Loading
Psikolog Universitas Brawijaya (UB), Ari Pratiwi, S.Psi., M.Psi, menyebutkan perkuliahan daring menimbulkan empat permasalahan yang dihadapi mahasiswa, (urbanasia)
"Menjadi permasalahan tersendiri bagi mahasiswa, mulai
dari kecemasan hingga stres," kata Ary dalam rilis yang diterima di
Malang, Jawa Timur, Rabu (25/8/2021).
Faktor akademik, mahasiswa mengalami kesulitan atau kurang
jelas dalam memahami materi yang diberikan dosen, media belajar hanya PPT atau
suara teks koneksi internet bermasalah, sinyal internet untuk daerah tertentu
bermasalah, sehingga kesulitan mencari info tugas dan mengikuti, serta
banyaknya tugas tidak sebanding dengan minimnya penjelasan dosen.
Faktor yang memengaruhi masalah pribadi, contohnya pola
pikir negatif dan over thinking, merasa cemas, stres, tertekan, kesepian karena
masalah akademik, kondisi COVID-19, keluarga dan lainnya.
Faktor keluarga pada umumnya berkaitan dengan kondisi
keluarga mahasiswa, seperti terlibat konflik permasalahan dengan keluarga yang
tidak diinginkan, lingkungan keluarga yang tidak mendukung, masalah ekonomi
karena beberapa orang tua tidak bekerja atau penghasilan menurun karena
COVID-19, adanya pola asuh otoriter, keras, dan tradisional, sehingga mereka
tertekan.
Sedangkan faktor sosial, tidak dapat berinteraksi dengan
orang lain, sehingga merasa kesepian, terisolasi dan tertekan, mengalami
perasaan bosan di rumah terus, serta kurangnya komunikasi dengan orang lain.
Ari menjelaskan untuk membantu permasalahan yang dihadapi
oleh mahasiswa ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh dosen penasihat
akademik.
"Pada intinya mereka hanya ingin didengar, terkadang
dengan kita menjadi pendengar, mahasiswa yang sedang melakukan konseling bisa
menemukan permasalahannya sendiri," kata Ari.
Dia menambahkan bagi mahasiswa junior, dosen penasihat
akademik harus mampu menjaga rahasia, memanfaatkan jaringan pertemanan, serta
memperkuat hubungan remaja dengan menyelami dunia remaja, seperti update tren
remaja terkait bahasa gaul dan media sosial.
Sementara bagi mahasiswa tingkat akhir atau senior, tugas
dosen Pembimbing Akademik, antara lain menggali informasi, seperti masalah yang
dihadapi, sejarah, psikososial (latar belakang keluarga dan peristiwa
siginifikan).
"Dosen Pembimbing Akademik diharapkan memiliki
pengetahuan dalam berbagai bidang, terutama masalah pernikahan dan
pengasuh," katanya.