Loading
Konferensi pers Belajaraya 2024 pada Rabu, 31 Juli 2024. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Pendidikan Indonesia berada dalam situasi darurat, seperti yang terlihat dari rendahnya kemampuan literasi dan numerasi—sekitar 50% anak belum mencapai kompetensi dasar yang diperlukan di semua jenjang pendidikan. Selain itu, kekerasan dalam pendidikan menjadi masalah serius, dengan sekitar 24% anak berpotensi mengalami perundungan dan kekerasan seksual. Di sisi lain, terdapat sekitar 2,5 juta lulusan SMK dan perguruan tinggi yang menganggur, menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi sektor pendidikan kita.
Ini menunjukkan masih ada masalah yang memang perlu diperbaiki di sektor pendidikan. Menurut Najelaa Shihab, Pendidik & Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), ada sejumlah masalah pokok yang menimpa pendidikan di Indonesia. Salah satunya minimnya informasi mengenai komunitas dan organisasi yang bergerak di pendidikan. Padahal, mereka berperan penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Problema ini harus diatasi bersama karena pendidikan merupakan tanggungjawab semua pihak, tidak terbatas pada lembaga penyelenggara dan penggerak pendidikan. Dibutuhkan kolaborasi untuk berperan serta dalam memajukan pendidikan sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Najelaa Shihab menegaskan, “Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi semua pihak dengan satu tujuan yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sinergi antara guru, orang tua, tenaga pendidik, organisasi, pemerintah dan dunia usaha serta industri perlu diperkuat. Melalui Belajaraya, kami membuka peluang untuk #KerjaBarengan, berkolaborasi lintas sektor secara nyata dan efektif. .
“Sebetulnya, banyak sekali komunitas dan organisasi pendidikan yang bekerja untuk menyediakan akses pendidikan setiap hari,” ungkap Najelaa dalam konferensi pers Belajaraya 2024 pada Rabu, 31 Juli 2024.
Keberadaan organisasi dan komunitas tentu memberikan kontribusi bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Tidak jarang mereka memberikan pendampingan kepada anak jalanan dan memberikan perlindungan hukum. “Kami percaya, kolaborasi antar KOP yang #BerpihakPadaAnak, adalah fondasi yang menggerakkan perubahan ekosistem pendidikan Indonesia,” tambah perempuan yang biasa disapa Mbak Elaa ini.
Hal ini sejalan dengan keterlibatan aktif berbagai pihak. salah satunya Paragon Corp, satu dari mitra kolaborator Jaringan SMSG. Paragon Corp, satu dari mitra kolaborator Jaringan SMSG. Miftahuddin Amin, EVP & Chief of People & Business Ecosystem Development Paragon Corp, menambahkan, pihaknya berkomitmen memajukan pendidikan di Indonesia sebagai salah satu mitra Belajaraya. Oleh karena itu, Paragon memberikan penekanan khusus pada berbagai program pelatihan bagi tenaga pendidik, Warda Inspiring Teacher (WIT). Program ini mencerminkan minat kami dalam mengembangkan kompetensi dan inovasi guru.
”Melalui Belajaraya kami mengundang para tenaga pendidikan untuk #KerjaBarengan dalam menjawab tantangan pendidikan, dengan mendaftar program WIT 2024 di (@wardahinspiringteacher) Dengan kompetensi yang semakin meningkat, maka guru menjadi lebih profesional dan inovatif melaksanakan pembelajaran di sekolah”, sambungnya.
.jpg)
Sementara itu, Yulia Indriati, selaku Head of Marketing & Communication Sekolah.mu, menjelaskan bahwa Sekolah.mu mewujudkan semangat kolaborasi dan merupakan wadah bagi para guru untuk saling berkomunikasi dan berbagi ilmu melalui teknologi. “Kami percaya bahwa perkembangan teknologi dalam pengajaran dan pembelajaran merupakan tantangan bersama dan mendukung transformasi digital di sekolah. Karena melalui teknologi, sistem pembelajaran dapat menjangkau banyak siswa.
"Penting bagi Sekolah.mu untuk berada dalam satu barisan dalam transformasi pendidikan dengan nilai yang kita yakini bersama, dan teknologi sepatutnya menjadi tools yang efektif untuk melawan miskonsepsi, bukan menguatkan paradigma yang tidak tepat, juga mengupayakan kesetaraan dengan jangkauan yang lebih luas dan lebih merata." Ungkapnya
Selain itu, penyanyi muda Theresia Margareta Gultom atau yang akrab disapa Dere, mengatakan musik adalah media untuk mendukung kampanye perubahan pendidikannya. “Sebagai seorang musisi, saya mengungkapkan keprihatinan saya melalui lirik-lirik saya karena menurut saya musisi memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dan menurut saya orang tua juga perlu memberdayakan diri dan belajar bersama anak-anaknya” ujarnya.
Pelantun lagu ‘Berisik’ ini mengaku senang bisa menjadi bagian Belajaraya untuk kedua kalinya karena dapat membuka peluang baginya berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk menyampaikan pesan baik kepada masyarakat.
Jalur seni juga menjadi pilihan Ganara Art dalam mengembangkan dan mempromosikan pendidikan seni di Indonesia. Apalagi Ganara Art dan Belajaraya memiliki minat dan semangat yang sama dimana pembelajaran dapat dilakukan dalam berbaga bentuk. Ganara Art hadir sebagai wadah berkspresi dan eksplorasi.
“Di sini para seniman dan pecinta seni dapat bersama-sama menciptakan karya baru. Misi Ganara Art adalah mengarusutamakan seni budaya melalui pengembangan pendididikan kreatif di seluruh Indonesia. Bersama Belajaraya mendorong semangat #KerjaBareng dengan menyediakan ruang bagi semua orang untuk berkolaborasi dan mendorong berbagai ekspresi seni serta budaya yang akan mengasah empati dan membangun kecintaan pada negeri. Mari kita bekerja sama untuk menjadikan pendidikan seni lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan,” ungkap Tita Djumaryo, Founder dan CEO Ganara Art.
Inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Belajaraya 2024 oleh jaringan pendidikan Semua Murid Semua Guru (SMSG) yang puncaknya akan berlangsung pada 4 Agustus 2024, Dengan tema “Merayakan Belajar: Kapan Saja, di Mana Saja, dari Siapa Saja” dan akan menampilkan 9 sesi Ngobrol Publik tentang isu-isu pendidikan nasional, pertunjukan musik, 80 pameran dampak pendidikan, serta 49 Kelas Belajar yang diisi oleh figure publik dan KOP. Topik tersebut antara lain Belajar Jadi Pemimpin Bangsa, Belajar dari Alam: Guru Terbaik yang Terlupakan, Kreativitas Enggak Cuma Lewat Huruf!, dan topik menarik lainnya. Beberapa tokoh Tanah Air yang hadir menjadi narasumber di antaranya Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Wagub Jawa Timur Emil Dardak, Pendiri Narasi, Najwa Shihab dan lainnya. Tak hanya itu, artis dan musisi papan atas seperti artis Andien, Endah N Rhesa, Idgitaf, RAN, Dere, Rafi Sudirman, Nadhif Basalamah, serta pelatih vokal sekaligus pendiri VokalPlus Indra Aziz juga berpartisipasi dalam festival musik Belajaraya 2024 membawa misi pendidikan melalui jalur musik. Melalui Belajaraya 2024, kita belajar, bergerak, dan bermakna untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Karena sejatinya, pendidikan adalah untuk anak agar dapat membentuk karakter anak yang berkualitas. Mari ambil peran untuk perbaikan pendidikan di Indonesia yang berkelanjutan dan merayakan belajar kapan saja, dimana saja, dari siapa saja.