Pendidikan sangat terkait dengan masalah ekonomi yaitu kemiskinan. Orang miskin memiliki kesempatan pendidikan yang lebih terbatas. Ketika kemiskinan teratasi maka sebagian besar masalah pendidikan pun teratasi. Perusahaan seolah berlomba peduli pendidikan dengan menyalurkan CSR pendidikan.
Ada banyak perusahaan yang memiliki komitmen untuk melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan memilih pendidikan sebagai salah satu fokus perhatiannya. Mengingat, pendidikan merupakan permasalahan publik yang tampaknya belum juga bisa dipecahkan dengan memuaskan oleh pemerintah.
CEO PT Agung Automall, M. Ilham Pandjaitan, kepada SH belum lama ini di ruang kerjanya di Jakarta, mengaku sangat prihatin dengan wajah pendidikan Indonesia. Menurut Ilham, pemerintah kurang memperhatikan pendidikan di Indonesia. Anggaran yang dikucurkan pun sedikit sekali meski amandemen UUD 1945 telah mengamanatkan bagi pemerintah untuk mengalokasikan 20 % dari APBN untuk pendidikan, namun pelaksanaannya terus menerus ditunda atau 'bertahap' menurut dalih pemerintah.
Karenanya kata Ilham, perusahaan swasta tergerak dalam mencerdaskan bangsa dengan memberikan sumbangan pendidikan melalui CSR perusahaannya. Saat ini memang ada berbagai cara perusahaan menjalankan CSR dalam bidang pendidikan. Ada tiga bantuan yang paling menonjol melalui CSR ini adalah bantuan sarana pendidikan khususnya infrastruktur bangunan sekolah, pemberian beasiswa, dan penayangan iklan layanan masyarakat.
Bantuan infrastruktur, merupakan bentuk CSR yang sangat populer karena bentuk fisiknya tampak sehingga kemudian sangat mudah untuk dilaporkan. Perusahaaan biasa memotret proses pembangunannya sebagai bagian dari laporan kemajuan, serta memotret bangunan yang sudah ditempati dengan senyum para murid di laporan akhir tahun perusahaan.

Sementara pemberian beasiswa juga kerap dilakukan PT Agung Automall (AAM). AAM sejak tahun 2009 telah menggelontorkan beasiswa para siswa mulai dari tingkat SD hingga SMK. Total CSR pendidikan tahun 2009 seperti dijelaskan Direktur AAM, Berlinton Siahaan, senilai Rp 659.700.000. Total dana tersebut disalurkan ke siswa-siswi tingkat SD (586 orang), SMP (281 orang), SMA/SMK Non Mesin (277), hibah buku dan renovasi sekolah senilai Rp 80 juta.
Total tersebut tambah Berlinton meningkat di tahun 2010. Tahun 2010 total dana CSR pendidikan yang dikucurkan sebesar Rp 1.144.100.000 dan disalurkan ke SD, SMP, SMA/SMK Non Mesin dan SMK Otomotif. Sementara pada tahun 2011 meningkat lagi menjadi Rp 1.574.550.000. Total ini disalurkan ke para siswa jenjang SD, SMP, SMA/SMK Non Mesin dan SMK Otomotif.
Setelah selama tiga tahun memberikan beasiswa kepada para siswa-siswi. Tahun ini bekerjasama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI), membantu mahasiswa-mahasiswi dari daerah untuk melanjutkan kuliah di FKIP UKI sebanyak 31 orang plus 25 orang mahasiswa Daerah Tertinggal seperti Papua, dan Mentawai. Jadi saat ini AAM tengah memberikan beasiswa bagi 31 mahasiswa.
"Kerjasama dengan UKI merupakan pilot project kami. Untuk 25 mahasiswa dari Daerah Tertinggal kami hanya memberikan biaya hidup per bulan sebesar Rp 800 ribu. Sementara untuk 31 mahasiswa yang kuliah di FKIP kami bantu biaya kuliah dan biaya hingga selesai kuliah. Bantuan ini berkesinambungan dan tahun depan mungkin ada lagi,"terang Berlinton.
Ilham berharap, mahasiswa yang saat ini sedang kuliah di UKI setelah lulus bisa turut serta mencerdaskan anak didik di daerah mereka masing-masing. Apalagi mereka sedang kuliah S1 FKIP UKI dimana guru sangat dibutuhkan di daerah mereka.
AAM merupakan distributor Toyota saat ini. Saat ini AAM memiliki 10 cabang utama yaitu di 4 area Bali, 3 area di Pekanbaru, 1 di area Jambi, 1 di area Batam dan 1 di area Bengkulu. Selain itu juga memiliki kantor cabang pembantu yaitu 3 di area Pekanbaru, 1 area di Bali, dan 1 area di Jambi.
CSR Pendidikan AAM bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia ini bertujuan mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Program ini selain memberikan dana pendidikan berupa beasiswa, juga disertai dengan bantuan sarana dan prasarana bagi pendidikan dasar. Hingga saat ini telah membantu sebanyak 2.330 siswa di seluruh Indonesia.
Sela itu juga memiliki Perpustakaan Keliling yang telah ada sejak 2005 guna memberikan sarana informasi guna meningkatkan minat baca dan intelektualitas masyarakat khususnya di kalangan anak-anak dan baru ada di Pekanbaru dan Jambi.
Pendidikan Kunci Utama

Pembantu Rektor Non Akademik UKI, Robert P.L Tobing, SE.Ak,MBA,MA kepada SH menambahkan jauh sebelum bekerjasama dengan AAM, UKI juga telah mendapat bantuan dari perusahaan dengan berbagai macam bentuk untuk pembiayaan bagi mahasiswa daerah tertinggal, baik berupa beasiswa.
"Kami memang telah menerima bantuan dari berbagai macam perusahaan. Tetapi yang yang memang cukup banyak bantuannya adalah dari AAM dimana mereka berkomitmen untuk pembiayaan kuliah bulanan, biaya hidup untuk mahasiswa daerah tertinggial dan beasiswa prestasi yang mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup untuk mahasiswa-mahasiswi yang ada di wilayah usaha mereka,"jelas Robert.
AAM menurut Robert meminta pihak UKI langsung pergi ke daerah-daerah tersebut mencari mahasiswa guna mengikuti ujian dan wawancara dan proses lainnya. Komitmen AAM diharapkan berlanjut terus.
Selain AAM, organisasi maupun yayasan yang juga menyalurkan CSR pendidikannya ke UKI adalah Pemda Merauke, William Soeryajaya Foundation (WSF), Yayasan A.A. Rachmat, Yayasan Salim, IKA UKI, dan Yayasan UKI serta BRI.
WSF dan Yayasan A.A. Rachmat fokusnya untuk daerah tertinggal dan fokusnya lebih ke ilmu eksata. Yayasan Salim fokusnya ke ilmu sosial, IKA UKI dan AAM berdasarkan nilai tertinggi (prestasi akademik) serta BRI, bervariasi.
Program CSR pendidikan perusahaan industri minyak dan gas bumi (migas) nasional tahun 2011 lalu dilaporkan menyiapkan dan sekitar Rp 38,5 triliun. Kepedulian industri migas ini diantaranya diwujudkan melalui pembangunan kembali sekolah-sekolah di daerah pascabencana. Menurut data BP Migas tahun 2011, tercatat industri migas telah menyalurkan Rp 16 miliar di wilayah Yogyakarta, Rp 4,5 miliar di Padang dan Rp 4,3 miliar di Jawa Barat.
Industri rokok, PT Djarum misalnya sejak 1984 sudah memiliki komitmen terhadap dunia pendidikan lewat pemberian beasiswa. Data yang dirilis dari situs perusahaan ini menyebutkan program di bawah naungan Djarum Foundation ini sudah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 7.274 mahasiswa dari 84 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Namun menurut Legowo Kadri, PR Officer Djarum, pemberian beasiswa Djarum hanya untuk masa studi satu tahun.Pada tahun ini Penerima Djarum Beasiswa Plus mendapatkan dana sebesar Rp750.000 per orang per bulan selama satu tahun.
Selain memperoleh bantuan uang, penerima beasiswa bisa bisa mengikuti pelatihan soft skills yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan.
Masih banyak perusahaan peduli pendidikan. PT Bank Mandiri Tbk baru-baru ini menyalurkan Rp1,08 miliar kepada 180 mahasiswa di tiga perguruan tinggi di Malang yakni Universitas Islam Negeri Maulana Alik Ibrahim, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang. PT XL Axiata Tbk yang sejak 2011 hingga 2012 membiayai sebagian dari pengembangan cyber school di wilayah regional timur dengan dana CSR.
Nah, itu wujud kepedulian perusahaan maupun organisasi swasta mencerdaskan bangsa. Bagaimana dengan partisipasi pihak lainnya? Sektor pendidikan masih membutuhkan partisipasi banyak pihak.
Sumber: Harian Sore Sinar Harapan
Penulis : Patricia Aurelia