Selasa, 27 Januari 2026

Sekolah Musik, Berlomba Mencetak Musisi Handal


  • Penulis Farida Denura
  • Selasa, 14 April 2015 | 00:00
  • | Fokus
 Sekolah Musik, Berlomba Mencetak Musisi Handal Lewat sekolah musik, anak-anak akan belajar bersosialisasi dan bekerja sama, serta dapat memainkan alat musik secara ensemble. Sangat dibutuhkan dalam membangung jiwa kreatif mereka di masa mendatang. (Foto-Foto: Ist)
Dunia musik di tanah air terus berkembang dari waktu ke waktu. Minat masyarakat terhadap penguasaan kemampuan bermusik tetap tinggi baik dalam olah tarik suara, menabuh drum, atau pun memetik senar-senar gitar. Musisi, ramai-ramai membuka sekolah musik. Anak hingga Oma-Opa pun giat  belajar musik. Sekolah musik apa sajakah?

Perkembangan pendidikan musik di Indonesia cukup menggairahkan dengan ditandai lahirnya sekolah musik-musik baru baik yang bersifat akademis maupun pembelajaran di luar sekolah (extrakurikuler). Purwa Caraka Music Studio sebagaimana dikutip dari situs purwacarakamusicstudio merupakan sekolah musik milik musisi kenamaan Indonesia, Purwa Tjaraka, telah berdiri sejak 1988. Sekolah ini terus berkembang setelah meluaskan usahanya dengan sistem waralaba sejak 2001.
    
Purwa Caraka Music Studio bertujuan menciptakan musisi yang lengkap, musisi yang dapat mengekspresikan diri mereka secara terampil, kreatif dan artistik. Dengan hampir 20 tahun pengalaman dan memiliki 76 kantor cabang di seluruh Indonesia dengan 22.000 siswa yang terdaftar setiap tahunnya.
   
Untuk memastikan kualitas pendidikan yang tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam situs tersebut, staf pengajar di Purwa Caraka Musik Studio, telah lulus kualifikasi, termasuk melalui tahap audisi dan wawancara yang dilakukan secara pribadi oleh Purwa Caraka selaku Kepala Sekolah. Sementara kurikulum sekolah dibuat dengan teknik pengajaran yang inovatif. Dikembangkan secara seksama dan internal oleh tim pendidik, dan menggunakan banyak sumber referensi dari 20 tahun pengalaman kami mendidik musik.
   
Dilengkapi studio dengan instrumen musik dan peralatan yang lengkap untuk memastikan yang terbaik dalam pembelajaran. Konser dan resital dimiliki sekolah ini dan merupakan bagian dari program pengajaran.
   
Cerita lainnya berasal dari  Sekolah Musik Yamaha. Sistem Pendidikan Musik Yamaha  memiliki filosofinya "Musik untuk Semua orang" karena semua orang berhak menikmati dan belajar musik. Di dalam sistem pendidikan musik Yamaha memilik 3 ciri khas, yaitu pertama, Time Education, dimana kurikulum pengajarannya disesuaikan dengan usia dan perkembangan fisik dan mental anak-anak pada umumnya, yang berarti kami akan menyampaikan pelajaran melalui apa yang sedang unggul apda tingkatan tiap usia secara umum.
   
Kedua, Group Lesson dimana anak-anak akan belajar bersosialisasi dan bekerja sama, serta dapat memainkan alat musik secara ensemble di dalam kursus musik yang dilaksanakan secara perorangan (privat). Hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam membangung jiwa kreatif mereka di masa mendatang. Ketiga, Emphasis On Creativity, merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri sendiri sehingga pada akhirnya mereka dapat mengekspresikan diri dalam hal apapun di masa depannya.
   
Dari kawasan Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur dan Depok, terdapat Lembaga Pendidikan Musik Chic’s (LPMC) yang memiliki motto ‘We Create Musician and Instructors” yang berdiri sejak 1 Oktober 1989 yang merupakan salah satu sekolah musik yang terkemuka di Jakarta.  Sejak 8 Agustus 2008 lalu, LPMC hadir memberikan layanannya kepada warga Depok dan sekitarnya berlokasi di Jl. Siliwangi Depok, LPMC yang punya misi menciptakan musisi berkualitas dan handal di bidangnya serta lapangan kerja di bidang musik. Memiliki gedung yang tidak saja nyaman untuk belajar musik tapi juga dilengkapi dengan fasilitas bermusik yang lengkap, termasuk auditorium dan studio band.

Anak hingga Oma-Opa
Selain fasilitas, LPMC juga memiliki berbagai program belajar musik serta pengajar yang kompeten, antara lain Master Class (kurikulum yang mengajarkan siswa untuk tampil memainkan lagu bersama di dalam satu band dan disaksikan penonton untuk melatih mental dan kekompakkan siswa dalam bermain band), Workshop (acara yang mengajarkan siswa secara bersama atau kelompok dengan dipandu oleh musisi yang ternama dan ahli di bidangnya), Instrument Day (program yang menampilkan kehandalan musisi yang bermain pada satu instrumen tertentu yang dapat diambil sebagai pelajaran bagi para siswa, misalnya Drum’s Day menampilkan Gilang, Gitar Wars menampilkan Baim, Bass Day menampilkan Indro. H dan lain-lain), Music Day (menampilkan suatu acara dengan hanya satu jenis musik saja dengan seorang musisi yang eksis di jenis musik tersebut, Festival (program yang dapat digunakan sebagai ajang untuk berkompetisi bagi para siswa LPMC untuk melatih keberanian mental siswa yang ingin menjadi musisi yang berani tampil), Konser (sebagai ajang tampil bareng para siswa-siswi LPMC untuk menunjukan keahliannya sebagai seorang player).
   
Sementara untuk fasilitas dan layanan belajar musik untuk berbagai kelas, LPMC memiliki antara lain drum, electric guitar, classic guitar, biola, bass, keyboard, digital piano, serta vocal. Selain itu, siswa-siswi LPMC juga mendapatkan berbagai perlengkapan antara lain buku pelajaran musik, buku komunikasi, T-Shirt, ID Card, kartu bayaran dan sebagainya.
   
Sekolah Musik Modern Kawai (SMKK) berasal dari Jepang. Di Jepang namanya Kawai Piano dan sudah berdiri sejak tahun 1886. Seiring perkembangan zaman, SMMK menyebar ke berbagai negara. SMKK ini telah meluncurkan divisi baru bernama Art Education Center yang menawrkan pengajaran seni selain musik seperti manga, merangkai buga, membatik, balet, dan yoga.
    
Mantan Kepala Sekolah Gladiresik Music Lab (GML), Yadi Mulyadi ketika dihubungi SH  mengatakan Gladiresik Music Lab adalah laboratorium pertama di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan musik yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Konsep dari GML kata dia adalah mendidik siswa-siswi untuk memiliki dasar bermusik yang solid dalam waktu yang relatif singkat, sehingga mudah berkembang dan mengantisipasi perubahan era musik di profesinya kelak sebagai musisi profesional.
   
GML didirikan pada tahun 2006 atas prakarsa Todung Pandjaitan, dibantu sejumlah musisi berpengalaman seperti Donny Suhendra, Benny Likumahuwa, Gilang Ramadhan, Krisna Prameswara, dan Annette Frambach.
   
True basic brings excellence, kemurnian pengetahuan dasar membawa total keberhasilan. Slogan yang menjadi pedoman belajar-mengajar di GML. GML membuka beberapa kelas jurusan dengan masing-masing filosofinya. Di antaranya kelas Drum (beat dan rhythm), Bass (groove dan dinamika), Gitar (harmonisasi dan multi-effect), Keyboard (harmonisasi analog dan digital), serta Vokal (vokal dan performing).
   
Untuk menjaga kenyamanan lalu-lintas kebutuhan belajar-mengajar musik yang bersifat variatif, GML membagi sistem pendidikannya atas 4 (empat) kategori Program Class yang disusun sesuaikan dengan klasifikasi kebutuhan publik secara spesifik, sebagai berikut  Tiral Program Class, disusun untuk kebutuhan calon siswa-siswi yang masih belum menentukan pilihan alat musik yang diminati. Full Program Class (FPC) yang  memperkenalkan standard pendidikan musik yang berlaku secara umum. Exclusive Program Class (EPC) yang dirancang khusus bagi siswa-siswi yang membutuhkan detail pengetahuan musik dari sisi tertentu, misalnya, Master Class, Composing, Arrangement, atau hal lain yang bersifat tehnikal seperti Slap Bass, Tapping, dan sebagainya. Ada juga program Special Program Class (SPC), untuk yang berminat terhadap jenis alat musik yang tidak termasuk di dalam susunan FPC seperti brass, alat musik ethnic, juga bagi siswa-siswi,  hobi, dan yang masih di bawah umur.
   
Boy Carvalo Carvalho Clemens, guru vokal yang telah 8 tahun mengajar di Sekolah Musik Purwacaraka, Bogor menambahkan, metode yang biasa diterapkan ketika mengajar olah vokal pada anak-anak maupun Oma Opa di sekolah musik tersebut biasanya dimulai dengan pengenalan irama atau tempo
   
“Biasanya saya buka keyboard di situ saya pencet style untuk buka irama. Saya cuma kasih bunyi drum saya, dari irama dangdut atau irama regae dan lain-lain. Mereka saya kasih dengar bunyi itu dulu lalu saya tanya ke mereka apakah musik itu,”cerita Boy.
   
Setelah itu Boy biasanya memperkenalkan melodi dengan rangkaian nada yang teratur. Setelah mereka paham baru masuk ke harmoni. Musik menurut Boy itu ada 5 urutan penting yaitu  irama, melodi, harmoni, komposisi jika ketiganya dipadukan. Dan kelima yang paling penting adalah jiwa.
   
Sebagai guru vokal, Boy juga telah melewati suka-dukanya. Boy mengaku kadang-kadang, orangtua dari anak didiknya selalu menganggap guru bisa menjadikan anaknya sebagai bintang. Padahal menurut Boy tetap ada kerjasama seperti filosofi musik sendiri.
   
Murid didik Boy kebanyakan anak kecil mulai dari usia  3 tahun sampai Oma Opa. Vega, salah satu tim Tukul dalam acara “Bukan Empat Mata” adalah mantan anak muridnya.
   
Boy menambahkan, anak-anak yang belajar musik biasanya memiliki efek yang positif. Mereka
akan luwes dalam pergaulan, lebih tanggap mendengarkan sesuatu dan memiliki kebersamaa yang       jauh lebih tinggi untuk kebersamaan.
   
Perkembangan sekolah musik di Indonesia menurut Boy sudah bagus namun sayang kebanyakan hanya terpusat di Jakarta. “Saya lihat bagus tapi kebanyakan di Jakarta saja. Fasilitas di daerah kurang. Pemda mesti angkat. Itu sudah bisa lagi, mereka tawar-tawar karena anak-anak butuh  musik menstimuli otak, perilaku dan pendengaran dan pada akhirnya bisa mencerdaskan bangsa,”tegas Boy.
   
Nah, dunia musik adalah dunia yang luas dan memberikan harapan kepada banyak orang. Bagi Anda yang sedang belajar bidang musik atau seorang peminat musik yang ingin mendedikasikan hidup untuk musik, maka teruslah menekuninya. Suatu saat Anda dapat berkarier di bidang musik misalnya sebagai guru musik, komposer atau bekerja di industri musik sebagai sound mixer atau scoring untuk post production. Menarik, bukan?  (Farida Denura)

Selebriti Buka Sekolah Musik
Maribeth, penyanyi asal Filipina yang populer lewat lagu 'Denpasar Moon' itu, ternyata  punya keinginan untuk membuat sekolah musik di Indonesia. Rencananya, ia membuka sekolah musik itu di bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

"Saya ada proyek. Mau buka sekolah musik semacam entertainment academy. Saya kerjasama dengan Richard Bontaria. Tempatnya di Blok M Plaza," ujarnya kepada sebuah situs berita dalam acara peluncuran sebuah produk suplemen di Jakarta. Maribeth menuturkan kalau dirinya saat ini seorang guru olah vokal. Ia pernah punya pengalaman mengajar vokal di London School.
   
Selebriti lainnya adalah penyanyi dan pencipta lagu senior, Titiek Puspa (75). Cita-citanya untuk memiliki  sekolah seni untuk anak-anak berbakat yang tak mampu  dengan bantuan berbagai pihak, Sekolah Seni Budaya Titiek Puspa terwujud di areal The Radiant Center of Music, Film and Performing Arts di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.
   
”Saya mau mendatangi ahli-ahli seni budaya Indonesia untuk mengajari anak jalanan, anak keluarga tak mampu, anak yatim piatu yang punya potensi seni. Dari sekolah seni budaya ini, saya berharap akan terwujud Museum Musik Indonesia.,” kata Titiek Puspa ketika peresmian sekolah gratis itu, Minggu (24/7) tahun lalu.
   
Selebriti lainnya adalah musisi andal  Ahmad Dhani yang telah banyak mengorbitkan penyanyi-penyanyi berbakat di tanah air. Dhani ingin menggali potensi penyanyi Makassar lewat sekolah musiknya, Ahmad Dhani School of Rock (Adsor) di kawasan Ramayana di Jalan Pettarani. Dia berharap Makassar kelak bisa menelorkan musisi berjiwa industrialis yang bisa menerobos blantika musik Indonesia.
   
Di Adsor, siswa-siswi dikelompokkan atas beberapa program seperti kelas vokal, gitar, bas, piano, keyboard, biola, drum. Ada juga kombinasi alat musik piano dan keyboard serta kelas yang mencetak grup band berkualitas. Untuk pembayaran, manajemen Adsor Makassar mematok sekitar Rp1,2 juta pertahun per siswa. Pembayaran ini meliputi segala fasilitas dan sarana latihan.
   
Ada dua kurikulum, akademik dan talenta. Khusus talenta, kalau sudah punya dasar tidak perlu lagi masuk akademik. Penerapan dua kurikulum di Adsor menjadi daya tarik tersendiri bagi calon musisi muda Makassar. Selain itu, ada pula couching clinic dan setiap tiga bulan digelar workshop bersama artis Republik Cinta Management.
   
Di Batam, Band Slank telah membuka cabang sekolah musiknya di kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau itu. Sekolah tersebut bernama Slank Musik Studio. Sekolah musik ini tidak hanya akan memberikan pelatihan dan cara bermusik, tapi juga esensi dari musik itu sendiri.
   
”Kami tidak sekadar mengajarkan peserta bagaimana memainkan musik, tetapi juga apa itu mmusik yang sebenarnya,” jelas Derlan Sinaga, pimpinan Slank Music Studio Batam, seperti dikutip dari TribunNews.
   
Para peserta Slank Music Studio nantinya akan menjalani rangkaian program studi yang sudah dihimpun dalam satu paket. Sejumlah program studi yang ditawarkan di sekolah musik ini antara lain kelas reportoal, kelas apresiasi, harmoni musik, dan konsultasi musik. Misalnya kelas reportoal yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Di kelas ini, setiap siswa bisa menunjukkan skill bermusiknya secara langsung di depan kelas dan ditonton oleh teman-temannya yang lain.

Sumber: Harian sore Sinar Harapan
 
Penulis : Farida Denura

Fokus Terbaru