Loading
Dirjen Bimas Katolik berfoto bersama peserta rakor (Dok, DBK)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Ditjen Bimas Katolik) Kementerian Agama, melalui Direktorat Pendidikan Katolik, berencana akan melaksanakan Pagelaran Paduan Suara Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Agama Katolik (PTAK), pada bulan November 2019 mendatang. Hal ini disampaikan pada rapat koordinasi persiapan kegiatan yang dilakukan di Jakarta, 26 – 27 Februari 2019.
Semula sempat diusulkan agar kegiatan tahunan ini dilaksanakan bulan Juni. Namun di bulan tersebut berlangsung Ujian Akhir Semester (UAS), maka forum memutuskan penyelenggaraannya di bulan November.
Rakor tersebut juga menghasilkan kesepakatan, bahwa tema atau materi lagu yang dilombakan adalah usulan dari setiap lembaga PTAK. Hal ini diutarakan sebagian Ketua PTAK yang sebelumnya telah menyiapkan usulan lagu-lagu untuk dilombakan. Dari usulan ini, pihak Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia, akan menentukan lagu-lagu mana saja yang layak untuk dijadikan materi kompetisi. Untuk hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha menegaskan bahwa akhir Maret, telah didapatkan materi lagu untuk dilombakan.
Adapun soal kriteria penilaian, akan dibicarakan pada teknikal meeting, bulan Mei 2019 mendatang. Termasuk menyepakati bahwa dewan juri yang akan memberikan penilaian, berjumlah tiga orang dengan latarbelakang yang mumpuni dibidang lagu dan musik liturgi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi menegaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memberikan perhatian di bidang peningkatan seni dan budaya, khususnya memberikan ruang bagi peningkatan potensi seni bagi para mahasiswa. “Kegiatan ini juga merupakan upaya meningkatkan kualitas Lulusan PTAK sekaligus menggarisbawahi hakekat utama penyelenggaran pendidikan tinggi sebagai wadah pembentukan manusia seutuhnya, bukan hanya aspek penguasaan pengetahuan tetapi juga wadah pembentukan nilai, sikap dan keterampilan mahasiswa,” papar Dirjen.
Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia, Pastor Yohanes Rusae, Lic menyambut baik rencana penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, praktek musik liturgi yang selama ini tidak sesuai dengan kaidah-kaidah liturgi, antar lain karena umat beriman belum mengetahui kaidah-kaidah musik liturgi, masa bodoh pemimpin umat (imam) terhadap praktek musik liturgi di parokinya. “Perlu lebih giat lagi Pendidikan musik liturgi bagi umat beriman terutama para petugas liturgy,” ungkap Rm. Yohanes.