Loading
Rektor UIII Prof. Dr. Komaruddin Hidayat membuka secara resmi perkuliahan di kampus UIII pada hari Senin, 20 September 2021. (Foto-Foto: Humas UIII)
DEPOK, SCHOLAE.CO – Rektor Univesitas Islam Internasional
(UIII) Prof. Dr. Komaruddin Hidayat membuka secara resmi perkuliahan di kampus
Univesitas Islam Internasional (UIII) pada hari Senin, 20 September 2021.
Perkuliahaan UIII sendiri akan dimulai pada tanggal 27
September 2021 dimana mahasiswa baru akan menjalani proses orientasi selama 5
hari, dimulai hari Senin 20 September sampai hari Jumat 24 September 2021.
Tujuan orientasi mahasiswa baru ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan
informasi yang diperlukan dalam menjalani proses pendidikan di UIII.
Mengingat kondisi pandemi COVID-19 saat ini, untuk semester
pertama tahun akademik 2021-2022 ini, UIII akan menerapkan sistem pembelajaran
online penuh. UIII merancang sistem dan penjadwalan perkuliahan online yang
dapat diikuti dengan baik oleh seluruh mahasiswa yang tersebar di berbagai
negara serta memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran yang efektif di
ruang kelas online maupun di luar kelas. Para dosen UIII yang berasal dari
berbagai negara dengan penuh antusias telah siap menyambut mahasiswa baru tahun
akademik 2021-2022 ini.
Rektor Univesitas Islam Internasional (UIII) Prof.
Dr. Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa pendidikan dapat mencetak manusia
menjadi ilmuwan, pengusaha, industriawan, filsuf, agamawan, politisi, dan ahli
hukum. Namun pendidikan yang sejati ialah memelihara potensi manusia agar tetap
menjadi manusia.
“UIII tidak dibangun untuk mencetak tenaga-tenaga ahli demi
memenuhi kebutuhan pasar industri modern. UIII tidak dibangun untuk menyiapkan
masa depan yang cerah bagi para mahasiswa. UIII dibangun untuk mendampingi
mereka menemukan jati dirinya sebagai manusia,”tegas Rektor UIII ketika membuka
secara resmi perkuliahan di kampus Univesitas Islam Internasional (UIII) hari
Senin, 20 September 2021.
Acara yang digelar di Gedung Teater kampus ini diberi tajuk
UIII Academic Convocation, dan menandai hari pertama tahun akademik 2021-2021
dan sekaligus tahun akademik pertama bagi UIII. Kampus yang terletak di kawasan
Depok, Jawa Barat, ini didirikan dengan tujuan untuk memperkenalkan Islam
Indonesia yang moderat dan toleran ke dunia Internasional, serta menjadikan
Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam Dunia.
Sejumlah 100 mahasiswa dari berbagai negara yang lolos
seleksi sebagai penerima beasiswa UIII mengikuti acara ini secara virtual.
Sementara itu acara di Gedung Teater kampus dihadiri oleh Ketua Majelis Wali
Amanah (MWA) UIII, H. Muhammad Jusuf Kalla, anggota Senat Akademik, Wakil
Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Universitas, pejabat pemerintah
pusat dan daerah, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan dari kalangan
perguruan tinggi serta lembaga-lembaga riset.
Kuliah dengan Beasiswa
Pada awal Juni 2021, UIII membuka pendaftaran calon
mahasiswa baru melalui program UIII Scholarship. Program ini terbuka untuk
calon mahasiswa dari dalam maupun luar negeri. Selama masa pendaftaran dari
tanggal 7 Juni 2021 sampai dengan 14 Juli 2021, sebanyak 1009 orang telah
melamar UIII scholarship. Pelamar berasal dari 59 negara, dengan komposisi 45%
persen berasal dari Indonesia dan 55% persen dari mancanegara. Baik dilihat
dari jumlah maupun sebaran negara, angka ini memperlihatkan optimisme bahwa
UIII telah menjadi pilihan pendidikan tinggi bagi warga dunia.
Dengan angka selectivity ratio di bawah 10 persen, UIII di
awal kelahirannya telah menunjukkan diri sebagai universitas internasional yang
highly competitive. Dalam proses seleksi, UIII menerapkan kebijakan
non-diskriminasi atas dasar ras, agama, etnis, jenis kelamin, disabilitas, atau
dasar lain apa pun, selain pertimbangan prestasi akademik dan kemampuan serta
pengalaman pelamar lainnya yang relevan dengan kriteria yang telah ditetapkan
UIII.
Seleksi mahasiswa baru UIII tahun akademik 2021-2022
dilakukan melalui tahapan dan proses yang sangat ketat dengan menggunakan
sistem online penuh. Proses seleksi menerapkan pendekatan multi-stage filtering
yang dimulai dengan proses seleksi administrasi, proses desk review secara
substantif terhadap dokumen lamaran, dan wawancara langsung dengan pelamar oleh
minimal 2 orang dosen terpilih dari setiap fakultas yang relevan dengan bidang
yang dilamar mahasiswa.
Berdasarkan hasil dari proses seleksi tersebut, UIII telah
menetapkan sebanyak 98 orang mahasiswa dinyatakan layak dan diterima sebagai
mahasiswa UIII untuk tahun akademik 2021-2022, dengan dengan rincian:
1. Sebanyak 28
orang mahasiswa Program Magister Studi Islam Fakultas Studi Islam;
2. Sebanyak 23
orang mahasiswa Program Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial;
3. Sebanyak 22
orang mahasiswa Program Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan
4. Sebanyak 25
orang mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.
Mahasiswa baru UIII terdiri atas 58% persen laki-laki dan
42% persen perempuan dengan rincian 66% persen warga negara Indonesia dan 34%
persen warga negara asing.
Islam Rahmatan Lil Alamin
UIII mulai dirintis sejak tahun 2015. Pada tanggal 29 Juni
2016, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016
tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia dengan status
Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). UIII dibangun di atas lahan
seluas 142,5 ha yang semula merupakan lahan LPP RRI di Komplek Pemancar RRI
Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota
Depok. Setelah melalui proses konsultasi, koordinasi, dan administrasi yang
intens antara Kementerian Agama, LPP RRI dan Kementerian Keuangan, akhirnya pimpinan
RRI menyetujui penyerahan 142.5 ha lahan untuk kepentingan pembangunan kampus
UIII.
Pada tanggal 5 Juni 2018 Presiden Joko Widodo melakukan
peletakan batu pertama pembangunan kampus UIII. Sampai dengan September 2021
pembangunan fisik mencacat kemajuan yang signifikan. UIII juga menyiapkan
sistem akademik, manajemen, tata kelola, dosen, mahasiswa, serta beasiswa.
UIII terpanggil untuk membantu anak-anak muda potensial di
berbagai penjuru dunia. Mereka adalah mutiara-mutiara yang masih tersembunyi di
dalam cangkangnya. Dengan mengambil peran lebih aktif, diharapkan Indonesia
akan lebih dikenal dunia, sehingga mereka mengetahui budaya kita yang sangat
kaya, dan pola hidup beragama masyarakat kita yang damai, terbuka, dan toleran.
Walaupun menyandang nama Islam, UIII menganut prinsip non-diskriminatif dan
non-sektarian dengan berpegang pada ajaran washatiyah, dan Islam rahmatan lil
alamin (Islam yang menebarkan kebaikan bagi seluruh penghuni bumi).
Terkait dengan pendirian UIII, Komaruddin menjelaskan bahwa
Indonesia adalah bangsa Muslim terbesar di Asia Tenggara, dan bangsa Muslim
penganut demokrasi terbesar di dunia. Hal ini menjadi modal bagi bangsa
Indonesia untuk memberi kontribusi nyata kepada dunia. Dunia sekarang,
menurutnya, tengah dihantui oleh aneka konflik kekerasan, perang, diskriminasi,
dan sebagainya. Dunia tengah membutuhkan obat penawar dari rasa sakit dan
derita yang tengah dialaminya. Pendidikan lintas bangsa dan negara yang
dijalankan oleh UIII bertujuan untuk melangkah ke sana.