Loading
Samsung Electronics Indonesia berupaya meningkatkan kualitas dunia pendidikan vokasi di Indonesia melalui program Samsung Tech Institute (STI). (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Samsung Electronics Indonesia berupaya
meningkatkan kualitas dunia pendidikan vokasi di Indonesia melalui program
Samsung Tech Institute (STI).
STI melalui mitra sekolah kejuruan dan setara sekolah
menengah memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang
sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika
mereka lulus.
"Tantangan SMK di Indonesia saat ini adalah bagaimana
menjawab tantangan dunia kerja dengan mencetak lulusan yang siap kerja. Itulah
sebabnya, sejak tahun 2017 Samsung merancang program Samsung Tech Institute
yang sesuai dengan kebutuhan sekolah kejuruan di Indonesia dalam meningkatkan
kompetensi siswa dan para tenaga pendidiknya," kata Head of Corporate
Citizenship Samsung Electronics Indonesia Ennita Pramono dalam siaran pers STI
pada Jumat (12/8/2022).
Peningkatan kompetensi itu dilakukan melalui kurikulum, pengajaran,
training guru, praktik kerja lapangan, dan bahkan peluang perekrutan di Samsung
dan mitranya sehingga begitu lulus alumni STI bisa langsung bekerja
Prospek kerja yang lebih cerah bagi lulusan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) membuat minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi
meningkat. Riset yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada
2021 lalu menunjukkan bahwa 82 persen responden tertarik melanjutkan pendidikan
ke SMK karena peluang kerja yang bagus (57,8 persen) dan pilihan jurusan yang
banyak (51,95 persen).
Pendidikan vokasi seperti SMK memang dirancang untuk
menghasilkan lulusan siap kerja. Tapi tanpa kompetensi yang mumpuni, lulusan
SMK hanya makin menyumbang angka pengangguran terbuka yang saat ini sudah terbilang
tertinggi (10,38 persen), menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun
2022 .
Peningkatan kualitas pendidikan vokasi di SMK adalah kunci
untuk mengurangi pengangguran seperti dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan
Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Kiki Yuliati.
"Salah satunya melalui kolaborasi antara dunia
pendidikan dan industri. Kami mengapresiasi langkah konsisten Samsung melalui
program Samsung Tech Institute untuk mencetak lulusan SMK yang siap kerja
dengan bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar
Kiki.
Kiki meyakini jika langkah ini bisa diikuti lebih banyak
perusahaan, dunia pendidikan vokasi di Indonesia akan mampu mencetak anak-anak
muda yang handal dan siap kerja, bukan penyumbang angka pengangguran.
BPS mencatat jumlah SMK baik negeri dan swasta di Indonesia
mencapai 14.198 sekolah dengan total siswa mencapai 5 juta lebih siswa. Namun
sebagai penyumbang angka pengangguran terbuka yang tinggi, masih panjang jalan
sekolah vokasi untuk menjadi solusi mengatasi masalah pengangguran. Inisiatif
STI itu sekaligus mendukung program link and match yang digaungkan oleh
pemerintah sejak tahun 2017.
Berdiri sejak 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program STI disempurnakan pada 2017 dengan memperkaya kurikulum dan memperluas target penerima manfaat yaitu SMK di Indonesia guna menghasilkan lulusan yang dapat diserap langsung oleh industri.
??SMK yang menjadi mitra STI harus memiliki paling tidak
satu dari empat jurusan: Teknik Komputer, Teknik Audio Video, Teknik
Elektronika, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Para mitra ini akan mendapatkan
beberapa keuntungan berupa kurikulum sinkronikasi, guest lecture, TOT (guru),
PKL (service center & in-store), peluang kandidat pegawai berdasarkan
kebutuhan industri, serta panduan sarana dan prasarana.
Siswa di Samsung Tech Institute juga berkesempatan
mendapatkan pelatihan coding dan programming melalui program Samsung Innovation
Campus (SIC). Mereka yang lolos sampai fase bootcamp akan mendapatkan
sertifikat keikutsertaan, sertifikat PKL, dan pelatihan bagi para guru
pembimbing.
Dalam kurun waktu 2017-2022 Samsung Tech Institute sudah
meluluskan total 4.106 siswa. Khusus tahun 2022, Samsung Tech Institute
meluluskan sebanyak 1.370 siswa dari 42 SMK di seluruh Indonesia melalui Uji
Kompetensi Keahlian (UKK), yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2022.