Loading
Lomba balap karung anak-anak (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kemeriahan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74, umumnya diisi dengan berbagai kegiatan lomba. Tidak cuma usia anak, kaum dewasa pun tak ketinggalan turut serta dalam berbagai ajang lomba. Namun tahukah orangtua, manfaat apa saja yang didapatkan anak bila terlibat dalam aneka perlombaan itu? Dengan mengikutsertakan anak dalam sebuah perlombaan, orangtua dapat mengajarkan banyak hal positif kepada si kecil, antara lain:
Namun, sebelum mendaftarkan anak ikut dalam sebuah perlombaan, sebaiknya orangtua juga memperhatikan hal-hal berikut, agar anak dapat menyalurkan dan mengelola jiwa kompetitifnya dengan baik
1. Kenali Karakter Anak
Temperamen anak perlu dipertimbangkan sebelum mendorong ia untuk ikut lomba. Pikirkan apakah si kecil adalah anak yang percaya diri untuk tampil di depan umum, atau ia adalah anak yang pemalu dan akan nervous ketika mengikuti lomba. Jika si kecil adalah tipe pemalu, ibu dapat mengganti kata ‘lomba menyanyi’ dengan ‘pertunjukkan menyanyi’.
2. Pilih Lomba yang Sesuai
Hal selanjutnya yang perlu dilakukan orangtua adalah memilih lomba yang sesuai dengan minat, kemampuan dan usia si kecil. Dengan demikian, anak akan lebih percaya diri dan menikmati mengikuti lomba tersebut.
3. Beri Pemahaman
Jika anak belum pernah mengikuti lomba, orangtua bisa mengenalkan suasana lomba dengan mengajak anak menonton sebuah perlombaan yang diadakan di mall, misalnya. Jelaskan kepada si kecil mengenai peraturan lomba, durasinya, dan perlengkapan yang dibutuhkan. Memberi pemahaman dasar mengenai lomba dapat mencegah anak merasa takut atau nervous, sebaliknya anak akan lebih bersemangat mengikuti lomba.
4. Mendukung Penuh tanpa Menuntut
Dukungan yang penuh dari orangtua akan sangat membantu anak untuk lebih percaya diri dan mengeluarkan kemampuan maksimalnya ketika mengikuti lomba. Orangtua dapat memberikan pujian dan semangat, karena ia sudah mau mencoba mengikuti lomba. Berikan pengertian bahwa lomba ini bertujuan untuk memberi pengalaman dan melihat kemampuan dirinya sendiri. Sebaiknya orangtua tidak memberi tuntutan yang membebankan atau ikut campur saat anak sedang lomba.
5. Hindari Membandingkan dengan Anak Lain
Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lain untuk memicu jiwa kompetitifnya, tapi cobalah cara berikut yang lebih efektif, yaitu memotivasi anak dengan cara memberi penghargaan dan pengakuan atas upaya terbaiknya.
6. Bimbing Sikap Anak Ketika Menang atau Kalah
Peran orangtua juga sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan sikap anak ketika menghadapi risiko perlombaan. Anak akan lebih bisa menerima dan merasa senang ketika ia memenangkan perlombaan. Tapi beberapa anak juga bisa menjadi sombong ketika ia berhasil unggul dari anak yang lain. Di situlah, orangtua dapat berperan memberi pemahaman agar anak tidak sombong dan tetap mau mengembangkan kemampuannya. Sebaliknya, anak akan cenderung menangis saat ia mengalami kekalahan. Jelaskan kepadanya bahwa perlombaan ini bukan bertujuan untuk menang, dan berikan hadiah hiburan untuk menghargai usaha anak.