Loading
Baris pertama (Kiri-Kanan) Prof. Chia, Prof. Teo, Prof. Poppema, Prof. Agamutu, Prof. Dr. Adarsh; Baris kedua (Kiri-Kanan) Prof. Edward, Prof. Pervaiz, Prof. Kheireddine, Prof. Saidur, Prof. Yau. (PRNewswire)
KUALA LUMPUR, SCHOLAE.CO - Setelah reputasi riset yang terus
mengemuka, Malaysia semakin tampil sebagai negara yang dihuni ilmuwan berbakat,
visioner, dan sanggup mengatasi permasalahan. Dalam beberapa tahun terakhir,
jumlah makalah riset yang diterbitkan kalangan peneliti Malaysia telah
bertambah drastis. Hal ini juga diikuti dengan jumlah publikasi yang tercantum
dalam daftar karya ilmiah yang paling sering dikutip.
Sebanyak 10 orang ilmuwan Sunway University berhasil
tercantum dalam daftar 2% teratas sebagai ilmuwan dan akademisi dari beragam
disiplin ilmu yang paling sering dikutip di seluruh dunia. Daftar ini disusun
oleh Standford University asal Amerika Serikat.
Setelah keberhasilan yang dicapai Profesor Agamutu
Pariatamby, Profesor Chia Yook Chin, Profesor Pervaiz K Ahmed, dan Profesor Teo
Kok Lay, semakin banyak peneliti karier di Sunway University yang tercantum
dalam daftar "World's Top 2% Scientist" versi Standford University.
Jumlah ini bahkan menjadi yang terbanyak di antara universitas swasta lain di
Malaysia.
"Setelah berbagai pionir riset bergabung dengan Sunway
University, kami ingin menciptakan dampak riset yang positif di beragam sektor,
seperti teknik dan teknologi, medis dan ilmu kesehatan, komputasi dan sistem
informasi, bisnis dan manajemen," ujar Profesor Sibrandes Poppema,
President, Sunway University.
"Daftar yang dirilis Standford mencantumkan jajaran 2%
ilmuwan terbaik dan disusun menurut jumlah sitasi dari publikasi ilmuwan
tersebut di bidang riset tertentu, terhitung dari sepanjang karier mereka atau
beberapa tahun terakhir. Kehadiran para peneliti sukses ini di institusi kami
telah menjadi inspirasi bagi kalangan peneliti muda."
Salah satu alasan utama di balik keberhasilan Sunway
University dalam bidang riset di Malaysia terletak pada kolaborasi
internasional yang terjalin dengan kolega-kolega di beberapa universitas
internasional yang terkemuka di dunia, seperti University of Cambridge, Harvard
University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Professor Pariatamby bergabung dengan Sunway University,
tepatnya di Special Studies Division, Jeffrey Cheah Institute on Southeast
Asia. Sementara, Profesor Chia Yook Chin saat ini menjabat Associate Dean,
School of Department of Medical Sciences, Sunway University. Profesor Teo Kok
Lay adalah Associate Dean (Research and Postgraduate Studies), School of
Mathematical Sciences, sedangkan, Profesor Pervaiz K Ahmed baru-baru ini
bergabung sebagai Director, Institute of Global Strategy and Competitiveness
& Professor of Management.
Sejumlah peneliti Sunway University lain yang tercantum
dalam daftar "World's Top 2% Scientist" versi Standford University
termasuk: Sunway University President, Profesor Sibrandes Poppema;
Distinguished Professor dan Head, Research Centre for Crystalline Materials
Edward Tiekink; Distinguished Research Professor & Head, Research Centre
for Nano-Materials and Energy Technology Profesor Saidur Rahman; Associate Den
(Research) dan Head, Carbon Dioside Capture and Utilisation Profesor Mohamed
Kheireddine; Associate Dean (Education) dan Head, Department of Computing and
Information Systems Profesor Yau Kok Lim, serta Associate Professor Dr. Adarsh
Kumar Pandey.