Loading
SBMPTN 2019 (Net)
PENDAFTARAN SBMPTN dimulai 1 Maret-1 April untuk tes masuk melalui UTBK. Sedangkan pelaksanaan tes dimulai 13 April-26 Mei dan pengumuman hasil UTBK 23 April-2 Juni. Pelaksanaan tes dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu dengan sesi tes dua kali pada pagi dan siang.
Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengapresiasi terbentuknya lembaga permanen LTMPT sebagai lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi negeri yang fokus mengembangkan instrumen tes masuk. Penerapan sistem baru tersebut dapat menjaring calon-calon mahasiswa terbaik.
“Kami berharap dengan sistem ini seluruh siswa SMA/SMK/MAN di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama masuk perguruan tinggi terbaik, tidak melulu siswa dari sekolah dengan fasilitas yang baik dan lengkap,” terangnya.
Nah, para pejuang SBMPTN, berikut ini hal-hal yang perlu diketahui seputar SBMPTN.
Dari tahun ke tahun, sistem seleksi Perguruan Tinggi Negeri semakin diperketat
Mengingat semakin banyaknya dan terus meningkatnya lulusan SLTA/ sederajat yang lulus dan mendaftar PTN setiap tahunnya, sistem seleksi semakin diperketat oleh pemerintah. Sudah pernah mendengar info tentang sistem baru SBMPTN 2019? Ternyata Sistem SBMPTN 2019 jauh berubah dibanding sistem SBMPTN di tahun – tahun sebelumnya.
1. Sistem ujian berbasis komputer (Ujian Tulis Berbasis Komputer)
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang memakai tes tulis berbasis komputer akan menguntungkan calon mahasiswa sebab mereka akan mengetahui kemampuan dan potensi diri sehingga mengurangi potensi drop out dalam perkuliahan.
Mekanisme ujian tulis berbasis komputer (UTBK) itu mengizinkan calon mahasiswa mengetahui tingkat kemampuan akademis dan skolastika. Dampak positifnya ke peserta ujian adalah mereka pun bisa tahu apa minat dan bakat mereka dengan lebih terukur.
Saat calon mahasiswa itu sudah mengetahui bakat dan minatnya di jurusan tertentu, mereka pun dengan mudah menentukan program studi (prodi), jurusan, atau kampus negeri mana yang bisa dipilih untuk menunjang kariernya di masa depan.
2. SBMPTN diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)
Jika dulunya panitia dalam pelaksanaan SBMPTN berubah setiap tahun, mulai tahun 2019 sudah terbentuk lembaga permanen yang berfungsi melaksanakan UTBK yaitu Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengatakan, salah satu persepsi positif akan keberadaan LTMPT adalah pelaksanaan tes dilakukan di beberapa tempat dan berkali-kali dengan metode UTBK. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan hasil tes secara transparan sepuluh hari setelah pelaksanaan tes.
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini mengatakan, LTMPT akan memastikan bahwa Indonesia memiliki lembaga permanen yang melayani tes masuk ke perguruan tinggi berstandar nasional.
“Dengan demikian, keberadaan LTMPT diharapkan bisa yang benar-benar mempunyai mendapatkan calon mahasiswa baru yang diperkirakan mempunyai keberhasilan studi di perguruan tinggi. Selain itu diharapkan masyarakat akan mendapat kenyamanan dan kemanfaatan yang lebih,” ucapnya.
3. Hasil/Nilai UTBK digunakan untuk mendaftar di SBMPTN
Jika pada tahun sebelumnya prosedur seleksi dimulai dari memilih program studi dan PTN, kemudian mengikuti ujian untuk menembus pilihan yang telah ditentukan, pada sistem baru ini hal yang lebih dulu dilakukan adalah ujian, yaitu UTBK. Hasil yang diperoleh dari UTBK ini menjadi bekal bagi siswa untuk mendaftar di SBMPTN
4. Setiap peserta ujian akan mengetahui nilai ujian yang diperoleh
Seperti yang dijelaskan di atas, pada sistem SBMPTN yang baru ini para pejuang SBMPTN akan mengetahui hasil ujian yang diperoleh. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, peserta ujian yang lolos SBMPTN tidak dapat mengetahui nilai ujian yang diperolehnya. Hanya diberitahu saja Lulus atau tidak.
5. Tes dapat dilakukan sebanyak dua kali
Sistem SBMPTN 2019 memberikan kesempatan buat pejuang PTN untuk melakukan tes sebanyak dua kali selama periode, dan menggunakan nilai tertingginya untuk mendaftar di program studi yang diminatinya. Namun soal yang disediakan pada tes pertama dan tes kedua akan berbeda, meskipun kualitas soalnya sama. Setiap melakukan tes, peserta ujian akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000,-.
6. Soal jenis HOTS
HOTS (High Order Thinking Skill) merupakan jenis soal yang disusun untuk menguji kemampuan analisa peserta ujian. Jenis soal HOTS ini bertujuan untuk menyaring calon mahasiswa berkualitas. Soal yang menguji kemampuan analisis tinggi memiliki bobot nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan soal kategori mudah.
Jadi buat sobat pejuang SBMPTN 2019, kamu perlu mematangkan persiapan kamu dalam mempelajari soal – soal yang melatih kemampuan analisa tinggi.
7. Materi tes terdiri dari Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik
Pada Tes Potensi Skolastik, kemampuan yang diuji adalah kemampuan penalaran peserta ujian, sedangkan pada Tes Kompetensi Akademik, yang diuji adalah pengetahuan yang diperoleh dari sekolah dan pengetahuan yang diperlukan sesuai dengan program studi yang dipilih. Sama halnya dengan sistem SBMPTN yang sebelumnya, Tes Potensi Akademik terdiri dari Ujian Saintek (Sains dan Teknologi) untuk peserta ujian yang memilih program studi IPA dan Ujian Soshum (Sosial Humaniora) untuk peserta ujian yang memilih program studi IPS.
Sembari menyiapkan berkas pendaftaran, siapkan pula trik agar bisa menembus ujian SBMPTN. Pertama, sebagai langkah awal sebelum mendaftar SBMPTN adalah membuat target. Misalnya jurusan dan universitas yang diminati. Perencanaan yang matang untuk memilih jurusan universitas adalah hal penting yang perlu dilakukan, karena sangat menentukan untuk masa – masa menjadi mahasiswa. Berikutnya, kenali kemampuan diri. Misalnya ada orang yang kemampuannya di musik, tetapi karena memikirkan hidupnya ke depan, dia jadi memaksakan dirinya untuk terjun di dunia kedokteran karena mengetahui dokter memiliki gaji tinggi sehingga bisa mendapat kehidupan yang layak, padahal sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam bidang tersebut.
Dalam pelaksanaan ujian, hindari kesalahan teknis. Caranya, dengan lebih berhati-hati menjawab soal dan mengerjakannya. Penting yang perlu diingat, kuasai materinya, karena jika materi dikuasai soal bentuk apa pun pasti bisa diselesaikan. Dan jangan lupa, berdoa agar lebih tenang dalam mengerjakan ujian ini. Selamat berjuang !