Loading
Sekolah Cikal merupakan sekolah inklusi yang mengakomodasi pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus termasuk anak dengan speech delay. (Foto: Dok. Sekolah Cikal)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Anak-anak dengan Speech Delay tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk dalam kebutuhan pembelajaran di sekolah. Bagi anak-anak dengan Speech Delay bersekolah di sekolah inklusi merupakan jawaban yang tepat karena dapat mengakomodasi kebutuhan belajarnya.
Muthia Devita, Program Manager Pendidikan Inklusi Cikal
menyatakan bahwa sebagai sekolah Inklusi, Sekolah Cikal melalui Pendidikan
Inklusinya mengakomodasi anak-anak dengan Speech Delay dengan 4 cara belajar
untuk memenuhi kebutuhan belajarnya sebagai berikut,
Pertama, Cara Pemberian Instruksi
Dalam proses pemberian instruksi orang tua apabila
mendampingi belajar anak dalam proses belajar daring dari rumah.
"Orang tua dapat menggunakan bahasa sederhana dan
artikulasi yang jelas. Beri waktu juga bagi anak untuk memproses instruksi yang
diterima hingga menunjukkan respon yang diharapkan." ucap Muthia.
Kedua, Pembelajaran Berbasis Kontekstual
Dalam pemberian tugas dan materi di Sekolah Cikal sebagai
sekolah Inklusi, pembelajaran berbasis kontekstual sehingga apabila proses belajar
daring atau campuran terlaksana, orang tua dan anak dapat melakukan refleksi
bersama.
"Pemberian tugas dan
materi belajar baiknya yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Orang
tua dan anak dapat me-review dan merefleksikan kembali aktivitas yang telah
dilakukan, berikan kesempatan pada anak untuk menirukan kembali kata yang orang
tua sebutkan." tuturnya.
Ketiga, Pengaturan Belajar (Akomodasi Belajar)
Cara belajar anak dengan speech delay di Pendidikan Inklusi
Cikal dipersiapkan dengan pengaturan ruang belajar dan kelompok belajar.
"Pengaturan ruang belajar yang nyaman dan minim
gangguan. Agar anak lebih fokus dalam mendengarkan dan memperhatikan. Dalam
pelaksanaannya yang diterapkan di Pendidikan Inklusi Cikal, mencakup akomodasi
belajar dan modifikasi kurikulum. Akomodasi belajar; dalam pemberian instruksi
dalam pelaksanaannya pada murid yang masih terbatas kemampuan bahasa
ekspresifnya dapat dibantu melalui media visual/gambar untuk membantu murid
mengkomunikasikan keinginannya." jelas Muthia.
Keempat, Kehadiran Aktivitas Stimulasi Anak
Cara belajar yang keempat adalah dengan melakukan pelatihan bahasa ekspresif dalam melakukan stimulasi oral bagi anak.
"Orang tua juga dapat melatih bahasa ekspresif anak dengan aktivitas yang menstimulasi oral motor, seperti bermain meniup gelembung balon, meniup peluit." ucapnya.
Muthia juga menerangkan bahwa pada anak yang kemampuan
bahasa ekspresifnya belum berkembang dan bahasa reseptif juga masih terbatas,
murid terkadang memang akan hadapi kesulitan untuk menyampaikan keinginannya.
"Dalam hadapi kesulitan tersebut, bisa saja murid akan
merasa kesal dan tantrum karena belum bisa menyampaikan keinginannya. Untuk
mengatasi hambatan tersebut, Guru membantu dan melatih murid untuk
berkomunikasi melalui media visual dan melatih ke bentuk percakapan sederhana
sehari-hari. Dilatih bagaimana menjawab pertanyaan sederhana dan cara
menyampaikan keinginannya." tambahnya.
Sebagai bagian dari support system anak, Pendidikan Inklusi
Cikal hadir sebagai sekolah inklusi yang mendukung dan mengoptimalkan tumbuh
kembang anak, termasuk anak dengan speech delay dengan cara dan pendekatan
belajar yang memenuhi kebutuhan belajarnya.
Bagi Muthia, mengajar anak dengan speech delay tidak hanya
fokus pada aspek komunikasi, banyak aspek lain yang harus kita perhatikan
seperti perkembangan secara fisik, kematangan sensori, dan memperhatikan
gangguan/hambatan yang anak miliki.