Loading
Ilustrasi: Negara memerlukan sistem pendidikan khusus bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan sekolah secara normal. (Media Indonesia)
BADUNG, BALI, SCHOLAE.CO - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI Suharti mengatakan negara memerlukan sistem pendidikan khusus bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan sekolah secara normal.
"Kita membutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan
pendidikan bagi mereka yang tidak dapat menyelesaikan sekolah secara
normal," katanya pada diskusi dalam rangkaian acara Inclusive Lifelong
Learning Conference (ILLC) yang diikuti di Badung, Bali, Selasa (4/7/2023),
Berdasarkan data Kemendikbudristek, Suharti mengatakan
masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan hingga setingkat Sekolah Menengah
Pertama (SMP) pada umumnya bekerja di sektor nonformal.
Dia menyebutkan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang,
semakin besar kemungkinan seseorang mendapatkan pekerjaan formal,
berpenghasilan lebih tinggi, dan jumlah minimum gaji yang bisa mereka peroleh.
Sejak 2020, sambungnya, proporsi masyarakat yang mencari
pendidikan informal meningkat. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi di semua
negara yang memiliki pasar tenaga kerja rendah (pekerja kasar).
"Kita perlu memberikan dukungan kepada masyarakat, dalam
rangka memastikan produktivitas mereka dapat bertahan atau bahkan
ditingkatkan," ujarnya.
Selain itu dia menyebutkan dukungan tersebut dapat
berpengaruh pada peningkatan penghasilan masyarakat.
Dia juga menyebutkan sejauh ini pemerintah telah menyediakan
penyetaraan pendidikan nonformal yang terdiri dari Paket A setara Sekolah Dasar
(SD), Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Selain itu, sambungnya, di luar program penyetaraan tersebut
pemerintah telah menyediakan lembaga pelatihan keterampilan atau kursus
pelatihan untuk semua kelompok yang meningkat dari waktu ke waktu.
"Kami juga memberikan subsidi bagi sejumlah 20 juta
siswa SD sampai SMA, serta sejumlah satu juta mahasiswa perguruan tinggi, namun
masih banyak yang belum mampu memenuhi pendidikan karena beragam alasan,"
tuturnya diberitakan Antara.
Maka dari itu, kata dia, kedepannya pemerintah akan mengusahakan agar sistem pendidikan yang ada selaras dengan tuntutan industri, peningkatan sistem pendukung lulusan lembaga pendidikan, penjaminan mutu, serta pengenalan perspektif yang beragam, termasuk berbagai pemangku kepentingan, agar tamatan pendidikan nonformal tidak dianggap sebelah mata.