Selasa, 27 Januari 2026

Ini Dia Pertanda Anak Cerdas dan Bahagia


  • Penulis Maria L Martens
  • Rabu, 01 Mei 2019 | 00:00
  • | Ragam
 Ini Dia Pertanda Anak Cerdas dan Bahagia Anak cerdas dan bahagia (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Setiap orangtua selalu ingin mempunyai anak yang cerdas. Banyak orangtua melakukan berbagai macam usaha demi membuat anaknya menjadi lebih cerdas. Mulai dari asupan untuk anak sangat yang diperhatikan hingga cara mendidiknya.

Pada dasarnya perkembangan intelektual atau kognitif adalah aspek perkembangan pikiran. Bagian ini berperan penting terhadap pembentukan mental, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, bahasa, dan ingatan seorang anak. Perkembangan intelektual inilah yang kerap kali dihubungkan dengan kecerdasan anak.

Biasanya seorang anak baru bisa dikatakan cerdas ketika mereka telah memasuki usia sekolah. Meskipun demikian, ada beberapa ciri yang dapat anda ketahui apakah anak anda termasuk anak yang cerdas. Misalnya,  anak yang tidak bisa diam, lari ke sana kemari dan membuat rumah jadi berantakan. Namun jangan buru-buru kesal menghadapi si aktif. Sebabnya, ada banyak hal yang sebaiknya orangtua syukuri jika memiliki anak yang tidak bisa diam.

1. Membantu anak jadi lebih cerdas

Gerakan yang dibuat anak nyatanya berdampak pada perkembangan otak anak. Bindy Cummings, seorang konsultan pengembangan anak mengungkapkan orangtua perlu mendorong anak bergerak lebih banyak bahkan sejak usia dini. Gerakan aktif dapat membantu anak untuk mengontrol tubuh dan postur tubuhnya yang baik. Selain itu, motorik kasar dan halus anak akan terlatih dengan banyaknya gerakan yang dibuat. Kegiatan ini akan berdampak positif pada pertumbuhan otak anak. Saat anak tidak bisa diam, orangtua justru harus hadir untuk membantunya mengenal mana yang perlu dan tidak untuk dilakukan. Hal ini akan membuat si kecil justru lebih cerdas dalam mengatur dirinya sendiri. “Orangtua perlu ada bersama dengan anak, membuat komunikasi terbuka dan berdiskusi mengenai apa yang akan dilakukan. Misalnya berdiskusi jam berapa anak boleh main dan kapan anak harus makan dan tidur,” ujar Marry Sheedy Kurcinka, pakar parenting sekaligus penulis buku Raising Your Spirited Child and Kids, Parents, and Power Struggles: Winning for a Lifetime.

Anak yang aktif ternyata jauh memiliki pengalaman yang berharga. Sally Fitzgerald, konsultan dari Goodstart Early Learning mengungkapkan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar. Menurut Fitzgerald, anak yang lebih banyak mengenal dunia luar akan lebih mudah menyelesaikan tugas belajar yang lebih kompleks dan mendukung pertumbuhan kognitif dan bahasa. Orangtua perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara orangtua dan si kecil.

2. Lebih mengenal banyak hal

Anak yang aktif ternyata jauh memiliki pengalaman yang berharga. Fitzgerald mengungkapkan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar. Menurut Fitzgerald, anak yang lebih banyak mengenal dunia luar akan lebih mudah menyelesaikan tugas belajar yang lebih kompleks dan mendukung pertumbuhan kognitif dan bahasa. Orangtua perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara orangtua dan si kecil.

3. Membantu anak jadi lebih bahagia
Anak yang tidak bisa diam tentunya melakukan berbagai aktivitas fisik misalnya berlari atau melompat. Hal ini sama halnya dengan olahraga. Saat kita berolahraga, serotonin dalam tubuh akan meningkat. Peningkatan ini nantinya dikaitkan dengan perasaan yang bahagia, peningkatan nafsu makan dan berkurangnya depresi. Selain itu, anak yang tidak bisa diam juga akan jauh lebih sehat karena melakukan aktivitas fisik dengan sendirinya.

4. Mempunyai kosakata yang lebih maju

Ciri anak cerdas dan bahagia adalah mampu berbicara pada usia dini. Karena anak kecil mampu menggunakan kosakata dan kalimat yang maju, maka ia memang cerdas. Misalnya, jika anak usia dua tahun umumnya membuat kalimat "Ada kucing".
Maka anak dua tahun yang memiliki kemampuan luar biasa akan mampu membuat kalimat yang panjang. Seperti "Ada kucing hitam sedang tiduran di rumpu belakang rumahku". Jadi anak yang memiliki kecerdasan tinggi akan mampu mengungkapkan dengan lebih apa yang dilihatnya.

5. Suka berimajinasi dan tertarik dengan banyak hal

Suka berimajinasi merupakan salah satu ciri anak cerdas. Biasanya anak suka berimajinasi dengan menirukan hal-hal yang ada di sekitarnya, misalnya dengan membayangkan awan berbentuk burung, atau membuat gambar dengan cerita yang dibuatnya sendiri.
Selain itu, anak cerdas umumnya menunjukkan ketertarikannya dengan banyak hal. Mereka tidak hanya tertarik pada permukaan saja, tetapi juga ingin mengeksplorasi minatnya hingga lebih dalam. Mereka akan mencari tahu dan bertanya tentang banyak hal yang diminatinya.
 

Penulis : Maria L Martens

Ragam Terbaru