengan sejumlah Perguruan Tinggi lain di Propinsi NTT.
Kedua, untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Wilayah kepulauan mengalami berbagai kendala komunikasi dan transportasi serta SDM yang berkualitas. Daerah Kabupaten/Kecamatan yang terpencil dan terpisah oleh lautan berdampak pada akses informasi dan akses di bidang pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Selain itu, di setiap kecamatan akan membuka SMA atau SMK baru, maka tingkat angka partisipasi akan meningkat.
Ketiga, adalah bertambahnya minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terutama masih besarnya minat terhadap perguruan tinggi negeri (poin ini memiliki keterkaitan dengan upaya penegerian Unipa Maumere).
Kehadiran Universitas Nusa Nipa di Kota Maumere telah memberikan efek positif bagi masyarakat di sekitar kampus radiusnya bertambah dan meluas dengan hadirnya para mahasiswa dan alumni Universitas Nusa Nipa dalam berbagai bentuk kegiatan baik formal akademis maupun non-formal. Dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar Kampus Universitas Nusa Nipa yang terletak di Jl. Kesehatan No. 3 Maumere adalah jumlah pendapatan per kapitanya naik 70% hingga 80% melalui usaha bisnis seperti kios, kos/penginapan dan jasa internet, foto copy dan penjilidan.
Selain itu, setiap tahun rata-rata jumlah lulusan Unipa Maumere yang terserap di dunia kerja baik sebagai PNS maupun swasta dan BUMN cukup signifikan. Hal inilah yang menegaskan bahwa kehadiran Universitas Nusa Nipa Maumere yang sejak awal digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka telah memberikan kontribusinya yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat baik di Kabupaten Sikka maupun di kabupaten lainnya di Pulau Flores dan di Provinsi NTT.
Gagasan mendirikan Universitas Nusa Nipa adalah gagasan yang cemerlang dan kini telah terbukti secara riil di masyarakat. Mimpi besar untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Sikka telah menjadi kenyataan. Kini Universitas Nusa Nipa berkeinginan untuk menjadi universitas negeri pertama di Flores. Dukungan dari berbagai pihak akan dapat mewujudkan impian luhur ini.
Periodesasi Kepemimpinan

Selama keberadaan Unipa Maumere sejak tahun 2005 telah terjadi 2 kali periode kepemimpinan Rektor. Periode pertama adalah Periode Fundamental yakni periode 2005-2010. Periode fundamental adalah masa di mana dasar-dasar sebuah perguruan tinggi diletakkan oleh Rektor pertama Unipa Maumere, P. Dr. Wilhelm Djulei Conterius, SVD. Gagasan “revolusi mental” sesungguhnya telah dimulai diterapkan oleh rektor pertama Unipa Maumere ini. Periode kedua adalah Periode Empowerment (masa penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia) di bawah kepemimpinan Drs. Amandus Embo, M.Ed dari tahun 2010 – 2014 merupakan masa implementasi program-program yang telah digariskan di dalam Statuta dan Renstra. Gagasan dasar pada masa kepemimpinan Drs. Amandus Embo, M.Ed dikenal dengan sebutan, “soft skills” dan “hard skills” yang perlu dimiliki dosen dan para mahasiswanya sehingga mampu bersaing secara sehat di panggung lokal, regional, nasional maupun global. Pada periode ini tercatat di antaranya Unipa Maumere menambah jumlah dosen yang melanjutkan pendidikan S2 dan S3, terdapat 1 Fakultas baru yakni FKIP dengan 5 Program Studi.
Periode selanjutnya, disebut sebagai Periode Acceleration Sustainable Development (masa percepatan pengembangan yang berkelanjutan) mengingat di depan terdapat masa transisi menuju Universitas Negeri Nusa Nipa. Pada periode ini Rektor Ir. Angelinus Vincentius, M.Si bersama semua komponen dalam sivitas akademika Universitas Nusa Nipa memiliki upaya strategis yang perlu segera dilakukan untuk menjadikan Universitas Nusa Nipa sebagai universitas unggul dalam pengembangan kawasan, mandiri, inovatif dan berdaya saing dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui tridharma perguruan tinggi.
Unipa Maumere membutuhkan pergerakan yang cepat, tepat dan dinamis agar dari waktu ke waktu semakin sehat dan kuat sehingga output/lulusannya adalah lulusan yang handal, berkarakter dan mampu menjawabi kebutuhan zaman. Untuk mencapai hal ini dibutuhkan kerjasama yang bersinergi pada semua komponen sehingga Unipa Maumere sebagai “lokomotif” perubahan berjalan sesuai dengan rel menuju cita-citanya yang tertuang di dalam visi dan semua komponen civitas academica bekerja dengan hati dan dengan menggunakan kemampuan ratio atau dengan “soft skills” dan “hard skills” dalam semangat gotong-royong dan dedikasi penuh bekerja keras mewujudkan misi dan program-program kerja baik di tingkat universitas, fakultas, program studi maupun unit-unit pelaksana teknis.
Prestasi Unipa Maumere di Ajang Internasional
Medali perak berhasil diraih oleh kontingen Paduan Suara Sora Nipa Universitas Nusa Nipa dalam ajang lomba Paduan Suara bertaraf internasional, Bali International Choir Festival 2014 bertempat di Gedung Art Centre Denpasar Bali, tanggal 25 – 31 Agustus 2014.
Ajang bergensi ini merupakan event internasional bagi komunitas paduan suara di Indonesia yang diadakan di Bali sebagai salah satu tempat tujuan wisata dunia. Para peserta lomba dari berbagai negara termasuk dari Indonesia dapat tampil di panggung dengan standard internasional serta memperoleh penilaian oleh juri-juri internasional, seperti Professor Dr. Andre de Quadros dari USA, Andreas Sugeng Budiraharjo dari Indonesia, Anna Abeleda Tabita Piquero dari Philippines, Catharina Wiriadhinata Leimena dari Indonesia, Daud Kosasih dari Indonesia, Emily Howe dari USA, Hyo Won Wo dari Korea, Lim Ai Hool dari Singapore, Monika Hwang Hwasook dari Korea, Luca Daniel dari Italy, Professor Dr. Ronald Kean dari USA, dan Dr. Tomislav Dimov dari Macedonia.

Lomba Paduan Suara bertaraf Internasional ini diikuti oleh 128 kelompok Paduan Suara dari 23 negara. Pada ajang ini Paduan Suara Sora Nipa Universitas Nusa Nipa Maumere mampu menggondol 3 (tiga) medali perak untuk 3 kategori, masing-masing kategori music sacra (music religious), kategori floklor (music daerah) dan kategori mixmusic (campuran). Prestasi ini cukup membanggakan karena kelompok Paduan Suara dari Kampus Universitas Nusa Nipa Maumere ini untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi bertaraf internasional.
Dukungan tentu saja datang dari berbagai pihak, seperti Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dan pihak rektorat Universitas Nusa Nipa serta masyarakat Kota Maumere khususnya memberikan dukungan moril bahkan materil agar peserta dari Universitas Nusa Nipa yang mewakili Provinsi NTT dapat berangkat ke Pulau Dewata Bali guna mengikuti lomba di pentas internasional tersebut.
Benyamin Regi, pelatih sekaligus konduktor Paduan Suara Sora Nipa mengaku puas dengan penampilan kontingen dari Universitas Nusa Nipa. Tetapi ia juga menambahkan bahwa even berskala internasional tersebut menjadi panggung istimewa untuk dapat belajar agar dapat menjadi lebih baik di waktu yang akan datang.
Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere telah menyerahkan naskah akademik kepada Ditjen Dikti Kemendikbud RI sebagai syarat administratif pengajuan menjadi universitas negeri pertama di Flores. Persiapan ini merupakan tindak lanjut dari beberapa langkah sebelumnya yang menjadi aspirasi masyarakat Flores pada umumnya (karena yang berkuliah di Unipa umumnya dari semua wilayah di Pulau Flores bahkan NTT dan luar NTT).
Setelah ber-audiensi dengan Menteri Pendidikan Nasional, Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa memerintahkan Pengurus Yayasan Nusa Nipa untuk segera menyiapkan data atau persyaratan administratif guna diajukan kepada pihak Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Naskah Akademik disusun sebagai bahan yang melandasi perlunya perubahan status Universitas Nusa Nipa Maumere dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri. Perubahan tersebut berkaitan erat dengan upaya penyelenggaraan tugas dan kewajiban negara di bidang pendidikan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 serta Undang-Undang Dasar 1945.
Perubahan tersebut diperlukan guna meningkatkan kualitas output agar dapat melaksanakan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam di kawasan Flores. Hal tersebut dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat di Flores khususnya dan di kawasan NTT atau Indonesia bagian Timur umumnya.
Proses perubahan status Universitas Nusa Nipa Maumere menjadi perguruan tinggi negeri telah memperoleh dukungan dari berbagai pihak baik dari masyarakat maupun dari pemerintah daerah. Selain itu, dukungan dari stakeholder lainnya akan dituangkan dalam surat rekomendasi.
Mengenai aset Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Maumere akan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dukungan dari berbagai pihak nampaknya belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas pelayanan Unipa Maumere kepada masyarakatnya. Rendahnya kualitas pelayanan juga disebabkan oleh kenyataan bahwa mayoritas orang tua yang menyekolahkan anak-anak mereka di Unipa Maumere berasal dari keluarga yang berekonomi kurang mampu. Oleh karena itu, hendaknya Unipa Maumere perlu dirubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Beberapa alasan mengapa Universitas Nusa Nipa Maumere perlu dinegerikan, adalah :
1. Adanya Fakta Historis;
2. Aspek Kebutuhan;
3. Aspek Pemerataan Sarana dan Mutu Pendidikan.
Adanya Fakta Historis
Universitas Nusa Nipa Maumere resmi berdiri dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26/D/0/2005 tanggal 26 Mei 2005 dan mulai menjalankan aktivitas operasional akademisnya sejak tanggal 19 September 2005. Sepak terjang Universitas Nusa Nipa sejak berdirinya hingga saat ini tidak terlepas dari peran serta semua pihak baik unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, DPRD Sikka, Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dan Rektorat Universitas maupun pihak lainnya seperti SVD Provinsialat Ende, Kopertis Wilayah VIII Denpasar, Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan berbagai universitas lainnya (Airlangga Surabaya, Atmajaya Yogyakarta, Widya Mandira Kupang), RS Dr. Soetomo dan RSJ Menur Surabaya, STIKES Surabaya, RSUD TC. Hillers Maumere, PPNI Pusat, Provinsi NTT dan PPNI Kabupaten Sikka, beberapa Kementerian lainnya seperti Kemenakertrans, dan Kementerian Kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.
Universitas Nusa Nipa Maumere sejak awal berkomitmen untuk membantu masyarakat di kawasan Flores dan wilayah NTT umumnya agar dapat mengenyam pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau baik secara finansial maupun dari aspek jarak atau tempat (locus).
Kehadiran Universitas Nusa Nipa di Kota Maumere telah memberikan efek positif bagi masyarakat di sekitar kampus radiusnya bertambah dan meluas dengan hadirnya para mahasiswa dan alumni Universitas Nusa Nipa dalam berbagai bentuk kegiatan baik formal akademis maupun non-formal. Dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar Kampus Universitas Nusa Nipa yang terletak di Jl. Kesehatan No. 3 Maumere adalah jumlah pendapatan per kapitanya naik 70% hingga 80% melalui usaha bisnis seperti kios, kos/penginapan dan jasa internet, foto copy dan penjilidan.
Selain itu, setiap tahun rata-rata jumlah lulusan Unipa Maumere yang terserap di dunia kerja baik sebagai PNS maupun swasta dan BUMN cukup signifikan. Hal inilah yang menegaskan bahwa kehadiran Universitas Nusa Nipa Maumere yang sejak awal digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka telah memberikan kontribusinya yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat baik di Kabupaten Sikka maupun di kabupaten lainnya di Pulau Flores dan di Provinsi NTT.
Gagasan mendirikan Universitas Nusa Nipa adalah gagasan yang cemerlang dan kini telah terbukti secara riil di masyarakat. Mimpi besar untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Sikka telah menjadi kenyataan. Kini Universitas Nusa Nipa berkeinginan untuk menjadi universitas negeri pertama di Flores.
Aspek Kebutuhan
Kehadiran Universitas Nusa Nipa Maumere, apabila dengan predikat negeri haruslah memperhatikan aspek kebutuhan, terutama kebutuhan wilayah sekitar di mana perguruan tinggi itu didirikan. Universitas Nusa Nipa Maumere sangat memperhatikan faktor penting ini, karena sebuah public goods hendaklah menjadi public good dan public utility mestilah menjadi public utilized. Mengapa perguruan tinggi dibutuhkan di wilayah ini?
Pertama, untuk melayani orang-orang kecil di daerah kepulauan yang tidak mampu secara ekonomi. Pelayanannya dapat dilihat dari rendahnya uang kuliah bila dibandingkan dengan sejumlah Perguruan Tinggi lain di Propinsi NTT.
Kedua, untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Wilayah kepulauan mengalami berbagai kendala komunikasi dan transportasi serta SDM yang berkualitas. Daerah Kabupaten/Kecamatan yang terpencil dan terpisah oleh lautan berdampak pada akses informasi dan akses di bidang pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Selain itu, di setiap kecamatan akan membuka SMA atau SMK baru, maka tingkat angka partisipasi kotor akan meningkat pada tataran ini.
Data ini meperkuat jawaban kedua terhadap pertanyaan mengapa perguruan tinggi hadir di wilayah ini, yakni perlunya daya tampung bagi lulusan SLTA yang setiap tahun semakin meningkat.
Ketiga, adalah bertambahnya minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terutama masih besarnya minat terhadap perguruan tinggi negeri.
Aspek Pemerataan Sarana dan Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sangat memperhatikan kelemahan ini. Dari sekian banyak kebijakan yang diperhatikan adalah pemerataan sarana prasarana dan mutu pendidikan di kalangan perguruan tinggi, dan telah menjadi komitmen nasional untuk memenuhinya.
Tentu saja salah satu yang terpenting adalah tersedianya institusi perguruan tinggi yang memadai, yang memiliki sarana prasarana yan cukup tersedia dengan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Melalui perubahan status Universitas Nusa Nipa Maumere menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) adalah dalam rangka pemenuhan tuntutan yang demikian penting itu, agar pemerataan pembangunan peradaban bangsa Indonesia (khususnya peningkatan kualitas SDM) dapat segera tercapai dan menjadi unggulan dalam persaingan global dimasa kini dan yang akan datang.
Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa sebagai pihak pengelola Universitas Nusa Nipa Maumere berkeyakinan bahwa atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, DPRD Sikka dan seluruh masyarakat dan stakeholder, langkah strategis dan cerdas untuk menegerikan Universitas Nusa Nipa dapat berjalan dengan baik.
Universitas Nusa Nipa Maumere memiliki peluang untuk menjadi universitas negeri pertama di Flores dan sejalan dengan itu dapat lebih baik lagi menjawabi kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau.
Universitas Nusa Nipa Maumere dalam ikhtiar menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) masih membutuhkan berbagai pembenahan di bidang sarana prasarana seperti penambahan ruang kuliah, penambahan fasilitas laboratorium, pembenahan perpustakaan berbasis IT, auditorium untuk berbagai kebutuhan akademis, peningkatan fasilitas dan biaya di bidang penelitian baik dosen maupun mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Universitas Nusa Nipa Maumere juga perlu menyiapkan areal lahan untuk pengembangan kampus terpadu sekuarang-kurangnya 30.000 m2 atau 30 Ha.
Penulis:Jonas K. Gregorius Dori Gobang,S.Fil,MA, Wakil Rektor I, Unipa Maumere, Flores, NTT
Penulis : Jonas K.D Gobang