Koperasi Masuk Kurikulum: Mendiktisaintek Siapkan Mata Kuliah Wajib di Kampus


 Koperasi Masuk Kurikulum: Mendiktisaintek Siapkan Mata Kuliah Wajib di Kampus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/aa.

JAKARTA, SCHOLAE.CO — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menjadikan mata kuliah koperasi sebagai bagian dari kurikulum wajib di perguruan tinggi. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Brian menegaskan, nilai-nilai koperasi akan diintegrasikan ke dalam sejumlah mata kuliah inti, termasuk yang berkaitan dengan ekonomi Pancasila. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman ekonomi kolektif kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Kementerian Koperasi, bersama sejumlah kementerian terkait, di Kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Kerja sama lintas kementerian ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat di tingkat lokal.

Selain penguatan kurikulum, Kemendiktisaintek juga berkomitmen menghidupkan kembali koperasi mahasiswa (kopma) dan koperasi universitas. Koperasi di lingkungan kampus diharapkan menjadi laboratorium nyata pembelajaran kewirausahaan kolektif serta model bagi pengembangan koperasi di daerah.

Tak hanya itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan berbagai aktivitas akademik lainnya akan diarahkan untuk bersinergi dengan koperasi desa. Mahasiswa tingkat akhir dan dosen didorong berperan sebagai pendamping, sekaligus mitra penguatan kapasitas koperasi di lapangan.

Dengan lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, Brian optimistis kolaborasi ini dapat menjadi gerakan bersama yang berdampak luas, sekaligus memperkokoh koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan berbasis pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa sinergi dengan Kemendiktisaintek akan difokuskan pada pemanfaatan riset dan inovasi kampus untuk pengembangan koperasi.

Ia menambahkan, KKN tematik diharapkan menjadi instrumen penting dalam pendampingan dan pembinaan koperasi desa secara berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan dosen akan membantu koperasi desa tumbuh lebih profesional dan adaptif terhadap tantangan ekonomi modern.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru