Loading
Mempersiapkan dana kuliah (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 sudah resmi diumumkan. Namun tidak semua siswa beruntung mendapatkan pendidikan murah bahkan gratis, lantaran ketatnya persaingan demi mendapatkan bangku kuliah lewat jalur ini. Hal ini pun bisa menjadi pelajara bahwa kesempatan menempuh pendidikan di kursi perguruan tinggi bisa saja kandas bila tak ada kesiapan dana untuk membayar seluruh biaya pendidikan yang dibutuhkan.
Tak ingin hal itu terjadi, dana untuk memenuhi biaya pendidikan anak sejatinya memang harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Khususnya, bagi orang tua yang mendambakan buah hatinya menempuh pendidikan di perguruan tinggi favorit. Idealnya, sejak anak lahir, orang tua mulai mencicil tabungan yang diperlukan untuk biaya pendidikan anak hingga tingkat tertinggi.
Berikut ini tiga panduan sederhana namun penting dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anak, khususnya bila ingin melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi.
1. Menabung
Dalam mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak, sebaiknya para oragtua telah membuat perencanaan dari jauh-jauh hari. Agar rencana bisa tercapai, dibutuhkan beberapa upaya, salah satunya yang efektif dan paling populer adalah dengan menabung. Tentukan tenggat waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dana kuliah. Misalnya sekitar 5 tahun lebih. Semakin cepat uang mulai disisihkan setiap bulannya, maka rencana biaya pendidikan untuk anak bisa lebih aman dan terjamin.
2. Merencanakan tingkat pendidikan
Selain merencanakan dengan rinci mengenai biaya pendidikan, juga perlu direncanakan tingkat pendidikan untuk anak, khsusunya anggaran untuk masuk Perguruan Tinggi. Apakah akan berencana menyekolahkan anak di sekolah negeri, swasta, atau luar negeri. Kemudian sesuaikan juga jenis pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Baik itu sekolah seni, kedokteran, teologi, dan lain-lain. Setelah mengetahui dengan jelas, Anda bisa menghitung target pendidikan di masa depan dengan lebih terencana. Misalnya saja, anak ingin melanjutkan kuliah di bidang kedokteran. Tentu saja harus disiapkan dana lebih banyak jika dibandingkan dengan kuliah jurusan matematika.
3. Menghitung jumlah investasi yang perlu dilakukan
Setelah mengetahui dengan rinci target biaya pendidikan yang dibutuhkan, Anda bisa menghitung jumlah investasi yang perlu dilakukan untuk mencapai target tersebut. Jumlah investasi ini juga akan dipengaruhi oleh jenis investasi yang Anda gunakan, misalnya reksadana, tabungan pendidikan, dan lainnya.
4. Mempertimbangkan asuransi jiwa
Bagaimanpun juga, Anda harus berpikir mengenai kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Misalnya saja Anda bersama pasangan tidak bisa bekerja lagi untuk membiayai keluarga karena sakit atau meninggal dunia. Semua hal bisa terjadi. Oleh karena itu, persiapkan perlindungan bagi anak Anda ketika hal terburuk itu terjadi, baik untuk kehidupannya maupun pendidikannya.