JAKARTA, SCHOLAE.CO - Direktur Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Triana Wulandari mengatakan orang tua dan guru perlu menggunakan cara yang interaktif untuk mengenalkan sejarah kepada pelajar, karena mereka cenderung bosan jika hanya belajar dari buku saja.
"Oleh sebab itu Kemendikbud membuat berbagai program interaktif bagi generasi muda untuk mengenal sejarah bangsa. Melalui program Gemes (Gerakan Melek Sejarah) kita kemas sejarah menjadi menarik dengan menggunakan audio visual, kami juga membuat lomba film pendek tentang sejarah lokal mereka," kata Triana di Jakarta, Jumat
Dia mengatakan tahun ini sudah ada 500 proposal yang masuk untuk mengikuti kegiatan tersebut dan setiap zona wilayah yaitu barat tengah dan timur akan dipilih 20 proposal terbaik.
Pemilik proposal tersebut akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti loka karya pembuatan film pendek. Setelah itu para siswa akan kembali ke daerahnya dan mulai membuat film pendek sejarah tersebut.
Selain membuat lomba film pendek sejarah, Kemendikbud juga membuat olimpiade sejarah, debat sejarah, esai sehajarah dan komik sejarah.
Menurut pengalaman Triana, anak-anak lebih antusias dalam mempelajari sejarah dengan cara seperti itu. "Seperti dalam debat, mereka sangat memahami argumentasinya masing-masing, dan kami senang sekali," kata dia.
Cara lain untuk membuat generasi muda mengenal sejarah adalah, membuat napak tilas sejarah dengan cara yang sangat dekat dengan mereka, misalnya di Magelang Kemendikbud telah membuat teater tari tentang biografi Pangeran Diponegoro.
Dia mengatakan dengan bersentuhan langsung dengan sejarah, maka akan muncul rasa hayat sejarah para diri anak-anak tersebut. "Setelah mereka mengenal sejarahnya maka akan tumbuh rasa cinta tanah air dan nasionalisme," kata dia.
Penulis : Maria L Martens