Loading
Penyerahan bendera tuan rumah IOI ke-34 itu dilakukan Menteri Negara untuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura Gan Siow Huang kepada Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo di Hotel Orchard. (jpnn)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Indonesia menerima bendera
penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 dari tuan
rumah sebelumnya Singapura pada Sabtu (26/6/2021).
Selain akan menjadi tempat bertemunya anak-anak sekolah
menengah atas dari seluruh dunia untuk mengikuti ajang kompetisi ilmu komputer
IOI, Indonesia ingin mengajak anak-anak muda seluruh dunia melihat keindahan
Indonesia, demikian disampaikan dalam keterangan KBRI Singapura yang diterima
di Jakarta, Minggu (27/6/2021).
Penyerahan bendera tuan rumah IOI ke-34 itu dilakukan
Menteri Negara untuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Tenaga Kerja
Singapura Gan Siow Huang kepada Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo
Pratomo di Hotel Orchard.
"Saya mengucapkan selamat kepada Singapura yang bisa
menjadi tuan rumah IOI yang baik di tengah pandemi COVID-19. Ini sekali lagi
menunjukkan kemampuan Singapura untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban
mengendalikan COVID-19 dan tetap mempertahankan pendidikan bagi anak-anak muda
dalam persiapan menghadapi masa depan mereka," kata Dubes Suryo.
Belajar dari pengalaman Singapura, menurut Suryo, Indonesia
sudah mulai mempersiapkan penyelenggaraan IOI tahun depan. Setidaknya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sudah membentuk panitia
pelaksana dan menetapkan Yogyakarta sebagai kota penyelenggara.
"Tentu kita berharap kondisi COVID-19 tahun depan akan
lebih baik. Kalau kompetisi bisa dilakukan secara tatap muka, maka Indonesia
bukan hanya ingin mengajak anak-anak sekolah menengah atas dari seluruh dunia
untuk saling adu keterampilan dan kecerdasan, tetapi kami ingin memperkenalkan
kekayaan budaya dan keindahan Indonesia," ujar Suryo.
Dubes RI menyampaikan bahwa kompetisi IOI lebih dari sekadar
urusan menang atau kalah, yang lebih penting adalah keikutsertaan.
"Dalam IOI ini bahkan lebih penting membangun
persahabatan dan networking," ujarnya.
Dubes Suryo menambahkan, bagi Indonesia penyelenggaraan IOI
diharapkan ikut membantu merumuskan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2045.
Selain itu, IOI juga diharapkan dapat menginspirasi pelajar
Indonesia dalam menguasai pemikiran komputasi hingga akhirnya dapat menciptakan
calon pemimpin Indonesia dalam transformasi digital yang tetap bersandar pada
sejarah bangsa.
Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Ainun Na’im mengajak seluruh masyarakat untuk
berdoa agar pandemi COVID-19 segera usai, sehingga penyelenggaraan IOI pada
2022 dapat dilaksanakan secara luring.
"Dengan begitu, seluruh peserta dari seluruh penjuru
dunia akan dapat menikmati keindahan Indonesia, khususnya di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta," ujar Ainun.
"IOI bukan lagi baru untuk Indonesia, karena Indonesia
berpartisipasi pada kompetisi ini sejak 1995 dan membantu menciptakan kemampuan
literasi dan numerasi bagi anak-anak di Indonesia agar dapat bersaing di ajang
internasional," lanjutnya.