Tuntutlah ilmu biofarmasi hingga ke negeri China. Biofarmasi adalah ilmu yang memiliki prospek yang menjanjikan. Selain beragam karir menjanjikan, gajinya pun wouw menggiurkan. Anda pun bisa berkarir dimanapun. Tinggal pilih!
PELUANG melanjutkan studi di negeri China bagi masyarakat Indonesia kini semakin besar. Pasalnya, pemerintah Cina terus membuka pintu selebar-lebarnya bagi masuknya mahasiswa asing dengan berbagai fasilitas dan kemudahan.
China adalah negara dengan penduduk terbesar sedunia, dan bahasa Mandarin telah digunakan oleh lebih dari 1,05 miliar orang. Ini berarti seperlima dari penduduk bumi ini berbahasa Mandarin. Saat ini juga China telah menjadi negara ekonomi terbesar kedua dunia serta memberikan kontribusi yang besar dalam era pasar bebas saat. Hal ini menandakan akan pentingnya penguasaan berbahasa Mandarin, dan menjadikan pendidikan di China sebagai salah satu plihan utama.
Peluang melanjutkan studi di negeri China bagi masyarakat Indonesia kini semakin besar seiring China terus membuka pintu selebar-lebarnya bagi masuknya mahasiswa asing dengan berbagai fasilitas dan kemudahan.
Di China juga Anda bisa belajar biofarmasi di beberapa perguruan tinggi. Sering muncul pertanyaan siswa yang hendak melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi akan seluk beluk program studi ini seperti: "Farmasi itu apa sih? Kuliahnya ngapain aja? Susah gak? Bedanya sama kuliah kedokteran apa? Pas lulus kerjanya bakal jadi apa?"
Kuliah di Jurusan Farmasi, apa saja yang dipelajari?
Farmasi sendiri merupakan bidang irisan antara Ilmu Kimia dan ilmu kesehatan. Selain Jurusan Keperawatan, Pendidikan Dokter, ataupun Pendidikan Dokter Gigi, Jurusan Farmasi menjadi incaran bagi mereka yang memiliki minat pendidikan pada bidang medis dan kesehatan.
Dikenal juga sebagai tempat kuliah jurusan apoteker, mahasiswa Farmasi memang belajar tentang bagaimana cara kerja obat hingga menentukan apakah suatu obat memang tepat untuk pengobatan penyakit tertentu. Namun sebenarnya ruang lingkup Farmasi juga mencakup kosmetik, makanan dan minuman, termasuk pula suplemen.
Maka tak heran bila Sarjana Farmasi memiliki kemampuan untuk menemukan potensi suatu bahan tertentu, dan kemudian meraciknya menjadi sesuatu yang bermanfaat – baik obat, kosmetik, makanan, maupun minuman. Semua tergantung dari fokus keilmuan yang didalami selama menjadi mahasiswa Farmasi.

Ilustrasi: Mahasiswa Farmasi sedang melakukan praktek. (Net)
Peminatan atau fokus kuliah Jurusan Farmasi tergantung dari kebijakan masing-masing kampus. Namun pada umumnya beberapa fokus keilmuan Farmasi diperguruan tinggi yaitu Farmakologi dan Farmasi Klinik, Kimia Farmasi, Farmasetika, maupun Biologi Farmasi.
Sebagai contoh di China khususnya di kota Suzhou pada Rabu 11 November 2020 lalu, Universitas Xi'an Jiaotong-Liverpool meresmikan XJTLU Wisdom Lake Academy of Pharmacy di kota Suzhou, Jiangsu Provinsi, PRC.
Rencananya, Akademi ini sudah bisa menerima mahasiswa pertama pada tahun 2021 dengan menawarkan tiga Program Studi (Prodi) atau Departemen yaitu: Ilmu Farmasi, Farmasi, dan Biofarmasi, denga enam Program Sarjana, delapan program Magister dan Doktoral. Ditargetkan di tahun 2026 nanti, Akademi ini akan memiliki total 2.000 siswa.
Prospek Kerja
Di era digital seperti sekarang ini persaingan kerja semakin tinggi. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan sebagai jaminan hidup di masa depan. Untuk memenangkan persaingan kerja, tidak mungkin hanya dengan mengandalkan persaingan fisik. Terlebih lagi jika melihat peluang atau prospek kerja farmasi, instansi perusahaan dan lembaga lain sangat jeli untuk mendapatkan karyawan yang cerdas.
Selain apoteker, sebenarnya apa saja prospek kerja farmasi? Nah, begitu banyak peluang atau prospek kerja farmasi dan perkiraan gajinya yang perlu Anda ketahui:
1. Farmasi Industri

Ilustrasi: Lulusan Farmasi yang bekerja di industri farmasi. (Net)
Yang pertama, Anda bisa bekerja di bidang farmasi industri. Pekerjaan yang sangat didambakan banyak orang untuk bisa bekerja di bidang farmasi industri ini. Berawal dari proses pengabdian terlebih dahulu di bidang industri. Seperti halnya dalam bidang obat, makanan, minuman, dan kosmetik.
Umumnya, Anda akan ditempatkan pada bagian research and development. Tugasnya adalah menentukan formula, teknik pembuatan dan menentukan spesifikasi bahan bahan baku yang akan digunakan dalam membuat obat.
Pekerja farmasi industri menerima gaji mulai dari Rp.47.487.000,00 sampai dengan Rp.86.071.000,00 per tahun. Jadi, gaji yang diterima sekitar Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.
2. Dunia Pendidikan
Yang kedua, bagi Kamu yang memiliki minat dalam bidang pendidikan, Kamu bisa menjadi guru atau dosen pada jurusan farmasi. Sebagai guru, Kamu bisa mengajar di Sekolah atau SMK Farmasi. Jika Kamu memilih menjadi guru, Kamu tidak harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Namun untuk menjadi dosen, Kamu harus menempuh pendidikan minimal S2. Peluang sebagai tenaga pendidik dalam bidang farmasi sangat dibutuhkan. Gaji yang akan diterima pada umumnya tergantung jam mengajar serta jumlah kelas yang diampu. Rata-rata penghasilan yang diterima guru atau dosen yaitu sekitar Rp4.000.000 per bulan belum termasuk tunjangan dan lain-lain.
3. Lembaga Pemerintah
Peluang atau prospek kerja farmasi berikutnya adalah bekerja di lembaga pemerintah. Lembaga resmi pemerintah yang mengurus pelegalan obat dan makanan disebut dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Ini dapat Kamu jadikan prospek kerja jika berminat bekerja di bawah naungan pemerintah.
Disamping itu bisa mencoba pada lembaga lain yang berada di bawah naungan pemerintah seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan). Untuk yang bekerja di BPOM rata-rata gaji yang diterima mulai dari Rp4.000.000 tiap bulannya. Sedangkan pekerja BPJS kisaran antara Rp2.500.000 hingga Rp16.500.000 per bulan, tergantung jabatan yang diduduki.
4. Farmasi Manajemen
Yang keempat, Anda bisa bekerja di bidang manajemen farmasi. Bidang manajemen juga merupakan prospek kerja jurusan farmasi. Manajemen yang dimaksud disini adalah pimpinan yang memiliki tanggung jawab atas berjalannya perusahaan.
Apoteker tidak hanya melulu berkecimpung dengan obat. Namun juga harus bisa menciptakan hubungan yang baik dengan teman seprofesi bahkan yang diluar profesi, dan juga bersama pasien. Rata-rata gaji yang diterima per bulan $ 6607730.
5. Menjadi Pengusaha
Yang kelima, lulusan farmasi juga bisa berkarir sebagai seorang pengusaha. Kamu bisa memulai usaha membuka apotek sekaligus menjadi apoteker di tempat Kamu sendiri. Jika Kamu berminat pada bidang usaha ini, Kamu sebaiknya mulai mencari tahu syarat-syarat mendirikan apotek dan menjadi apoteker.
Untuk membuka apotek, beberapa syarat yang dibutuhkan yaitu surat permohonan izin usaha apotek, surat perjanjian akta notaris, surat penugasan, hingga surat sumpah apoteker dan ijazah farmasi. Karena tidak semua orang bisa membuka usaha apotek, ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi Kamu dalam meniti karir.
6. Peneliti Farmasi

Ilustrasi: Lulusan Farmasi menjadi Peneliti Farmasi. (Net)
Yang keenam, Anda bisa berkarir sebagai peneliti di bidang farmasi. Lulusan farmasi juga bisa menjadi peneliti farmasi, tidak hanya dalam dunia pendidikan saja. Penelitian yang bisa dilakukan misalnya penelitian terhadap potensi tanaman obat yang saat ini masih melimpah di Indonesia. Bisa juga bekerja di badan penelitian pemerintah misalnya LIPI. Penghasilan yang akan didapatkan umumnya tergantung pada proyek penelitian.
7. Bekerja di Sektor Swasta
Yang ketujuh, lulusan farmasi juga bisa memilih karir untuk bekerja di sektor swasta. Ada banyak perusahaan swasta yang bergerak di bidang farmasi. Dengan bekal ilmu dan latar belakang pendidikan yang Kamu miliki, Kamu bisa bergabung sebagai salah satu karyawan di perusahaan tersebut.
Penghasilan yang didapatkan oleh lulusan farmasi yang bekerja di sektor swasta yaitu mulai dari Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.
8. Rumah Sakit, Apotek, dan Laboratorium Klinik
Peluang atau prospek kerja farmasi berikutnya adalah bekerja di fasilitas kesehatan. Bidang utama yang memberikan kesempatan besar bagi lulusan farmasi ada pada bidang layanan kesehatan misalnya rumah sakit, apotek dan juga laboratorium klinik. Untuk menjadi seorang apoteker profesional lulusan farmasi wajib mengambil pendidikan profesi apoteker selama 2 semester dengan jangka waktu 1 tahun.
Sertifikat yang sudah dimiliki dapat dijadikan bekal untuk menjadi apoteker yang kemudian bisa mendirikan apotek sendiri. Rata-rata gaji yang diterima oleh apoteker yaitu sekitar Rp3.500.000 per bulan.
9. Farmasi Komunitas
Prospek kerja berikutnya adalah sebagai farmasi komunitas. Yang dimaksud dengan farmasi komunitas yaitu farmasi yang memberikan pelayanan di sarana kesehatan terdekat dengan komunitas masyarakat, seperti apotek, klinik, dan puskesmas.
Anda bertugas memberikan pelayanan yang berkaitan dengan obat-obatan dalam komunitas masyarakat tertentu. Kamu akan bekerja di fasilitas pelayanan publik terdekat yang bisa diakses oleh komunitas tersebut. Untuk gaji, Kamu bisa mendapatkan penghasilan mulai dari Rp2.500.000 per bulannya.
10. Bagian Administrasi Pelayanan Obat Pada Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri
Yang terakhir, Anda bisa bekerja sebagai bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintah. Seperti yang sudah di ungkap di atas, bahwa farmasi tidak hanya berurusan dengan obat-obatan, namun juga berurusan dengan makanan, minuman, hingga kosmetik. Misalnya beberapa makanan yang ternyata mengandung bahan kimia dan zat terlarang lain yang bisa diketahui oleh ahlinya saja. Dari profesi ini, Kamu bisa mendapatkan gaji sekitar Rp4.000.000 per bulan.
Peluang atau prospek kerja farmasi yang menjanjikan untuk masa depan lengkap dengan perkiraan gajinya. Jadi, jurusan farmasi tidak hanya menjadi jurusan favorit di perguruan tinggi, namun juga menjadi jurusan yang para lulusannya dibutuhkan di industri kesehatan saat ini.
Dr Yimin Ding, Wakil Presiden XJTLU bahwa industri biofarmasi adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Sektor ini adalah industri yang menarik - dengan pengembangan kecerdasan buatan dan nanoteknologi, serta banyak peluang untuk kerja sama lintas disiplin di lapangan
Seperti yang telah dicanangkan di Suzhou Biopharma Development Conference, yang dihelat pada tanggal 25 April, kota Suzhou berencana untuk membangun ekosistem biofarmasi, yang menampilkan perusahaan farmasi, penyedia layanan kesehatan, dan forum akademik, dengan tujuan membangun, dalam 10 tahun ke depan, “Pharmacy Valley of China/Lembah Farmasi China".
Pengembangan Bakat
Saat berpidato pada acara peluncuran Akademi, Profesor Hualiang Jiang, anggota dari Chinese Academy of Sciences / Akademi Ilmu Pengetahuan China, serta Dean of XJTLU Wisdom Lake Academy of Pharmacy, berkata: “Dibutuhkan banyak biaya untuk mengembangkan bakat dalam biomedis dan farmasi modern, terutama dengan teknologi baru yang semakin cepat melaju. Di sisi lain kita melihat ada keterbatasan-keterbatasan dari sekolah farmasi tradisional yang ada.
“Untuk mengejar ketinggalan, kami perlu memanfaatkan setiap sumber daya yang mungkin dan membangun akademi farmasi baru dengan pendekatan pendidikan baru,"ujarnya.
Juga berbicara pada peluncuran, Qiang Yu, CEO CGeneTech Co, Ltd., mengatakan: “Perusahaan biomedis dan farmasi di kota Suzhou telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Pada fase saat ini, rintangan terbesar adalah kurangnya bakat”.
Dr Ding menjelaskan bahwa Akademi bertujuan untuk mengatasi rintangan itu: “Karena siswa sering kali tidak memiliki pengalaman dunia nyata, mungkin sulit bagi perusahaan untuk menerima lulusan baru. Di Akademi Farmasi, kami bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa kami baik di dalam maupun di luar Universitas untuk mengenal industri ini, sehingga ketika mereka lulus, mereka dapat mulai bekerja”.
Berbasis Riset dan Penelitian

Acara peluncuran Akademi, Profesor Hualiang Jiang, anggota dari Chinese Academy of Sciences / Akademi Ilmu Pengetahuan China, serta Dean of XJTLU Wisdom Lake Academy of Pharmacy di kota Suzhou pada Rabu 11 November 2020 lalu, (Foto: Istimewa)
Selain dukungan dari pemerintah Suzhou setempat dan berbagai mitra dalam industri biofarmasi, Akademi ini juga didukung oleh University of Liverpool (UoL), salah satu parent school XJTLU. UoL memiliki Department of Molecular and Clinical Pharmacology (Departemen Farmakologi Molekuler dan Klinis) yang terkemuka di dunia internasional, dan pernah dianugerahi Queen’s Anniversary Prize pada tahun 2017.
Pada acara peluncuran Akademi, Profesor Dame Janet Beer, Wakil Rektor UoL dan Wakil Ketua Dewan Direksi XJTLU, berkata: “Disamping rekam jejak kami dalam pengajaran dan penelitian, inovasi terkini University of Liverpool adalah penelitian antimikroba, penelitian infeksi, kanker, dan farmakologi klinis, yang menjadikan kami pusat penelitian obat. Dengan penuh antusiasme kami menyambut XJTLU Pharmacy Academy ke dalam keluarga University of Liverpool”.
Kedua universitas berencana untuk bermitra untuk mendirikan XJTLU Offshore Innovation Center for Emerging Technologies (UK) serta XJTLU-University of Liverpool Pharmacy Research Center, yang akan memanfaatkan keahlian dari kedua institusi.
Selain itu, Akademi ini juga akan menampilkan Institut Informatika dan Ilmu Data Farmasi, serta Pusat Analisis dan Pengujian Farmasi, antara lain.
Bidang utama penelitian adalah: pengembangan obat dan strategi terapeutik baru, AI dan farmasi, serta farmasi klinis.
Masa Depan Cerah
Profesor Youmin Xi, Presiden Eksekutif XJTLU, menjelaskan: “Ini adalah waktu yang kritis bagi institusi pendidikan tinggi untuk mendefinisikan ulang diri mereka sendiri. Universitas harus mengubah lanskapnya, terutama interaksi antara universitas, komunitas, dan masyarakat.
“XJTLU juga sama. Akademi kami saat ini seperti XJTLU Versi 1.0, yang merupakan universitas tradisional.
“Versi kedua berdasarkan model sinergi antara sumber daya industri dan sumber daya eksternal ke dalam Universitas untuk menciptakan model pendidikan baru yang mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Kami mengembangkan XJTLU Entrepreneur College (Taicang) sebagai XJTLU Versi 2.0.
“Versi ketiga adalah saatt universitas memanfaatkan sumber daya masyarakat dan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran seumur hidup, inovasi, dan kewirausahaan. Itulah yang kami coba kembangkan - ekosistem. Dengan peluncuran Academy of Phamacy ini, kami bersiap untuk XJTLU Versi 3.0, ”kata Profesor Xi.
Keunggulan Akademis
XJTLU berada dalam posisi yang ideal untuk mendirikan Akademi ini karena beberapa alasan,” kata Dr Ding. “Pertama, kami telah mengumpulkan kontingen besar staf internasional, dan bersama mereka, pengalaman dan jaringan internasional. Kedua, kami terbuka dan transparan, memungkinkan kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan industri. Ketiga, kami telah membangun infrastruktur akademik yang kuat selama bertahun-tahun - kami memiliki sains, teknik, seni, humaniora, dan bisnis, sehingga kami dapat memungkinkan siswa yang memiliki banyak keterampilan dengan berbagai kompetensi.
“Filosofi XJTLU adalah: jika Anda ingin melakukan sesuatu, Anda harus membuatnya unik. Dan itulah yang kami lakukan dengan XJTLU Wisdom Lake Academy of Pharmacy”.
Nah, tuntutlah ilmu hingga ke negeri China. Raih impian masa depanmu. Karir menjanjikan, gaji pun besar. Tunggu apa lagi!
Editor : Farida Denura
Penulis : Farida Denura