Loading
Bus kayu trayek Mapitara-Maumere (PP) mengangkut 2 kelompok siswa-siswi dari SMP PGRI Lero Hae dan SMP Negeri Mapitara. (Foto-Foto: VJ Chabarezy Jr)
BUS kayu trayek Mapitara-Maumere (PP) yang menjadi angkutan penumpang warga se-Kecamatan
Mapitara tampak berbeda. Pasalnya pada hari itu mengangkut 2 kelompok siswa-siswi
dari SMP PGRI Lero Hae dan SMP Negeri Mapitara beserta para guru pembimbing dan
Kepala Sekolah masing-masing berangkat menuju kota Maumere,
Kedatangan mereka ke kota, tak lain untuk mengikuti simulasi
Asesemen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang akan berlangsung pada bulan
Oktober 2021.
Sekitar 91 siswa-siswi dari kedua sekolah tersebut beserta
para guru pembimbing, dan Kepala Sekolah
harus rela berdesak-desakan naik bus kayu menuju Kota Maumere.
Sungguh tragis, perjuangan mereka untuk mengikuti simulasi ANBK
di kota Maumere ini dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 60 km dan memakan
waktu 4 jam. Perjalanan begitu jauh dan sangat melelahkan. Maklum, jalan yang
dilewati adalah jalan rabat dengan kondisi rusak parah hampir puluhan kilometer,
apalagi harus melewati hutan, mendaki bukit serta menuruni lembah agar bisa
sampai di kota.
Para siswa-siswi kedua sekolah ini akan mengikuti kegiatan
simulasi ANBK di SMPK Frater Maumere, karena sekolah itu dianggap mempunya
fasilitas laboratorium komputer yang lengkap dan memadai. Kegiatan sendiri berlangsung
selama dua hari yakni pada Rabu (15/9/2021) dan Kamis (16/9/2021).
Kondisi geografis dan minimnya fasilitas penunjang di sekolah mereka untuk digelarnya gladi ANBK tidak menyurutkan niat dan mematahkan semangat mereka. Justru, memacu tekad untuk terus berjuang agar bisa mengikuti kegiatan gladi ANBK tersebut demi mencapai cita-cita yang mereka impikan.
Yunita Hartati salah satu siswi SMP PGRI Lero Hae Hebing
kelas VIII menuturkan bahwa untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer,
semua siswa Kelas VIII harus mengikuti simulasi ANBK terlebih dahulu. Oleh
karena di sekolahnya tidak ada komputer dan jaringan internet serta jaringan
listrik maka dirinya bersama teman-teman yang lain harus rela jauh jauh datang
ke kota Maumere tepatnya di SMPK Frater Maumere untuk mengikuti kegiatan gladi
tersebut.
Hal senada juga disampaikan Euthalia Nixie Ariesta Roby
pelajar kelas VIII asal SMPN Mapitara. Nixie mengatakan bahwa di sekolah mereka
juga tidak ada komputer, jaringan internet dan listrik jadi dirinya bersama
teman-teman dan para guru pendamping datang ke SMPK Frater untuk mengikuti simulasi
ANBK. “Kami dari kampung harus naik mobil truk berdesak desakkan sampai di
Maumere kami nginap di salah satu rumah guru di Wairhubing. Ada juga yang
nginap di rumah keluarga,”tutur Nixie,”ceritanya.
Dikatakan Nixie untuk ke kota ia bersama teman-temannya harus mempersiapkan bekal berupa beras, sayur, ubi pisang untuk makan saat menginap di rumah keluarga di kota selama kegiata tersebut. Dirinya merasa bersyukur bisa mengikuti gladi Asessmen Nasional Berbasis Komputer bersama teman-temannya di Sekolah SMPK Frater walapun awalnya kata dia kami merasa minder dengan teman-teman di SMPK Frater, tetapi setelah dua hari kegiatan ini kami bisa beradaptasi dan dapat teman baru di sekolah ini.
Euthalia Nixie Ariesta Roby pelajar kelas VIII asal SMPN Mapitara.
Mereka juga berterima kasih kepada Kepala sekolah SMPK
Frater bersama seluruh para guru yang telah memberikan ruang dan menerima
mereka untuk dapat melaksanakan kegiatan ANBK di sekolah itu.
Nixie dan Yuni bersama teman-temannya berharap agar sekolah
mereka juga bisa mendapatkan fasilitas komputer dan jaringan internet yang baik
sehingga tidak perlu bersusah-susah ke kota lagi untuk mengikuti gladi ANBK
ini.
Sementara itu Stella Thalita Gate pelajar SMPK Frater
Maumere berpesan kepada kedua temannya dari Mapitara agar tetap berjuang terus
untuk mengejar cita-cita mereka jangan patah semangat walaupun dit engah
keterbatasan sarana dan minimnya fasilitas.
“Perjuangan mereka sangat luar biasa, saya bangga dengan
mereka. Saya bangga dengan teman-teman di daerah terpencil walaupun kalian
memiliki kerbatasan sarana dan minimnya fasilitas tapi kalian tetap semangat
untuk berjuang demi meraih cita cita. Kalian tidak boleh berhenti sampai di detik
ini. Jangan pernah berhenti dengan kesulitan yang kalian hadapi, jangan pernah
berhenti dengan tantangan yang kalian hadapai apalagi membunuh masa depan
kalian,” pesan Stella menyemangati mereka.
Reporter: VJ Chabarezy Jr